ASUS ROG Phone 8 (rog.asus.com)
ASUS memandang industri teknologi tengah berada dalam masa transisi besar menuju era kecerdasan buatan. Pendekatan pengembangan perangkat lunak berbasis aturan manual perlahan ditinggalkan dan digantikan oleh sistem yang mampu belajar, beradaptasi, dan mengambil keputusan secara mandiri. Artinya, keunggulan produk tidak lagi semata ditentukan oleh spesifikasi perangkat, tetapi oleh kemampuan integrasi hardware dan software secara menyeluruh.
Sejalan hal tersebut, teknologi AI memang tengah mengalami ledakan adopsi global dan menawarkan peluang bisnis yang sangat menjanjikan. ASUS pun tidak tinggal diam menghadapi tren tersebut. Perusahaan ini telah menyiapkan portofolio server AI berbasis platform terbaru NVIDIA, mulai dari AI POD bertenaga Nvidia GB300 NVL72 hingga server berbasis Nvidia HGXB300.
Keputusan untuk “all in on AI” juga tidak terlepas dari berbagai tantangan eksternal, seperti ketidakpastian geopolitik dan dinamika rantai pasok global. ASUS mengembangkan solusi AI end-to-end demi menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan dan resilien. Strategi ini dinilai lebih adaptif dibandingkan terus bersaing di pasar smartphone yang semakin jenuh dan minim ruang diferensiasi. Bagi ASUS, investasi pada AI merupakan taruhan jangka panjang untuk menjaga daya saing.
Secara kinerja, langkah tersebut mulai menunjukkan hasil. Sepanjang 2025, ASUS mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 26 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pendapatan yang mencapai 100 miliar dolar Taiwan bahkan terealisasi lebih cepat dari target. Sementara itu, bisnis server melonjak lebih dari 100 persen YoY pada kuartal III 2025 dan berkontribusi sekitar 20 persen terhadap total pendapatan pada periode tersebut.
Meski demikian, keputusan “balik kanan” dari ekspansi smartphone tidak berarti ASUS kehilangan identitasnya di pasar teknologi. Langkah ini mencerminkan keberanian perusahaan keluar dari zona nyaman dan mengalihkan fokus ke bidang yang masih terbuka luas dan sarat potensi inovasi. Meski mengandung risiko, strategi tersebut menunjukkan upaya ASUS tetap relevan di tengah perubahan industri global.
Hingga kini, ASUS belum memberikan pernyataan lanjutan terkait masa depan bisnis smartphone mereka. Jika jeda peluncuran perangkat ini benar-benar berlangsung lebih dari satu tahun, pertanyaannya adalah apakah ini sekadar “istirahat panjang” atau awal perpisahan secara bertahap dari pasar smartphone. Namun, satu hal yang pasti, smartphone tidak lagi ditempatkan sebagai pusat strategi ASUS, melainkan sebagai bagian dari masa lalu yang perlahan ditinggalkan demi menyongsong era kecerdasan buatan.