HP bukan sekadar alat komunikasi atau perangkat hiburan. Bagi banyak orang, HP bisa menjadi penanda status sosial. Menariknya, HP Android sering dianggap rendah dan banyak stigma yang menganggap bahwa kualitas HP Android tak bisa menyaingi iPhone. Anggapan tersebut terus berkembang dan dipengaruhi oleh beberapa hal.
6 Alasan HP Android Sering Dipandang Rendah, Kenapa, ya?

- Banyak orang memandang HP Android lebih rendah karena dianggap kurang premium, murah, dan tidak awet dibanding iPhone.
- Faktanya, HP Android kelas menengah hingga flagship punya kamera canggih, performa tinggi, serta material dan fitur tahan lama.
- Pandangan negatif muncul karena perbandingan tidak seimbang antara iPhone mahal dan HP Android entry level yang jelas berbeda kelas.
Beberapa hal yang memengaruhi anggapan tersebut adalah kualitas kamera HP Android yang dianggap buruk, harga HP Android yang terjangkau, hingga HP Android yang dianggap tidak awet. Apakah poin-poin mengenai HP Android sering dipandang rendah itu benar dan bagaimana faktanya? Yuk, kupas hingga tuntas di bawah ini!
1. HP Android dianggap kurang premium

Kesan premium di HP Android terasa kurang karena banyak model yang menggunakan material murah seperti plastik. Tak hanya di back door, bahkan frame yang harusnya kokoh juga dibuat dengan plastik polikarbonat. Dilansir Android Authority, plastik sebenarnya membuat bodi HP lebih ringan dan tak mudah pecah, tapi kamu tidak akan mendapatkan feels mewah atau mahal. HP Android entry level juga banyak yang masih menggunakan bezel tebal dan kamera depan notch water drop. Hal tersebut membuat layar terlihat kuno dan kurang nyaman digunakan.
2. HP Android dianggap sebagai barang murah

Jika dibandingkan dengan iPhone yang harganya mencapai puluhan juta, ada banyak HP Android yang dijual mulai Rp1 juta–2 jutaan. Karena harganya yang sangat terjangkau, HP Android kerap dianggap sebagai barang murah yang tak bernilai. Namun, harga murah tersebut hanya berlaku bagi HP kelas bawah atau entry level. Jika diulik lebih dalam, ada banyak HP Android kelas mid-range dan flagship yang harganya sekitar Rp8 juta–30 jutaan. Sejatinya, perbandingan harga tak boleh dilakukan sembarangan karena harus menyesuaikan dengan kelas atau kasta dari HP yang dimaksud.
3. Kamera HP Android dianggap tak sebagus iPhone

Banyak anggapan bahwa kamera Android sangat buruk, bahkan tak bisa disandingkan dengan iPhone. Anggapan tersebut tak sepenuhnya benar karena dewasa ini Android mulai mengejar ketertinggalannya di sektor kamera. Model flagship seperti Samsung Galaxy S26 Ultra dan vivo X300 sudah pakai kamera 200 MP, bisa zoom hingga 100 kali, dan bekerja sama dengan produsen kamera atau optik terkenal seperti ZEISS.
HP mid-range seperti vivo V70 juga tak kalah karena berani memberikan kamera periscope telephoto dengan pembesaran optikal 3,5 kali, setara dengan iPhone. Ada juga OPPO Reno 15 yang mampu merekam video 4K 30 FPS di semua kameranya, cocok buat content creator. Jika melihat kelasnya, hanya kamera HP entry level yang benar-benar kalah dari iPhone sebab sensornya kecil dan stabilisasinya kurang optimal.
4. Performa Android dianggap kurang optimal

Anggapan bahwa performa Android kurang optimal sebenarnya merupakan kesalahpahaman. Di banyak kesempatan, banyak orang yang membandingkan iPhone belasan jutaan dengan HP Android kelas bawah yang harganya di bawah Rp4 jutaan. Padahal, HP Android kelas menengah hingga kelas atas punya performa luar biasa dan bisa bersaing dengan iPhone, lho.
Dilansir NanoReview, HP Android flagship seperti Samsung Galaxy S26 Ultra dan vivo X300 Pro pakai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 serta MediaTek Dimensity 9500. Ada juga chipset Snapdragon 7 Gen 4 dan MediaTek Dimensity 8500 yang dipakai di Xiaomi 17T serta vivo V70. Skor AnTuTu dari semua chipset tersebut sekitar 1–3,9 jutaan. Alhasil, game berat bisa berjalan lancar di settingan tertinggi.
5. HP Android punya OS open source yang kurang aman

Ada anggapan bahwa HP Android yang menggunakan OS open source—berbeda dengan OS iPhone yang lebih secure—menjadikan HP Android rendah bagi beberapa orang. Dilansir Livewire, sebuah studi mengungkap bahwa 97 persen serangan malware pasti mengincar HP Android. Di sisi lain, hanya 1 persen yang menyerang iPhone. Laman Malwarebytes juga menambahkan bahwa risiko serangan malware pada Android meningkat hingga 151 persen.
Android sangat rentan karena OS-nya "terbuka" dan bisa diubah-ubah oleh pengguna. iPhone (dengan iOS) lebih ketat, tak bisa sembarangan dikustomisasi, dan dikontrol penuh oleh Apple. Meski begitu, kamu bisa mencegah malware di HP Android dengan cara tak sembarangan menginstal aplikasi atau mengunduh file mencurigakan.
6. HP Android dianggap tidak awet

Keawetan menjadi salah satu concern utama sebelum membeli HP. Jika HP tak awet, maka masa penggunaan tak akan lama sehingga kamu harus mengganti HP dalam waktu singkat. HP Android sering dianggap kurang awet karena harganya yang murah, kualitasnya yang rendah, dan update-nya yang pendek. Apakah hal tersebut benar?
Dilansir GSMArena, ada banyak HP Android yang mengantongi sertifikasi durabilitas seperti IP68, IP69, IP69K, hingga MIL-STD-810H compliant. Ada juga perlindungan kaca Corning Gorilla Glass Armor di layar. Frame metal yang kokoh juga hadir di HP mid-range hingga flagship. Update software dari 4-7 tahun juga bisa kamu temukan. Nah, semua hal tersebut bikin HP Android kokoh, tahan air, debu, dan awet.
HP Android sering dipandang rendah sebenarnya sama sekali tak berdasar. Biasanya orang-orang hanya membandingkan iPhone dengan HP Android murah yang tentunya punya kualitas buruk. Jika membandingkan di kelas yang sama, maka HP Android tak jauh beda dengan iPhone. Kameranya bagus, layarnya berkualitas, punya update panjang, dan dilapisi material premium.


















