ilustrasi cek koneksi internet saat streaming bola (pexels.com/Stefan Coders)
Ada beberapa alasan mengapa Bulgaria kerap muncul dalam berbagai penyelidikan internasional. Faktor tersebut berkaitan dengan kondisi infrastruktur digital hingga karakter jaringan pembajakan modern yang bersifat lintas negara. Namun, kondisi ini tidak berarti seluruh aktivitas pembajakan berasal dari Bulgaria.
Pertama, Bulgaria memiliki infrastruktur internet yang tergolong maju di kawasan Eropa. Menurut laporan Economic BG, cakupan fiber-to-the-home (FTTP) di negara tersebut telah mencapai 93,53 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata Uni Eropa yang sebesar 74,13 persen. Cakupan jaringan 5G juga mencapai 94,83 persen yang menunjukkan ketersediaan konektivitas berkecepatan tinggi di sebagian besar wilayah negara itu.
Infrastruktur digital yang berkembang tersebut membuat Bulgaria menjadi salah satu negara yang memiliki ekosistem internet yang kuat. Meski demikian, tidak ada bukti bahwa kualitas infrastruktur tersebut secara langsung menyebabkan Bulgaria menjadi pusat operasi IPTV ilegal. Para penegak hukum umumnya menjelaskan bahwa jaringan pembajakan memanfaatkan server di banyak negara dengan infrastruktur internet yang memadai untuk meningkatkan keandalan layanan sekaligus mempersulit proses pelacakan.
Kedua, posisi Bulgaria sebagai anggota Uni Eropa menjadikannya salah satu simpul penting lalu lintas data di kawasan Eropa. Jaringan pembajakan modern biasanya menyebarkan server ke berbagai negara agar layanan tetap berjalan meski sebagian domain diblokir oleh otoritas. Strategi ini membuat proses penindakan menjadi lebih rumit karena melibatkan banyak yurisdiksi.
Ketiga, banyak jaringan IPTV ilegal memang beroperasi secara internasional. Operator, reseller, server, domain, hingga sistem pembayaran dapat berada di negara yang berbeda-beda dalam satu jaringan yang sama. Karena itu, kemunculan Bulgaria dalam berbagai penyelidikan tidak berarti negara tersebut menjadi asal seluruh aktivitas pembajakan.