ChatGPT Mulai Uji Coba Iklan, Pengguna Gratis Bakal Kena

- Iklan diuji coba untuk pengguna gratis dan paket Go
- Jawaban ChatGPT tidak akan dipengaruhi sponsor
- OpenAI berupaya mencari pendapatan baru
Kabar mengejutkan datang bagi para pengguna setia ChatGPT, khususnya yang menikmati layanan ini secara cuma-cuma. OpenAI baru saja mengumumkan bahwa mereka akan mulai menguji coba penayangan iklan di dalam platform chatbot populer tersebut. Penayangan iklan menjadi strategi monetisasi terbaru perusahaan di tengah tingginya biaya operasional untuk menjalankan kecerdasan buatan (AI).
Selama ini, ChatGPT dikenal dengan antarmuka yang bebas gangguan iklan, tetapi hal tersebut akan segera berubah bagi sebagian pengguna. Uji coba ini rencananya akan dirilis bertahap dalam beberapa minggu mendatang di Amerika Serikat (AS) sebelum meluas ke wilayah lain. Penasaran bagaimana dampaknya bagi akun kamu? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
1. Iklan diuji coba untuk pengguna gratis dan paket Go

OpenAI menyatakan, iklan ini hanya akan muncul bagi pengguna versi gratis dan pelanggan paket ChatGPT Go seharga Rp75 ribuan per bulan. Uji coba perdana akan menyasar pengguna di wilayah Amerika Serikat terlebih dahulu dalam beberapa minggu ke depan. Meskipun tak luput dari iklan, pengguna paket Go sendiri mendapatkan kuota pesan dan pembuatan gambar lebih banyak daripada pengguna gratis.
Kabar baiknya, bagi kamu yang berlangganan paket premium lain, kamu akan tetap bebas dari gangguan promosi. Akun dengan status ChatGPT Plus, Pro, Team, dan Enterprise dipastikan tidak akan melihat iklan sama sekali dalam antarmuka mereka. Hal ini memberikan nilai tambah bagi pengguna yang rela merogoh kocek lebih.
Iklan di ChatGPT tidak akan muncul di tengah-tengah kalimat yang sedang diketik oleh AI, melainkan ditempatkan di bagian bawah respons jawaban. Posisi ini dipilih agar tidak mengganggu alur membaca pengguna saat mencari informasi penting.
Untuk menghindari kebingungan, OpenAI berjanji akan memberikan label yang sangat jelas pada setiap materi promosi yang tampil. Dilansir 9to5Google, iklan akan ditandai dengan label "Sponsored" sehingga pengguna dapat membedakan mana saran organik dari AI dan mana yang merupakan tawaran produk.
2. Jawaban ChatGPT tidak akan dipengaruhi sponsor

Salah satu kekhawatiran terbesar pengguna adalah potensi campur tangan pengiklan terhadap objektivitas jawaban ChatGPT. Menanggapi hal ini, OpenAI memperkenalkan prinsip "Answer Independence" atau kemandirian jawaban yang menjamin bahwa pengiklan tidak bisa mendikte isi respons ChatGPT. Jawaban yang kamu terima tetap dioptimalkan untuk membantu kebutuhanmu, bukan disetir oleh kepentingan sponsor.
Terkait keamanan data pribadi, OpenAI menegaskan tidak akan menjual data percakapan pengguna secara langsung kepada pihak pengiklan. Dikutip dari WIRED, pengiklan hanya akan menerima data performa agregat seperti jumlah klik atau impresi iklan, tanpa mengetahui identitas spesifik pengguna. Percakapan privat kamu dengan chatbot tetap dijaga kerahasiaannya dan tidak dibagikan kepada pihak ketiga.
Namun, sistem ChatGPT masih akan menggunakan topik percakapan secara otomatis untuk menentukan iklan yang relevan. Misalnya, jika kamu sedang bertanya tentang rekomendasi liburan, sistem mungkin menampilkan iklan hotel yang sesuai dengan lokasi tersebut di bawah jawaban.
Pengguna juga diberikan kendali atas pengalaman iklan mereka melalui menu pengaturan. Kamu bisa mematikan fitur personalisasi iklan dan menghapus data yang digunakan untuk penargetan kapan saja. Selain itu, iklan tidak akan muncul pada topik sensitif seperti kesehatan, politik, atau bagi pengguna yang teridentifikasi berusia di bawah 18 tahun.
3. OpenAI berupaya mencari pendapatan baru
Keputusan untuk menghadirkan iklan ini didorong oleh kebutuhan finansial yang mendesak mengingat mahalnya biaya operasional AI. Melansir dari laporan Axios, OpenAI diprediksi bisa menghabiskan dana hingga ratusan miliar dolar di masa depan untuk infrastruktur AI. Pendapatan dari iklan diharapkan dapat membantu menutupi biaya tersebut tanpa harus mewajibkan semua pengguna membayar biaya langganan yang mahal.
Dalam pernyataan resminya, OpenAI menyebut langkah ini selaras dengan misi mereka untuk memastikan manfaat AI bisa dirasakan oleh seluruh umat manusia. Dengan adanya dukungan pendapatan iklan, perusahaan dapat terus menyediakan akses ChatGPT gratis kepada masyarakat luas yang mungkin belum mampu berlangganan. Ini dianggap sebagai jalan tengah untuk menjaga keberlanjutan layanan gratis.
Ke depannya, format iklan di ChatGPT diprediksi tidak hanya berupa gambar atau teks statis, melainkan lebih interaktif. OpenAI membayangkan skenario di mana pengguna bisa bertanya langsung kepada iklan tersebut untuk membantu keputusan pembelian. Ide ini membuka peluang baru bagi interaksi antara konsumen dan merek yang lebih dinamis dibanding iklan banner tradisional.
Era chatbot AI tanpa iklan tampaknya mulai berakhir bagi pengguna gratis seiring berjalannya waktu. Pengguna kini dihadapkan pada pilihan untuk tetap menikmati layanan gratis dengan sisipan promosi atau beralih ke paket berbayar demi kenyamanan. Menurutmu, apakah kehadiran iklan ini harga yang pantas dibayar untuk akses AI gratis, atau kamu lebih memilih pindah ke platform lain?

















