Kemajuan kecerdasan artifisial atau AI membuat suara seseorang dapat ditiru dengan semakin meyakinkan. Rekaman suara yang tersedia dalam video atau unggahan di internet dapat dimanfaatkan untuk menciptakan suara sintetis yang menyerupai keluarga, teman, atau rekan kerja. Teknologi tersebut dikenal sebagai voice cloning.
Dilansir Otoritas Jasa Keuangan pada 15 November 2025, Satgas PASTI mengingatkan bahwa teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk merekam dan meniru suara teman, kolega, atau anggota keluarga yang berujung pada penipuan. Suara yang telah dipelajari tersebut kemudian dapat digunakan pelaku untuk berbicara seolah-olah dirinya merupakan orang yang dikenal sebagai korban. Karena itu, suara yang terdengar familier tidak boleh langsung dijadikan bukti bahwa identitas penelepon benar. Agar kamu terhindar dari hal-hal buruk, berikut cara mengenali penipuan voice cloning AI.
