Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BINUS University Gaungkan AI for Life, Misi Besar Ubah Masa Depan
ilustrasi kecerdasan buatan (AI) (pexels.com/Tara Winstead)
  • BINUS University meluncurkan gagasan strategis AI for Life untuk mengarahkan pemanfaatan kecerdasan buatan secara etis demi peningkatan kualitas hidup, produktivitas, dan kedaulatan bangsa.
  • Inisiatif AI for Life dirumuskan melalui tiga fokus utama: transformasi teknologi dan IT, penguatan bisnis kreatif berbasis AI, serta kebijakan nasional yang menekankan kedaulatan data dan keamanan siber.
  • BINUS ditunjuk sebagai tuan rumah QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 di Bali, menghadirkan lebih dari 1.000 delegasi global guna memperkuat posisi Indonesia dalam dialog inovasi pendidikan dan teknologi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah lanskap perkembangan teknologi yang bergerak cepat, Asia Pasifik kini menjadi pusat pertumbuhan riset, inovasi, dan mobilitas digital yang paling dinamis.

BINUS University dorong gagasan strategis AI for Life untuk masa depan Indonesia sebagai refleksi lintas disiplin ilmu agar pemanfaatan akal imitasi (Artificial Intelligence/AI) tidak berhenti pada penggunaan tools semata, melainkan diarahkan secara etis untuk memperkuat kualitas hidup, produktivitas dan kedaulatan bangsa.

Rumus AI for Life

Menandai perjalanan 45 tahun dalam dunia pendidikan, BINUS University menegaskan komitmennya untuk memimpin transformasi digital nasional dan regional.

“Melalui gagasan AI for Life, BINUS ingin menegaskan bahwa teknologi, khususnya AI, harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya,” ujar Ketua Dewan Guru Besar BINUS University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M.

Gagasan AI for Life ini dirumuskan melalui tiga fokus keilmuan strategis yang menyoroti peta jalan teknologi di Indonesia:

  • Teknologi, engineering dan IT (AI Transformation): Menekankan transisi dari sekadar AI adoption (pengguna) menuju AI transformation (pencipta nilai ekonomi dan sosial). Hal ini mencakup kesiapan infrastruktur data, proteksi privasi, etika, dan penyiapan talenta digital.

  • Bisnis dan industri kreatif: Fokus ini melihat AI sebagai mitra strategis untuk mempercepat eksploitasi ide dan daya saing efisiensi tanpa menghilangkan sentuhan rasa, kepekaan sosial, dan budaya manusia.

  • Geopolitik, hukum dan kebijakan nasional: Bagian ini menggarisbawahi urgensi kedaulatan data, keamanan siber, mitigasi perang asimetris serta regulasi responsif yang mampu melindungi kepentingan publik sekaligus mendorong inovasi teknologi nasional.

Bawa Inovasi ke panggung dunia

ilustrasi kecerdasan buatan (unsplash.com/Alex Knight)

BINUS University juga ditunjuk sebagai tuan rumah ajang internasional QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, yang akan menjadi panggung penting dalam membawa dialog inovasi teknologi dan pendidikan tinggi Indonesia ke level global.

Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk menjadi tuan rumah dialog penting mengenai masa depan AI. Dengan rekam jejak 45 tahun serta komitmen yang kuat terhadap dampak nyata teknologi, BINUS University dianggap menjadi mitra yang ideal untuk menyelenggarakan forum berskala internasional.

Semangat transformasi digital dan orasi ilmiah bertema Shaping the Next Intelligence Era: Artificial Intelligence, Leadership, and Collaboration ini akan digaungkan lebih luas pada gelaran tersebut.

Forum global bertema Advancing Education for Purpose and Impact tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3–5 November 2026 di Bali International Convention Centre, dan akan mempertemukan lebih dari 1.000 delegasi lintas negara, mulai dari pemimpin perguruan tinggi, regulator pemerintah hingga pelaku industri teknologi.

“Kesempatan menjadi tuan rumah bukan hanya pencapaian bagi BINUS, tetapi juga momentum bagi Indonesia. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang terus berkembang, adaptif, berbasis teknologi dan siap berkolaborasi secara global,” President of BINUS Higher Education, Stephen Wahyudi Santoso mengatakan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article