7 Asisten Email Berbasis AI Terbaik untuk Digunakan di 2025

- Shortwave penuh fitur AI, bisa merangkum thread, menjawab pertanyaan layaknya chatbot, dan terhubung dengan kalender.
- Microsoft Copilot Pro (Outlook) menawarkan bantuan menulis email, membuat ringkasan percakapan, dan memberi masukan soal gaya bahasa.
- Gemini (Gmail) memberikan saran tindakan, ringkasan email yang belum dibaca, dan pencarian lewat Google Search untuk menyempurnakan jawaban pengguna.
Jika dianalogikan, email itu seperti monster mitologi Yunani yaitu Hydra yang ketika kepalanya dipenggal satu, akan langsung tumbuh dua kepala lagi. Email pun terkadang seperti itu, begitu dibereskan satu, langsung muncul dua lagi di kotak masuk entah dalam bentuk newsletter atau bermacam-macam jenis pesan lainnya. Singkatnya, banyaknya email bisa terasa melelahkan dan untungnya, ada beberapa asisten AI yang bisa menjadi “pahlawan” yang membantu membereskan, memilah dan mengelola semua email untuk pengguna. Penasaran? Berikut 7 yang terbaik.
1. Shortwave
Shortwave penuh fitur AI, dengan asisten yang bisa diajak “ngobrol” untuk mencari email lama, merangkum thread, mengekstrak daftar tugas hingga menjawab pertanyaan layaknya chatbot tanpa perlu menyisir inbox satu per satu. Dari jendela yang sama, pengguna bisa meminta ringkasan percakapan email, mengubahnya jadi daftar pekerjaan atau menghasilkan konten seperti draf tweet berdasarkan isi email tentang topik tertentu. Asisten di Shortwave juga terhubung dengan kalender, sehingga perintah sederhana seperti “jadwalkan meeting dengan Aldo dua hari lagi jam 6 sore” bisa langsung dibuatkan di Google Calendar.
2. Microsoft Copilot Pro (Outlook)

Microsoft terus mengembangkan AI lewat Copilot Pro dan Outlook kebagian tiga fitur baru yang cukup praktis. Pertama, ada bantuan untuk menulis email dari nol hanya dengan memberi prompt, memilih gaya bahasa dan panjang tulisan. Kedua, membuat ringkasan percakapan yang menampilkan poin-poin utama secara lengkap. Yang paling menarik adalah fitur Coaching by Copilot yang bisa menganalisis isi email dan memberi masukan soal gaya bahasa, struktur dan kejelasan seperti menyarankan agar lebih antusias, lebih menghargai penerima atau memecah topik agar mudah dipahami, lengkap dengan contoh kalimat.
3. Gemini (Gmail)
Google sekarang juga mengandalkan AI lewat Gemini di Docs, Sheets dan Gmail yang bisa digunakan jika berlangganan Google Workspace atau Google One AI. Di Gmail, akan muncul ikon Gemini di kanan atas dan ketika diklik, akan muncul panel berisi saran tindakan. Dari situ, pengguna bisa meminta ringkasan semua email yang belum dibaca, melacak status pesanan tanpa perlu memilah-milah email konfirmasi dan struk, atau ketika membuka satu email tertentu, pengguna bisa langsung minta dibuatkan ringkasan dan draf balasan. Jika butuh informasi tambahan, Gemini juga bisa mencari lewat Google Search untuk membantu menyempurnakan jawaban pengguna.
4. Apple Intelligence (Apple Mail)
Apple Intelligence sekarang sudah mulai dipakai luas. Pengguna bisa membuat gambar langsung di perangkat, menulis atau merapikan teks hingga menghapus objek yang mengganggu di sebuah foto. Di Apple Mail, Apple Intelligence bisa otomatis menaikkan email yang dianggap penting, merangkum email atau thread panjang jadi ringkasan singkat yang enak dibaca dan membantu menulis atau mengulang draf agar terdengar lebih sopan. Fungsinya juga bisa diperluas lewat integrasi opsional dengan ChatGPT, tetapi begitu fitur ini diaktifkan, batas antara pemrosesan AI secara lokal dan apa saja yang dikirim ke server OpenAI jadi kurang jelas, sehingga jika benar‑benar ingin bermain aman soal privasi, sebaiknya tidak menyalakannya dulu.
5. Superhuman

Superhuman bisa membantu pengguna menyeimbangkan kecepatan penulisan dengan AI dan konsistensi gaya bahasa yang digunakan di email. Perlu sedikit waktu untuk menghafal shortcut-nya seperti ketika membaca email, tekan Enter untuk membalas, lalu tekan Ctrl + J untuk memunculkan AI, tulis prompt singkat dan kirim. Selain fitur penulisan, Superhuman juga punya fitur ringkasan otomatis untuk percakapan email, pencarian berbasis AI untuk menemukan informasi lama dan UI minimalis yang memungkinkan pengguna membagi inbox berdasarkan jenis email dan menandai mana yang sudah selesai dibaca.
6. Proton Scribe
Proton Scribe merupakan asisten berbasis AI yang terintegrasi langsung dengan Proton Mail. Layanan ini dirancang agar berbeda dari asisten AI lain yang biasanya mengirim isi email ke server pihak ketiga. Di sini, ada dua opsi privasi yang ketat yaitu pemrosesan di cloud dengan model zero-knowledge atau menjalankan model AI langsung di perangkat sendiri agar seluruh proses tetap lokal. Dari sisi fitur, Scribe masih cukup sederhana dibanding asisten AI lainnya. Scribe bisa membantu menulis email dari nol, merapikan dan memperbaiki teks, mengecek tata bahasa atau menyesuaikan gaya dan struktur tulisan secara langsung.
7. Edison Mail
Edison Mail hadir untuk menambah lapisan keamanan, mulai dari memblokir read receipt hingga filter spam cerdas yang memudahkan proses blokir pengirim, hapus massal dan berhenti berlangganan newsletter. Layanan ini juga bisa dikunci dengan Touch/Face ID di HP agar email hanya bisa dibuka oleh pengguna. Di balik layar, Edison Mail memantau pola komunikasi email dan mengecek reputasi server pengirim di lebih dari 70 database spam. Di luar fitur keamanan, Edison Mail juga punya beragam fitur AI seperti pencarian dan folder pintar, plus AI berbasis Llama yang bekerja langsung di perangkat untuk menjaga privasi, meski butuh PC mumpuni agar bisa berjalan lancar.
Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa asisten email berbasis AI terbaik untuk digunakan di 2025.


















![[QUIZ] Tim AMD atau Intel? Jawab Pertanyaan Ini untuk Tahu Cip yang Cocok Buatmu](https://image.idntimes.com/post/20241129/quiz-tim-amd-atau-intel-8-1ba865fe4d483ce4f9da6465f684c471.jpg)
