Masih menunggu kabar setelah interview kerja, tapi email dari rekruter belum juga masuk? Situasi ini cukup sering dialami para pencari kerja setelah melewati tahap wawancara. Tak sedikit kandidat yang merasa ragu untuk menghubungi kembali pihak rekruter, entah karena takut dianggap terburu-buru atau belum yakin bagaimana cara menyampaikannya dengan tepat.
Padahal, kondisi ini umum terjadi, terutama bagi fresh graduate yang baru pertama kali melalui proses rekrutmen. Di sisi lain, mengirimkan follow up email justru bisa menunjukkan sikap profesional, antusiasme, sekaligus keseriusan terhadap posisi yang dilamar. Jika dilakukan dengan cara yang tepat, follow up email dapat memberikan kesan positif di mata rekruter. Maka dari itu, artikel ini akan membahas cara follow up hasil wawancara kerja lewat email profesional. Yuk, simak sampai akhir!
