Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Follow Up Hasil Wawancara Kerja Lewat Email Profesional
ilustrasi pengguna mengirim email lewat laptop (magnific.com/freepik)

Masih menunggu kabar setelah interview kerja, tapi email dari rekruter belum juga masuk? Situasi ini cukup sering dialami para pencari kerja setelah melewati tahap wawancara. Tak sedikit kandidat yang merasa ragu untuk menghubungi kembali pihak rekruter, entah karena takut dianggap terburu-buru atau belum yakin bagaimana cara menyampaikannya dengan tepat.

Padahal, kondisi ini umum terjadi, terutama bagi fresh graduate yang baru pertama kali melalui proses rekrutmen. Di sisi lain, mengirimkan follow up email justru bisa menunjukkan sikap profesional, antusiasme, sekaligus keseriusan terhadap posisi yang dilamar. Jika dilakukan dengan cara yang tepat, follow up email dapat memberikan kesan positif di mata rekruter. Maka dari itu, artikel ini akan membahas cara follow up hasil wawancara kerja lewat email profesional. Yuk, simak sampai akhir!

1. Hal yang harus ada di follow up email

ilustrasi pesan email di layar laptop (magnific.com/rawpixel.com)

Agar terlihat profesional, pastikan follow up email yang kamu kirim memuat beberapa elemen penting berikut ini.

  • Gunakan subjek email yang jelas dan informatif, misalnya “Follow Up Interview – [Nama Anda] – Posisi [Nama Posisi]”. Subjek yang jelas akan memudahkan rekruter mengenali tujuan email kamu sejak awal tanpa perlu membuka isi pesan terlebih dahulu.

  • Sertakan ucapan terima kasih sebagai bentuk apresiasi karena sudah diberi kesempatan untuk mengikuti proses wawancara. Hal sederhana ini dapat membantu memberikan kesan positif dan menunjukkan sikap profesional sejak awal email.

  • Tambahkan pengingat singkat tentang diri kamu, seperti nama dan posisi yang dilamar. Tidak perlu panjang, cukup untuk membantu rekruter mengingat kembali konteks wawancara yang sudah dilakukan.

  • Sampaikan pertanyaan secara sopan mengenai status proses rekrutmen, dengan bahasa yang halus dan tidak terkesan menuntut jawaban segera. Kamu bisa menanyakan apakah sudah terdapat perkembangan dari tahapan seleksi yang sedang berjalan.

  • Terakhir, tutup email dengan kalimat yang sopan dan profesional, seperti ucapan terima kasih serta harapan untuk mendapatkan kabar selanjutnya.

2. Contoh email follow up wawancara kerja

ilutrasi email follow up wawancara kerja (dok. pribadi/Jubaedah Haryani)

Subjek: Follow Up Interview – Jubaedah Haryani – Content Writer

Isi Email:

Yth. Bapak/Ibu HRD,

Perkenalkan, saya Jubaedah Haryani, yang pada tanggal 23 Juni 2026 telah mengikuti sesi wawancara untuk posisi Content Writer di perusahaan Bapak/Ibu.

Saya ingin menyampaikan terima kasih atas kesempatan dan waktu yang telah diberikan selama proses wawancara. Saya juga senang dapat berdiskusi lebih lanjut mengenai posisi tersebut serta mengenal lebih jauh visi dan budaya kerja di perusahaan Anda.

Melalui email ini, saya ingin menanyakan apakah sudah terdapat pembaruan terkait proses rekrutmen untuk posisi tersebut. Saya masih sangat antusias untuk dapat bergabung dan berkontribusi di tim Bapak/Ibu.

Terima kasih atas perhatian dan waktu yang diberikan. Saya menantikan kabar baik selanjutnya.

Hormat saya,

Jubaedah Haryani

3. Kapan waktu yang tepat untuk follow up?

ilustrasi tampilan kotak masuk email di laptop (magnific.com/rawpixel.com)

Waktu ideal untuk mengirim follow up email adalah sekitar 3–7 hari kerja setelah sesi wawancara berlangsung, kecuali jika pihak interviewer sudah memberikan informasi mengenai timeline pengumuman hasil. Jika dalam proses wawancara mereka menyampaikan bahwa hasil akan diumumkan dalam waktu dua minggu, maka sebaiknya kamu menunggu hingga mendekati akhir periode tersebut sebelum mengirimkan email follow up. Hindari mengirim follow up terlalu cepat, misalnya hanya sehari setelah wawancara, karena dapat memberi kesan kurang sabar atau terburu-buru.

Dengan memilih waktu yang tepat, follow up email akan terlihat lebih profesional dan menunjukkan bahwa kamu menghargai proses rekrutmen yang sedang berjalan. Di tahap ini, komunikasi yang baik juga membantu membangun kesan positif di mata rekruter, tanpa terkesan memaksa atau terburu-buru meminta kepastian. Dalam proses rekrutmen, bukan hanya isi jawaban yang dinilai, tetapi juga cara kamu menjaga komunikasi.

Follow up setelah interview bukanlah hal yang tabu selama dilakukan dengan cara yang tepat. Jadi, jangan ragu untuk mengirim email follow up agar kamu bisa mendapatkan kejelasan mengenai proses rekrutmen yang sedang berjalan. Kalau kamu sendiri, apakah sudah pernah mencoba cara follow up hasil wawancara kerja lewat email profesional ke rekruter?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article