Comscore Tracker

Hari Internet Aman Dunia, Google Beri 3 Tips Jaga Anak Secara Digital

Keterlibatan orang tua sangat penting

Internet saat ini adalah konsumsi masyarakat sehari-hari. Seperti tak ada gubahnya dengan makanan, hari-harimu hampir tidak mungkin terlewati tanpa sekalipun menyentuh jejaring dunia maya.

Dengan keseharian tersebut, banyak yang melupakan dan tidak menyadari bahwa dunia internet pun punya sisi berbahaya tersendiri. Tidak masalah bagi mereka yang sudah beranjak dewasa mengingat mereka sudah punya batasan dan mampu menjaga dengan membatasi diri.

Namun bagaimana dengan anak-anak, yang masih rentan dan belum punya filter yang kuat?

Google Indonesia, melalui kampanye #TangkasBerinternet untuk merayakan Hari Internet Aman Dunia, mencoba memberikan himbauan lebih lanjut terkait keamanan menjelajah dunia maya bagi anak-anak. Mereka melihat dalam kondisi isolasi dan pandemik ini, anak-anak lebih sering menghabiskan waktunya di internet mengingat pembelajaran pun dilakukan secara online.  Oleh karena itu, mereka memberikan tiga tips yang sekiranya mampu membuat anak nyaman di dunia maya.

1. Ajarkan anak-anak mengenai pentingnya data privasi mereka

Hari Internet Aman Dunia, Google Beri 3 Tips Jaga Anak Secara Digitalgvec.net

Banyak yang menyepelekan pentingnya menjaga data privasi. Padahal data-data tersebut bisa dijadikan alat untuk melakukan penipuan. Jika orang dewasa saja bisa tertipu, apalagi anak-anak.

Demi mengatasi hal itu, Google menyarankan untuk mengajari anak-anak membuat sandi yang kuat dan tidak mudah ditebak. Menghindari kata sandi yang berhubungan dengan nama, tanggal lahir, atau karakter kartun favorit jadi salah satu caranya.

Selain itu, jika membuat akun dalam suatu platform, pastikan platform itu merupakan platform yang aman dan terpercaya. Sebagai contoh adalah Gmail. Penyedia alamat email itu punya filter pengaman yang dapat mendeteksi email spam.

Baca Juga: 7 Cara Menjaga Privasi di WhatsApp, Data jadi Lebih Aman

2. Layaknya di dunia nyata, anak-anak perlu mengetahui dan memastikan siapa yang sedang berbicara dengan mereka

Hari Internet Aman Dunia, Google Beri 3 Tips Jaga Anak Secara Digitalpbs.org

Tidak seperti mengobrol di dunia nyata yang langsung bertatap muka dan mengenali wajah pembicaranya, obrolan di internet lebih mudah dimanipulasi. Itu bisa dilihat dari betapa banyaknya akun anonim yang tidak diketahui identitas aslinya.

Contoh saja akun-akun di dunia game. Karena masa anak-anak adalah masa ingin tahu, mereka akan banyak menghabiskan waktu untuk berkomunikasi dan hal ini bisa berisiko.

Berbicara kepada anak-anak tentang batasan mengobrol bisa menjadi mitigasi akan hal-hal buruk. Infokan ke mereka untuk segera memberitahu orang tua apabila menemui situasi online yang tidak nyaman. Sebagai orang tua pula, perlu untuk mengurasi game yang akan dimainkan oleh mereka. Itu tidak hanya sebatas konten, tetapi juga bagaimana cara komunikasinya.

3. Pastikan konten yang dikonsumsi anak memang sesuai umurnya

Hari Internet Aman Dunia, Google Beri 3 Tips Jaga Anak Secara Digitalvisibleinternet.com.au

Data survei Google menunjukkan orang tua masih sedikit menggunakan fitur-fitur yang sekiranya bisa membantu menjamin keamanan berinternet. Setidaknya datanya menyebutkan kurang dari 40 persen bagi orang tua yang menggunakan fitur-fitur pengaman itu, entah karena alasan tidak tahu atau lainnya. Untuk itu, ada baiknya mengetahui beberapa fitur keamanan yang disediakan Google ini:

  • SafeSearch: fitur ini tersedia di mesin pencari Google dan mampu memfilter konten eksplisit pada hasil penelusuran. Mulai dari gambar, video, sampai situs. Dengan ini situs-situs pornografi pun tidak bisa diakses.
  • Family Link: fitur aplikasi yang memantau penggunaan suatu gadget. Sebagai orang tua, kamu bisa melihat seberapa lama anakmu menatap layar dan membatasi penggunaannya tersebut. Selain itu, aplikasi ini juga bisa memblokir banyak hal yang sekiranya tidak ingin dilihat oleh anak.
  • YouTube Kids: aplikasi YouTube yang memang dispesialkan untuk anak-anak. Kontennya sudah disaring sedemikian rupa sehingga hanya video yang sesuai dengan usia anak-anak yang keluar.

Di luar poin-poin yang sudah disebutkan, masih ada banyak lagi yang bisa dilakukan. Sebagai contoh membatasi penggunaan internet. Garis besarnya memakai internet membutuhkan pendampingan dan orang tua tidak bisa cuek akan hal ini. Mari bersama-sama kita jadikan internet tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, dan menjelajah!

Baca Juga: WhatsApp Ganti Kebijakan Privasi, Lakukanlah 6 Hal Ini

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya