5 Game Fantasi Menarik Tanpa Kota di Dalamnya

- Lima game fantasi seperti Gothic, Hades, dan Shadow of the Colossus menonjol karena tidak menghadirkan kota sebagai elemen utama dalam dunia permainannya.
- Setiap game menawarkan pengalaman unik melalui latar yang sunyi atau terbatas, menggantikan keramaian kota dengan eksplorasi alam liar, reruntuhan, hingga dunia bawah tanah.
- Pendekatan ini membuat fokus permainan berpindah ke perjalanan karakter dan atmosfer dunia, bukan pada interaksi sosial atau aktivitas di pusat peradaban.
Dalam banyak game fantasi, kota menjadi tempat yang seakan wajib untuk ada. Ketika menjelajah dunia yang penuh bioma seperti hutan, gurun, pegunungan, rawa, tebing pantai, padang rumput dan gua, pemain hampir pasti akan singgah ke kota. Kota di dalam game fantasi biasanya menjadi tempat untuk memamerkan identitas dunianya, mulai dari budaya, arsitektur, seni hingga ekonomi. Selain itu, kota juga tak jarang menjadi pusat perdagangan dan tempat pemain mengambil misi sampingan. Namun, beberapa game fantasi memilih untuk “melanggar aturan” dengan tidak menyertakan kota yang bisa pemain jelajahi. Game apa saja itu? Berikut daftarnya.
1. Gothic
Gothic merupakan game RPG klasik dengan tema fantasi gelap yang rilis pada 2001. Game ini berlatar di koloni tambang yang sepenuhnya dioperasikan para narapidana di mana mereka dipaksa menggali bijih ajaib untuk ditempa menjadi senjata dalam perang melawan pasukan Orc. Agar para tahanan tetap terkurung, raja menyuruh belasan penyihir untuk membuat kubah sihir raksasa di sekitar tambang. Sayangnya, sihir itu lepas kendali, kubahnya melebar, semua orang (termasuk para penyihir) ikut terjebak dan para tahanan pun mengambil alih. Petualangan pemain berlangsung di dalam kubah itu sebagai salah satu narapidana. Jangan harap ada kota besar karena yang ada hanyalah benteng tua yang hampir roboh dan kamp-kamp seadanya.
2. Hades
Hades mengajak pemain dunia setelah kematian alias Underworld yang diurus langsung oleh Hades, sang Dewa Kematian. Pemain bermain sebagai Zagreus, putra Hades, yang ingin kabur ke permukaan demi bertemu ibunya, Persephone. Upayanya jelas tidak disetujui ayahnya, namun ia tetap mencoba lagi dan lagi meski berkali-kali dihadang. Pada game ini, tidak ada kota sama sekali karena arwah tidak seharusnya membangun permukiman permanen di alam baka dan Zagreus sendiri tidak pernah benar-benar menetap karena selalu bergerak menembus wilayah demi wilayah. Keberadaan kota bakal menghambat laju perjalanan Zagreus, tidak masuk akal untuk misinya dan bisa merusak elemen roguelike yang menjadi inti gameplay-nya.
3. Shadow of the Colossus
Tidak ada tempat untuk kota di Shadow of Colossus, mengingat keseluruhan game ini memang dibangun di atas rasa sepi. Dunianya hampir kosong, di mana hanya ada enam belas Colossi dan sebuah kuil raksasa. Memang ada petunjuk bahwa dulu pernah ada peradaban di sana, tapi semuanya sudah lama lenyap dan yang tersisa hanya reruntuhan sebagai jejak samar. Kini tanah itu sepenuhnya milik para Colossi dan tujuan karakter pemain hanyalah satu yaitu menumbangkan Colossi satu per satu. Ketika misi itu tuntas, game ini bukan hanya tidak memiliki kota dan manusia didalamnya, tapi juga menyisakan hamparan sunyi sebagai bekas dunia yang dulu tampak megah dan penuh keajaiban.
4. The Legend of Zelda: Breath of the Wild
Dari dulu, Hyrule memang bukan jenis dunia yang dipenuhi kota ramai atau lautan NPC. Petualangan Link di game-game The Legend of Zelda biasanya lebih banyak terjadi di alam liar yang luas, sementara area berpenduduk padat relatif sedikit. Nah, Breath of the Wild menjadi salah satu game Zelda dengan daratan paling sepi. Ada banyak kerajaan atau komunitas memang, tapi wujudnya lebih mirip desa-desa kecil, permukiman unik yang menempel di gunung berapi dan lokasi-lokasi penting yang berdiri sendiri. Bahkan Hyrule Castle yang megah pun tidak dikelilingi kota besar. Link bisa mampir dan mengambil misi, namun di sepanjang permainan, pemain tidak akan benar-benar mendapati satu kota besar yang bisa dijelajahi.
5. God of War
Meski masuk akal jika sebenarnya ada permukiman tempat Kratos menetap dan membangun keluarga, yang kita lihat di God of War hanyalah kabin sederhana di hutan bersalju dan perjalanan menuju gunung yang sunyi. Bahkan ketika Kratos dan Atreus menjelajahi realm lain seperti Niflheim dan Alfheim, pemandangannya lebih didominasi hamparan alam liar atau wilayah tandus daripada pusat peradaban. Berbeda dengan sekuelnya yaitu God of War Ragnarök yang menampilkan beberapa kota (termasuk Asgard yang megah), game rilisan 2018 ini sengaja dibuat lebih personal, fokus pada hubungan ayah-anak antara Kratos dengan Atreus tanpa terganggu keramaian NPC dan terlalu banyak aktivitas sampingan.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game fantasi menarik tanpa kota didalamnya. Pernah memainkan game-game di atas?


















