ilustrasi pusat data AI (magnific.com/Studio DC)
Kesepakatan ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi AI Google. Dalam pernyataannya, perusahaan menyebut lonjakan permintaan terhadap layanan AI mereka jauh melampaui perkiraan awal. "Google Cloud dan SpaceX adalah mitra lama. Ini merupakan perjanjian jangka pendek yang tepat waktu untuk memastikan kami memiliki kapasitas sementara guna memenuhi lonjakan permintaan pelanggan untuk platform agen AI kami, Gemini Enterprise, yang bahkan lebih tinggi dari yang kami perkirakan," kata Google, dikutip dari TechCrunch, Rabu (10/6/2026).
Menurut Google, tingginya permintaan tersebut membuat perusahaan membutuhkan tambahan kapasitas komputasi dalam waktu singkat. Kesepakatan dengan SpaceX pun menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Skala kerja sama ini hampir setara dengan kontrak yang sebelumnya diumumkan SpaceX bersama Anthropic pada akhir Mei lalu. Saat itu, Anthropic sepakat membayar 1,25 miliar dolar AS per bulan hingga 2029 untuk menyewa seluruh kapasitas komputasi yang tersedia di pusat data Colossus 1 di dekat Memphis, Tennessee.
Jika dibandingkan, kontrak Google diperkirakan memberikan akses terhadap sekitar setengah kapasitas komputasi yang diperoleh Anthropic. Namun, SpaceX tidak mengungkap secara spesifik pusat data yang akan digunakan Google untuk menjalankan beban kerja AI mereka. Google sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu pemilik infrastruktur AI terbesar di dunia. Meski demikian, pesatnya pertumbuhan layanan AI generatif membuat perusahaan tetap membutuhkan tambahan kapasitas komputasi dari pihak eksternal.