Kecerdasan buatan (AI) belakangan kerap dikaitkan dengan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai perusahaan teknologi. Namun, sebuah studi terbaru dari Gallup menunjukkan bahwa ancaman terbesar bagi sebagian pekerja mungkin bukan AI itu sendiri, melainkan rendahnya pemanfaatan teknologi tersebut dalam pekerjaan sehari-hari.
Studi Gallup yang melibatkan lebih dari 23.000 pekerja di Amerika Serikat menemukan bahwa karyawan yang jarang menggunakan AI memiliki risiko terkena PHK lebih tinggi dibandingkan mereka yang rutin memanfaatkannya. Seperti dilaporkan Bloomberg, temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan memanfaatkan AI mulai menjadi salah satu keterampilan penting di dunia kerja, terutama di sektor teknologi.
Berikut penjelasan mengenai temuan studi Gallup dan kaitannya dengan penggunaan AI di dunia kerja.
