Jaringan seluler kini tidak lagi sekadar menyediakan konektivitas, tetapi berkembang menjadi infrastruktur penting yang krusial untuk mendukung berbagai kebutuhan aplikasi. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah layanan komersial berbasis 5G Standalone network slicing serta semakin banyaknya penyedia layanan yang mengimplementasikan 5G SA.
Berdasarkan pengukuran trafik jaringan yang dilakukan oleh Ericsson, 43 dari 55 penyedia layanan mengalami tingkat pertumbuhan uplink yang lebih tinggi dibandingkan downlink; sementara 17 dari 55 penyedia layanan mencatat pertumbuhan uplink lebih dari 1,5 kali dibandingkan downlink.
Pemodelan skenario perusahaan menunjukkan bahwa tambahan trafik dari AI dapat membuat trafik uplink meningkat hingga tiga kali lipat atau lebih pada tahun 2031 dibandingkan 2025.
Laporan ini juga mencerminkan meningkatnya fokus industri terhadap pengembangan 6G, dengan proses standarisasi yang saat ini sedang berlangsung. Teknologi ini diharapkan mampu menghadirkan konektivitas yang lebih canggih, termasuk integrasi yang lebih baik antara jaringan terestrial dan satelit, serta efisiensi energi yang lebih tinggi dengan dukungan AI.
Spesifikasi awal 6G diperkirakan akan diselesaikan pada akhir 2028 atau awal 2029, dengan peluncuran layanan komersial pertama sekitar tahun 2030. Seperti pada pengembangan 5G, adopsi awal diperkirakan akan dipimpin oleh beberapa negara maju, sebelum meluas ke wilayah lainnya