Kelangkaan chip memori global diperkirakan belum akan selesai dalam waktu dekat. Pabrikan semikonduktor asal Amerika Serikat, Micron, memproyeksikan permintaan RAM dan memori penyimpanan masih akan melampaui pasokan sepanjang 2027 hingga 2028, bahkan kondisi pasar pada dua tahun tersebut diperkirakan lebih ketat dibandingkan 2026.
Prediksi tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan pada industri perangkat elektronik masih berpotensi berlanjut. Ketika pasokan memori tidak mampu mengejar permintaan, produsen smartphone, laptop, PC, dan perangkat lainnya harus berhadapan dengan biaya komponen yang tetap tinggi, terutama ketika kebutuhan memori untuk infrastruktur kecerdasan buatan terus berkembang.
CEO Micron Sanjay Mehrotra menyampaikan proyeksi tersebut ketika perusahaan melaporkan kinerja kuartal IV tahun fiskal 2026 pada 30 September 2026. Micron bahkan belum dapat memastikan kapan keseimbangan antara permintaan dan pasokan akan kembali tercapai, sementara sebagian besar kapasitas produksi perusahaan untuk tahun berikutnya disebut sudah terjual.
