- Tentukan kebutuhan utama
10 AI Selain ChatGPT yang Sering Digunakan, Jadi Andalan

- AI selain ChatGPT hadir dengan fungsi beragam, mulai dari riset berbasis sumber, penulisan konten, hingga produktivitas.
- Beberapa AI populer seperti Gemini, Claude, dan Perplexity sering dipilih karena versi gratisnya cukup andal, mudah digunakan, dan relevan.
- Tidak ada satu AI terbaik untuk semua orang karena setiap platform memiliki keunggulan berbeda.
ChatGPT bukan satu-satunya AI yang bisa diandalkan. Saat ini, AI selain ChatGPT hadir dengan keunggulan yang lebih spesifik dan sering kali lebih cocok untuk kebutuhan tertentu, mulai dari riset cepat hingga penulisan akademik.
Di artikel ini, kamu akan menemukan AI selain ChatGPT yang paling sering digunakan, termasuk opsi gratis yang cocok untuk mahasiswa dan pekerja profesional. Apa saja daftar AI-nya? Perhatikan penjelasan berikut dengan sa ksama.
Table of Content
Daftar AI selain ChatGPT
AI selain ChatGPT merujuk pada berbagai platform kecerdasan buatan berbasis model bahasa besar (large language model) yang mampu memahami dan menghasilkan teks seperti manusia. Masing-masing AI dikembangkan oleh perusahaan berbeda dengan fokus dan keunggulan tersendiri, mulai dari integrasi mesin pencari, keamanan data, hingga kemampuan analisis dokumen.
Beberapa AI di bawah ini sering dibandingkan dengan ChatGPT karena menawarkan pengalaman serupa, bahkan lebih unggul di aspek tertentu. Berikut daftar AI selain ChatGPT yang paling populer dan banyak dipakai saat ini.
1. Gemini

Gemini dirancang untuk terintegrasi langsung dengan ekosistem Google. AI ini sebelumnya dikenal sebagai Bard, lalu berevolusi menjadi Gemini dengan kemampuan multimodal yang lebih kuat, seperti memahami teks, gambar, audio, hingga kode.
Buat kamu yang sering memakai Google Docs, Gmail, atau Google Search, Gemini akan terasa sangat praktis. AI ini unggul dalam menjawab pertanyaan faktual, merangkum dokumen, serta membantu penulisan berbasis data terbaru karena terhubung dengan mesin pencari Google. Versi gratisnya sudah cukup andal, sementara versi berbayar menawarkan konteks lebih panjang dan analisis lanjutan.
2. Claude

Claude adalah AI selain ChatGPT yang dikembangkan oleh Anthropic, perusahaan riset AI asal Amerika Serikat. AI ini dikenal dengan pendekatan constitutional AI, yaitu metode pelatihan yang menekankan keamanan, etika, dan kejelasan jawaban agar lebih minim bias serta halusinasi.
Claude sering dipilih oleh pengguna yang butuh analisis teks panjang, seperti membaca jurnal, kontrak, atau laporan akademik. Untuk mahasiswa, Claude tergolong AI mudah digunakan karena mampu merangkum materi kompleks dengan bahasa lebih natural dan terstruktur.
3. Perplexity

Perplexity fokus pada pencarian berbasis jawaban (answer engine). Berbeda dari chatbot biasa, Perplexity selalu menyertakan sumber rujukan sehingga kamu bisa langsung mengecek asal informasi yang diberikan.
AI ini cocok untuk kamu yang sering melakukan riset cepat atau penulisan berbasis data faktual. Perplexity kerap dipakai sebagai AI selain ChatGPT dan DeepSeek karena kemampuannya menggabungkan fungsi chatbot dan mesin pencari. Untuk mahasiswa, Perplexity sangat membantu saat mengerjakan tugas karena referensinya transparan dan mudah ditelusuri.
4. DeepSeek

DeepSeek banyak dibicarakan karena performanya di bidang teknis, terutama pemrograman dan analisis data. AI ini dikembangkan oleh tim asal China dan dikenal mampu menangani pertanyaan kompleks dengan struktur jawaban yang rapi serta logis.
Buat kamu yang berkutat dengan kode atau tugas berbasis logika, DeepSeek dinilai memiliki akurasi cukup konsisten. Versi gratisnya sudah mendukung penulisan kode, debugging sederhana, serta penjelasan konsep teknis dengan bahasa yang relatif mudah dipahami.
5. Jasper AI

Jasper AI termasuk dalam daftar AI selain ChatGPT yang fokus pada pembuatan konten dan pemasaran digital. AI ini dirancang khusus untuk membantu penulisan artikel, copywriting, deskripsi produk, hingga konten media sosial.
Kalau kamu bekerja di bidang kreatif, pemasaran, atau media, Jasper AI terasa lebih terarah dibandingkan chatbot umum. Meski tidak sepenuhnya gratis, Jasper menawarkan template dan alur kerjanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
6. Copilot

Copilot dikembangkan Microsoft dan terintegrasi dengan ekosistemnya, seperti Windows, Microsoft Edge, dan Microsoft 365. AI ini memanfaatkan teknologi model bahasa canggih untuk membantu pencarian, penulisan, hingga analisis dokumen.
Keunggulan Copilot terletak pada integrasinya dengan Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Cocok untuk kamu yang sering mengolah data atau membuat presentasi.
7. YouChat

YouChat langsung terhubung dengan mesin pencari You.com. AI ini menggabungkan fungsi chatbot dan pencarian real-time, sehingga jawaban yang diberikan cenderung berbasis informasi terbaru.
YouChat cocok untuk kamu yang ingin alternatif selain ChatGPT yang gratis dengan pendekatan mirip mesin pencari. AI ini sering dipakai untuk riset ringan, penelusuran tren, dan pertanyaan umum yang membutuhkan konteks aktual tanpa proses yang rumit.
8. ChatSonic

ChatSonic adalah AI selain ChatGPT yang dikembangkan oleh Writesonic dan terhubung dengan mesin pencari. ChatSonic mampu memberikan jawaban yang lebih real-time dibandingkan chatbot konvensional.
Buat kamu yang sering menulis artikel, caption media sosial, atau ringkasan berita, ChatSonic cukup relevan sebagai AI selain ChatGPT yang gratis dengan batas penggunaan harian. Fiturnya mencakup penulisan konten, pembuatan gambar berbasis AI, serta jawaban faktual yang dilengkapi konteks waktu.
9. Notion AI

Notion AI adalah fitur kecerdasan buatan yang terintegrasi langsung di aplikasi Notion. Berbeda dari chatbot mandiri, AI ini bekerja di dalam catatan, dokumen, dan workspace sehingga lebih fokus pada produktivitas dan manajemen informasi.
Untuk mahasiswa dan pekerja yang terbiasa mencatat atau menyusun tugas, Notion AI termasuk AI selain ChatGPT yang sangat praktis. Kamu bisa memakainya untuk merangkum materi kuliah, menyusun outline, memperbaiki kalimat, hingga membuat to-do list otomatis dari catatan panjang.
10. Wordtune

Sudah tahu AI selain ChatGPT ini? Wordtune fokus pada penyempurnaan tulisan, bukan sekadar menjawab pertanyaan. AI ini membantu memperbaiki struktur kalimat, pilihan kata, dan alur bahasa agar tulisan terdengar lebih jelas dan profesional.
Kalau kamu sering menulis esai, email akademik, atau artikel opini, Wordtune cocok sebagai pendamping ChatGPT. Versi gratisnya bisa digunakan untuk parafrase dan perbaikan dasar, sehingga dapat meningkatkan kualitas tulisan tanpa mengubah makna aslinya.
Tips memilih AI selain ChatGPT
Memilih AI selain ChatGPT sebaiknya disesuaikan dengan tujuan penggunaan. Pasalnya, setiap AI memiliki fokus dan keunggulan berbeda, mulai dari untuk kebutuhan riset hingga penulisan. Dengan memahami kebutuhan sejak awal, kamu bisa memaksimalkan manfaat AI yang dipakai.
Berikut beberapa tips yang bisa kamu aplikasikan:
Langkah pertama adalah memahami tujuan penggunaan AI dalam aktivitas sehari-hari. Apakah kamu membutuhkan AI untuk menulis artikel, melakukan riset akademik, membantu pemrograman, atau mengelola catatan dan tugas?
Misalnya, Perplexity lebih cocok untuk riset berbasis sumber karena menampilkan referensi. Sementara Notion AI unggul untuk produktivitas dan pengelolaan informasi.
- Perhatikan akses gratis dan batasannya
Jika mencari AI selain ChatGPT yang gratis, penting untuk mengecek batas pemakaian harian dan fitur yang tersedia. Beberapa AI gratis membatasi jumlah prompt, panjang jawaban, atau akses ke fitur lanjutan. Pastikan versi gratisnya cukup membantu kebutuhanmu.
- Cek keakuratan dan sumber informasi
Untuk kebutuhan akademik atau penulisan berbasis data, keakuratan menjadi faktor penting. Pilih AI selain ChatGPT yang menyertakan sumber rujukan atau setidaknya mudah diverifikasi. Cara ini bisa membantu menekan risiko informasi keliru dan memudahkan kamu saat mencantumkan referensi.
- Sesuaikan dengan ekosistem aplikasi
AI akan terasa lebih optimal jika terintegrasi dengan aplikasi yang sudah sering kamu gunakan. Gemini cocok bagi pengguna layanan Google, sedangkan Copilot lebih maksimal untuk kamu yang terbiasa dengan Micorosoft Office. Penyesuaian ekosistem ini bisa meningkatkan efisiensi kerja tanpa perlu banyak adaptasi.
- Uji langsung sebelum berlangganan
Hampir semua AI menyediakan versi gratis atau masa uji coba yang bisa dimanfaatkan. Gunakan fase ini untuk menilai kualitas jawaban, gaya bahasa, kecepatan respons, serta kemudahan penggunaan. Dari situ, kamu bisa menentukan apakah AI tersebut layak digunakan dalam jangka panjang atau tidak.
Dengan mempertimbangkan poin-poin di atas, kamu bisa jadi tahu AI selain ChatGPT mana yang paling efisien dan sesuai dengan kebutuhanmu sehari-hari.
Kesimpulan
Itulah daftar AI selain ChatGPT yang memiliki kemampuan dan fokus masing-masing, mulai dari untuk riset berbasis sumber, penulisan konten, produktivitas, hingga analisis teknis. Dengan banyaknya pilihan seperti Gemini, Claude, Perplexity, hingga Copilot, kamu bisa menyesuaikan AI sesuai kebutuhan.
Jadi, kamu tidak perlu terpaku pada satu AI saja. Kalau ingin eksplor lebih banyak topik teknologi dan rekomendasi tools AI, jangan lewatkan artikel-artikel relevan lainnya di IDN Times. Perluas wawasanmu, ya!
FAQ seputar AI selain ChatGPT
| Selain ChatGPT, pakai apa? | Selain ChatGPT, kamu bisa memakai Gemini, Claude, Perplexity, Copilot, atau DeepSeek sesuai kebutuhan. |
| Apa lagi AI yang mirip dengan ChatGPT? | AI yang mirip dengan ChatGPT antara lain Claude dan Gemini karena sama-sama berbasis model bahasa besar dan mampu berdialog secara natural. |
| Siapa pesaing ChatGPT? | Pesaing ChatGPT datang dari berbagai perusahaan teknologi, seperti Google dengan Gemini, Anthropic dengan Claude, dan Microsoft lewat Copilot. |
| Manakah AI nomor 1? | Tidak ada satu AI nomor 1 untuk semua kebutuhan karena tiap AI memiliki keunggulan berbeda, tergantung tujuan penggunaan dan preferensi pengguna. |
| Apakah AI selain ChatGPT gratis? | Beberapa AI selain ChatGPT menyediakan versi gratis dengan batasan tertentu, seperti Gemini, Perplexity, YouChat, dan Wordtune. |
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan telah melewati proses penyuntingan oleh tim konten IDN Times.



















