5 Game Horor Lokal yang Layak Ditunggu Rilisnya di Steam

- Lima game horor lokal yang dipromosikan menjelang rilis Steam menampilkan perpaduan folklor Indonesia, cerita mistis, dan beragam gaya gameplay dari developer dalam negeri.
- Agni: Village of Calamity, KONON: The Ritual, dan DreadOut 3 mengusung investigasi serta teror supranatural, dengan visual Unreal Engine 5, piksel side-scrolling, hingga mekanik kamera ponsel.
- NOL menawarkan survival horror bergaya gambar tangan dengan alat rumah tangga, sedangkan Nightwatch at The Museum menghadirkan simulasi penjaga museum, teka-teki, dan akhir cerita bercabang; keduanya belum bertanggal rilis.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri game Indonesia telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Banyak developer lokal yang gamenya mulai mendunia. Bahkan, dalam event peringatan Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 di Steam kemarin (8/8/2026), ada banyak upcoming game lokal dari berbagai genre yang ikut dipromosikan.
Genre horor punya deretan game yang paling menarik. Pasalnya, developer lokal berhasil memadukan kisah mistis khas Indonesia dengan mekanisme gameplay dan gaya visual yang memukau. Penasaran game horor apa saja yang layak ditunggu kehadirannya di Steam? Yuk, simak lima rekomendasinya di bawah ini!
1. Agni: Village of Calamity, game horor Indonesia dengan kualitas visual luar biasa

Agni: Village of Calamity adalah game survival horror lokal yang trailernya sempat bikin takjub karena visualnya memukau. Tentunya karena ia digarap oleh Separuh Interactive menggunakan Unreal Engine 5. Tak ayal, kualitas visualnya bisa disandingkan dengan game survival horror besar seperti seri Silent Hill dan Resident Evil.
Game ini mengisahkan petualangan seorang penyidik dari satuan elite rahasia kepolisian yang harus mencari orang hilang di desa angker nan misterius, Desa Purba. Dalam game ini, kamu akan mengeksplorasi area yang mencekam, mencari petunjuk, memecahkan teka-teki, dan bertarung melawan berbagai hantu dan penjahat mengerikan. Sebagai survival horror, tentunya opsi kamu untuk melawan balik sangat dibatasi.
Tertarik untuk segera memainkan game ini? Sabar, ya! Separuh Interactive masih menutup rapat-rapat jadwal rilis game ini. Namun, mengingat trailer gameplay-nya sudah ada, mungkin kamu tidak akan menunggu terlalu lama, sih!
2. KONON: The Ritual, side-scroller piksel yang mengangkat urban legend

Suka game horor bergrafik piksel? Kalau iya, kamu wajib menantikan rilisnya KONON: The Ritual. Ia adalah perpaduan narrative adventure dan psychological horror. Uniknya, ia dikemas dalam format piksel bergaya side-scrolling mirip dengan salah satu game Indonesia yang sempat viral, A Space for the Unbound (2023).
KONON: The Ritual mengisahkan petualangan mencekam Andini, seorang perempuan yang punya indra keenam, untuk mengungkap misteri supranatural di Kota Tenggarong. Ya, benar sekali, game ini mengangkat folklor dan membuatnya menjadi game horor piksel yang mencekam. Selain cerita yang spesial, ia juga punya nuansa ala film cult horror klasik era 80-an. Game ini masih dalam pengembangan. Oleh sebab itu, Mintsphere belum mengumumkan tanggal rilis resmi.
3. DreadOut 3, kelanjutan dari waralaba survival horror ikonis asal Indonesia

Bicara soal game horor Indonesia, seri DreadOut dari Digital Happiness adalah salah satu pionir yang sukses menginspirasi banyak developer lokal untuk mengulik kisah horor khas Indonesia menjadi game. Kabar baiknya, judul utama ketiga, DreadOut 3, sedang dalam tahap pengembangan. Seri ini sendiri dikenal sebagai survival horror dengan gameplay menyerupai seri Fatal Frame.
Dalam DreadOut 3, kamu akan kembali mengikuti petualangan Linda Meilinda. Meneruskan kisah Linda sebagai Keeper of the Dark, ia harus menjelajahi dunia nyata dan alam ghaib demi menjaga stabilitas kedua alam tersebut. Sama seperti sekuelnya, kamu akan melawan berbagai hantu khas Indonesia menggunakan smartphone, Iris Phone. Ngomong-ngomong, karena baru diumumkan pada 2025 lalu, DreadOut 3 belum memiliki jadwal rilis. Namun, tetap rajin pantau info terbaru dari Digital Happiness, ya!
4. NOL, survival horror dengan grafik gambaran tangan yang estetik

Gak hanya judulnya saja yang unik, NOL menghadirkan visual yang berani tampil beda. Game besutan developer indie, Team NOL, ini menghadirkan visual 3D dengan aset game yang digambar secara manual oleh seniman, Khalid Albakaziy. Kamu akan merasa seperti berada dalam sebuah manga horor yang hidup. Game ini mengusung genre survival horror.
NOL mengisahkan pengalaman mencekam seorang pemuda bernama Guntur. Setelah membaca koran berisi pembantaian keluarga sahabatnya, jiwa Guntur malah terjebak dalam dunia gaib yang berlatar rumah sahabatnya tersebut. Ia harus mengungkap misteri pembunuhan sembari dihantui oleh teror supranatural yang intens.
Tidak ada senapan dan peluru seperti Resident Evil, kamu hanya bisa menggunakan alat rumah tangga seperti gayung, sandal, dan ember untuk melawan. Menarik, ya? Namun, karena baru dipamerkan pada Southeast Asian Games Showcase 2026 (6/7/2026) lalu, game ini belum memiliki tanggal rilis pasti.
5. Nightwatch at The Museum, simulasi jadi penjaga museum angker

Nightwatch at The Museum adalah game simulasi menjaga museum angker. Dalam game ini, kamu akan bermain sebagai Raja, seorang pemuda yang terpaksa menerima pekerjaan sebagai penjaga museum demi bertahan pada masa krisis moneter. Pada malam hari, ia selalu diteror oleh berbagai fenomena supranatural yang mengerikan. Game ini memadukan kisah horor dari folklor Jawa dengan latar bangunan kolonial Belanda.
Game ini termasuk slow-burn psychological horror yang akan menghantui gamer secara perlahan. Eksplorasi cukup mendalam, meskipun hanya satu latar tempat, tetapi ia penuh teka-teki dan ruang rahasia yang bisa ditemukan. Ia menghadirkan multiple ending yang ditentukan oleh bagaimana cara gamer bermain dan mengambil keputusan. Meski belum ada tanggal rilis, status coming soon di Steam mengindikasikan bahwa Ariverse Studio akan segera merilis game ini. Semoga dirilis pada 2026 ini, ya!
Mulai dari grafiknya yang memukau hingga konsep yang menarik, developer lokal Indonesia mulai memperlihatkan perkembangan luar biasa. Yuk, dukung mereka dengan membeli game horor lokal yang kental dengan budaya Indonesia di atas. Terus ikuti perkembangannya sambil menunggu tanggal rilis pastinya di Steam, ya!





















