Sampai menunggu semua proses investigasi dan evaluasi selesai, Komdigi memutuskan untuk menunda sementara proses rating IGRS secara keseluruhan. Sonny menegaskan bahwa penundaan ini bersifat sementara.
"Langkah ini kami ambil untuk memastikan bahwa ke depannya sistem IGRS bisa berjalan jauh lebih kuat, lebih kredibel dan yang paling penting dapat dipercaya, termasuk oleh para pelaku industri," kata Sonny.
Hasil investigasi akan berisikan saran perbaikan di masa depan, termasuk implementasi strategi yang perlu diterapkan.
Dalam kesempatan yang sama, Syafiq Husein, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) menyebut bahwa adanya kejadian ini membuat mereka 'membuka pintu' komunikasi supaya IGRS bisa berjalan dengan baik dan regulasi berpihak kepada para pelaku industri game Tanah Air.
"Untuk masalah yang sudah ada di masyarakat sekarang, juga seharusnya kita bebenah pelan-pelan dengan para pelaku industri. Dan juga kami berharap industri game Indonesia bisa maju lagi dengan adanya ini, bukan menjadi pembatasan. Maka kita memastikan semua yang kita buat itu berpihak terhadap industri game Indonesia," imbuh Syafiq.