Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
JBL Rayakan 80 Tahun Inovasi, Buka Booth Experience di Grand Indonesia
Booth Perayaan 80 tahun JBL (IDN Times/Fatkhur Rozi)
  • JBL merayakan 80 tahun inovasi melalui pameran interaktif 21–25 Oktober 2026 di Grand Indonesia, Jakarta.

  • Pengunjung dapat mencoba karaoke berbasis AI, headphone premium, open-ear, audio sinematik, gaming spatial sound, dan koleksi perangkat ikonik.

  • JBL memperkenalkan arah inovasi berupa spatial audio, teknologi audio adaptif, desain berkelanjutan, serta dukungan bagi komunitas dan talenta musik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1946

JBL didirikan oleh James B. Lansing. Perusahaan mulai berfokus pada pengembangan teknologi suara.

21 hingga 25 Oktober 2026

JBL menggelar pameran interaktif 80 Years of Powering Voices di Grand Indonesia, Jakarta.

24 Oktober 2026

Workshop kustomisasi produk bersama Diela Maharanie dijadwalkan berlangsung sebagai bagian dari pameran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    JBL menggelar pameran interaktif bertajuk 80 Years of Powering Voices untuk merayakan ulang tahun ke-80.
  • Who?
    JBL, merek audio di bawah naungan HARMAN, menghadirkan pameran dan berbagai teknologi audio.
  • Where?
    Pameran berlangsung di Main Atrium, East Mall Level 1, Grand Indonesia, Jakarta.
  • When?
    Acara berlangsung pada 21 hingga 25 Oktober 2026.
  • Why?
    JBL merayakan perjalanan inovasi audio sejak didirikan pada 1946 dan memperkenalkan arah pengembangan teknologinya.
  • How?
    JBL menghadirkan zona interaktif, demonstrasi produk, permainan audio, pengumpulan JBL Points, serta workshop kustomisasi produk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

JBL sedang berulang tahun ke-80. JBL membuat pameran di Grand Indonesia, Jakarta. Orang-orang bisa mencoba mikrofon karaoke pintar, headphone, speaker, dan permainan suara untuk bermain game. Mereka juga bisa melihat barang JBL dari dulu. Pameran ini berlangsung pada 21 sampai 25 Oktober 2026. JBL juga menyiapkan teknologi suara baru dan kegiatan untuk musisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pameran JBL mempertemukan sejarah, teknologi, dan aktivitas hiburan dalam satu ruang yang dapat dicoba langsung oleh pengunjung. Kehadiran zona karaoke, gaming, audio sinematik, serta koleksi perangkat ikonik membuat inovasi audio lebih mudah dikenali melalui pengalaman. Program komunitas dan dukungan bagi talenta musik juga memperluas keterlibatan JBL di luar pengembangan produk.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

JBL merayakan ulang tahun ke-80 dengan menggelar pameran interaktif bertajuk 80 Years of Powering Voices di Grand Indonesia, Jakarta, pada 21 hingga 25 Oktober 2026. Melalui perayaan ini, merek audio di bawah naungan HARMAN tersebut mengajak pengunjung mengenal perjalanan inovasi JBL sejak pertama kali didirikan pada 1946. Pameran ini juga menghadirkan berbagai produk audio, mulai dari perangkat klasik hingga teknologi terbaru yang dapat dicoba secara langsung.

Perayaan tersebut menjadi momentum bagi JBL untuk memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi audio telah mengubah cara masyarakat menikmati musik dan hiburan. Selama delapan dekade, JBL tidak hanya mengembangkan perangkat audio untuk penggunaan pribadi, tetapi juga menghadirkan sistem tata suara untuk studio rekaman, bioskop, konser, hingga berbagai acara berskala besar. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari perkembangan JBL yang kini menjangkau berbagai kebutuhan dan gaya hidup pengguna.

Di Indonesia, JBL menghadirkan sejumlah zona interaktif yang menggabungkan pengalaman audio dengan aktivitas berbasis permainan. Pengunjung dapat mencoba mikrofon karaoke dengan teknologi AI, menjajal headphone premium, merasakan pengalaman gaming dengan spatial sound, hingga melihat koleksi perangkat ikonik melalui JBL Playback Gallery. Pameran ini sekaligus menjadi kesempatan bagi JBL untuk memperkenalkan arah inovasinya di tengah perubahan kebutuhan konsumen terhadap perangkat audio.

1. Delapan dekade perjalanan JBL di industri audio

Booth Perayaan 80 tahun JBL (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Perjalanan JBL dimulai pada 1946 ketika perusahaan ini didirikan oleh James B. Lansing, seorang insinyur yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan teknologi suara. Sejak awal, JBL berfokus pada inovasi perangkat audio yang mampu menghadirkan kualitas suara untuk berbagai kebutuhan. Teknologi yang dikembangkan kemudian digunakan dalam sistem hiburan rumah, studio rekaman profesional, hingga pertunjukan musik.

Nama JBL juga memiliki hubungan panjang dengan industri hiburan dan budaya populer. Perangkat audionya pernah menjadi bagian dari berbagai acara musik besar, termasuk Woodstock dan Tomorrowland. Keterlibatan tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi audio tidak hanya berfungsi sebagai perangkat pendukung, tetapi juga memiliki peran penting dalam menghadirkan pengalaman musik bagi penonton.

Dalam perkembangannya, JBL memperluas bisnis ke berbagai kategori produk audio. Perusahaan menghadirkan speaker portabel, headphone, perangkat audio premium, sistem tata suara profesional, hingga solusi audio untuk kendaraan. JBL juga menyebut bahwa sistem audio JBL Professional digunakan di lebih dari 40 persen bioskop di seluruh dunia.

Perjalanan panjang tersebut turut diikuti berbagai pencapaian di industri audio. JBL telah menerima penghargaan Academy Awards atau Piala Oscar atas kontribusinya dalam bidang tata suara, serta Grammy Award yang berkaitan dengan pengembangan teknologi perangkat audio profesional. Pengakuan tersebut menjadi bagian dari sejarah perusahaan dalam mengembangkan teknologi suara untuk kebutuhan studio, konser, bioskop, dan penyiaran.

2. Pameran di Grand Indonesia hadirkan pengalaman audio interaktif

Booth Perayaan 80 tahun JBL (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Untuk merayakan ulang tahun ke-80 di Indonesia, JBL menghadirkan pameran khusus di Main Atrium, East Mall Level 1, Grand Indonesia, Jakarta. Acara yang berlangsung pada 21 hingga 25 Oktober 2026 ini dirancang sebagai ruang bagi pengunjung untuk mengenal sejarah JBL sekaligus mencoba berbagai inovasi audionya. Berbeda dari pameran produk biasa, JBL menggabungkan demonstrasi teknologi dengan aktivitas interaktif berbasis permainan.

Pengunjung dapat mengikuti sejumlah tantangan yang dirancang untuk memperlihatkan karakter dan kemampuan perangkat audio JBL. Setiap zona memiliki aktivitas berbeda, mulai dari karaoke, menebak lagu, hingga mencoba pengalaman suara dalam permainan. Pendekatan ini memungkinkan pengunjung memahami fungsi produk melalui pengalaman langsung, bukan sekadar membaca informasi spesifikasi.

JBL juga menghadirkan sistem pengumpulan poin selama acara berlangsung. Pengunjung yang mendaftar sebagai anggota melalui JBLStore.co.id dapat memperoleh JBL Points dari aktivitas yang diikuti. Poin tersebut kemudian dapat ditukarkan dengan merchandise eksklusif yang tersedia selama perayaan.

Melalui konsep tersebut, JBL ingin menjadikan pameran sebagai pengalaman yang melibatkan pengunjung secara aktif. Teknologi audio diperkenalkan melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian, seperti mendengarkan musik, bernyanyi, menonton film, dan bermain game. Hal ini juga memperlihatkan bagaimana ekosistem produk JBL kini mencakup berbagai kebutuhan hiburan yang berbeda.

3. JBL EasySing Mic hadir dengan teknologi AI Vocal Removal

Booth Perayaan 80 tahun JBL (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Salah satu teknologi yang diperkenalkan dalam pameran ini adalah JBL EasySing Mic. Mikrofon pintar tersebut menjadi bagian dari zona Just Be Lo, It’s Easy, yang memungkinkan pengunjung mencoba pengalaman karaoke secara langsung. JBL menyematkan fitur AI Vocal Removal untuk mendukung aktivitas bernyanyi menggunakan perangkat tersebut.

Teknologi AI Vocal Removal menjadi salah satu contoh pemanfaatan kecerdasan buatan dalam perangkat audio konsumen. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat memanfaatkan teknologi pemrosesan suara untuk mendukung pengalaman karaoke. Kehadiran fitur berbasis AI juga memperlihatkan bagaimana inovasi perangkat audio kini berkembang melampaui peningkatan kualitas speaker atau mikrofon.

Selain mencoba JBL EasySing Mic secara langsung, pengunjung dapat mengunjungi zona PartyBox Karaoke. Area ini menggunakan kombinasi JBL PartyBox dan JBL EasySing Mics untuk menghadirkan pengalaman bernyanyi yang lebih lengkap. Pengunjung juga dapat membagikan momen karaoke mereka melalui media sosial.

Kedua zona tersebut menunjukkan pendekatan JBL dalam menghadirkan perangkat audio untuk kebutuhan hiburan sosial. Mikrofon dan speaker tidak hanya digunakan untuk menghasilkan suara, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas yang melibatkan interaksi antarpengguna. Melalui pengalaman tersebut, JBL memperlihatkan bagaimana teknologi audio dapat digunakan dalam berbagai kegiatan hiburan sehari-hari.

4. Headphone, open-ear, dan gaming jadi bagian dari pengalaman audio

Selain karaoke, JBL menghadirkan zona Feel The Sound yang berfokus pada pengalaman mendengarkan musik menggunakan headphone premium. Pengunjung diajak mengikuti permainan tebak lagu untuk mengenali detail suara yang dihasilkan perangkat audio. Aktivitas tersebut dirancang agar pengguna dapat merasakan karakter suara headphone secara langsung.

JBL juga memperkenalkan kategori perangkat open-ear melalui zona Self Expression. Dalam aktivitas ini, pengunjung mengikuti tantangan gerakan sambil menggunakan perangkat JBL Open-Ear. Tujuannya adalah memberikan pengalaman mengenai kenyamanan dan stabilitas perangkat ketika digunakan dalam kondisi aktif.

Untuk kebutuhan hiburan di rumah, tersedia zona Bring the Cinema Home yang menampilkan pengalaman audio sinematik. Pengunjung dapat mengikuti kuis interaktif berdasarkan cuplikan film sambil mencoba kemampuan tata suara dari lini produk JBL Home Audio. Zona ini memperlihatkan peran teknologi audio dalam menghadirkan pengalaman menonton yang lebih imersif.

Sementara itu, penggemar game dapat mencoba zona Sound Is Survival yang menghadirkan kompetisi gaming 1v1. Melalui aktivitas tersebut, pengunjung dapat merasakan teknologi spatial sound dari lini headset JBL Quantum. Teknologi suara spasial menjadi salah satu kemampuan yang ditonjolkan untuk memberikan pengalaman audio lebih imersif ketika bermain game.

5. JBL L100 Classic 80 jadi simbol perjalanan teknologi audio

Selain memperkenalkan produk dan teknologi terbaru, JBL turut menghadirkan JBL Playback Gallery dalam perayaan ulang tahun ke-80. Area ini dirancang sebagai lorong waktu yang menampilkan berbagai perangkat ikonik JBL dari delapan dekade terakhir. Pengunjung dapat melihat bagaimana desain dan teknologi audio perusahaan berkembang dari masa ke masa.

Salah satu produk yang menjadi perhatian dalam pameran tersebut adalah JBL L100 Classic 80. Speaker edisi terbatas ini dihadirkan sebagai bentuk penghormatan terhadap desain klasik JBL dari era 1970-an. Produk tersebut mempertahankan karakter visual yang identik dengan perangkat audio klasik, tetapi telah diperbarui menggunakan standar akustik modern.

Kehadiran JBL L100 Classic 80 memperlihatkan bagaimana perusahaan menggabungkan warisan desain dengan perkembangan teknologi suara. Bagi penggemar audio, perangkat ini menjadi representasi perjalanan JBL dari era sistem audio konvensional hingga perangkat modern. JBL juga memosisikannya sebagai penghubung antara generasi pendengar musik yang tumbuh bersama perangkat audio klasik dan pengguna masa kini.

Melalui Playback Gallery, JBL tidak hanya menampilkan koleksi produk lama sebagai bagian dari sejarah perusahaan. Pameran tersebut juga memberikan gambaran mengenai perubahan kebutuhan pengguna terhadap perangkat audio. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari identitas JBL yang terus mengembangkan teknologi untuk berbagai segmen, mulai dari audio profesional hingga perangkat hiburan pribadi.

6. JBL mulai fokus pada spatial audio dan teknologi audio adaptif

Memasuki usia 80 tahun, JBL juga menyiapkan pengembangan teknologi untuk kebutuhan audio masa depan. Perusahaan menyebut spatial audio, adaptive soundscapes, dan pengalaman mendengarkan imersif sebagai beberapa bidang inovasi yang akan terus dikembangkan. Fokus tersebut menunjukkan arah pengembangan audio yang semakin menekankan pengalaman mendengarkan sesuai kebutuhan dan aktivitas pengguna.

Spatial audio menjadi salah satu teknologi yang mendapat perhatian karena memungkinkan pengalaman suara terasa lebih menyeluruh. Sementara itu, pengembangan adaptive soundscapes menjadi bagian dari upaya JBL menghadirkan pengalaman audio yang lebih sesuai dengan berbagai situasi penggunaan. Kedua teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi inovasi perusahaan di tengah perubahan cara masyarakat menikmati konten digital.

JBL juga menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu perhatian dalam pengembangan produk. Perusahaan menyatakan akan terus berinvestasi pada desain dan proses produksi yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari arah pengembangan perangkat audio JBL untuk masa mendatang.

Vice President and General Manager, Consumer Audio, HARMAN APAC, Grace Koh, menjelaskan bahwa perjalanan JBL selama delapan dekade tidak terlepas dari peran teknologi audio dalam menghubungkan masyarakat. Menurutnya, inovasi suara tidak hanya berkaitan dengan kualitas perangkat, tetapi juga pengalaman yang dapat dinikmati bersama oleh berbagai komunitas dan generasi.

7. JBL juga mengembangkan komunitas dan talenta musik

Perayaan 80 tahun JBL (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Selain pengembangan perangkat audio, JBL turut menjalankan berbagai program yang ditujukan untuk mendukung komunitas musik dan kreator. Beberapa inisiatif yang telah dikembangkan mencakup JBL Music Academy dan JBL Campus Program. Perusahaan juga bekerja sama dengan organisasi seperti Girls Make Beats untuk memberikan dukungan kepada talenta baru di industri musik.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya JBL untuk memperluas perannya di luar pengembangan perangkat keras. Perusahaan ingin terlibat dalam ekosistem kreatif melalui kegiatan yang mendukung musisi pendatang baru dan pelaku industri audio. Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan komitmen JBL untuk mendorong keberagaman dalam industri musik.

DJ dan produser musik Martin Garrix, yang menjadi JBL Global Ambassador, turut menyoroti pentingnya menjaga keaslian dalam pengalaman bermusik.

“Keaslian (authenticity) dalam musik adalah segalanya. Dulu, sekarang, dan selamanya, JBL akan selalu memastikan suara seniman didengar dan audiens bisa merasakan visi mereka yang sebenarnya, baik saat sedang bepergian, di rumah, maupun di acara langsung. JBL menyatukan dunia lewat kekuatan suara,” ujar Martin Garrix.

Sebagai bagian dari perayaan global, JBL juga menyiapkan majalah digital khusus yang dapat diakses dalam waktu terbatas. Perusahaan turut menghadirkan satu musim serial podcast Audio Talks yang berisi diskusi bersama para insinyur, desainer, dan musisi yang memiliki hubungan dengan perjalanan inovasi JBL. Rangkaian tersebut dilengkapi video khusus yang merangkum sejarah dan perayaan ulang tahun ke-80 perusahaan.

8. Ada promo khusus dan workshop kustomisasi produk

Booth Perayaan 80 tahun JBL (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Selama pameran di Grand Indonesia berlangsung, JBL turut menawarkan sejumlah program khusus bagi pengunjung. Penawaran tersebut mencakup voucher, diskon produk, paket bundling, hingga kesempatan mendapatkan JBL Points tiga kali lipat untuk produk tertentu. Seluruh program berlaku selama periode acara dengan ketentuan yang telah ditetapkan penyelenggara.

JBL juga menghadirkan workshop kustomisasi produk yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi bersama Diela Maharanie, yang mengajak pengunjung mengekspresikan kreativitas melalui kustomisasi perangkat JBL milik mereka. Workshop ini melengkapi pengalaman pameran yang tidak hanya berfokus pada teknologi audio, tetapi juga ekspresi diri pengguna.

Melalui berbagai aktivitas tersebut, JBL mencoba menghadirkan perayaan ulang tahun yang dapat dinikmati oleh pengunjung dengan minat berbeda. Penggemar musik dapat mencoba perangkat audio premium, pengguna yang gemar bernyanyi dapat menjajal teknologi karaoke berbasis AI, sementara penggemar game dapat merasakan pengalaman spatial sound melalui headset JBL Quantum. Seluruh aktivitas tersebut tersedia dalam satu rangkaian pameran yang berlangsung hingga 25 Oktober 2026.

Perayaan 80 tahun JBL menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana teknologi audio berkembang mengikuti perubahan kebutuhan pengguna. Dari perangkat tata suara profesional hingga speaker portabel, headphone, dan teknologi berbasis AI, JBL terus memperluas ekosistem produknya untuk berbagai aktivitas. Melalui pameran interaktif di Jakarta, perusahaan ingin memperlihatkan bahwa inovasi audio tidak hanya berkaitan dengan kualitas suara, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut menjadi bagian dari pengalaman hiburan dan kehidupan sehari-hari.

Curated For You

Editorial Team

Related Article