Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Konfigurasi WhatsApp agar Tak Mudah Disadap
WhatsApp di HP (unsplash.com/@amanz)
  • Aktifkan verifikasi dua langkah untuk menambah perlindungan akun.

  • Periksa perangkat tertaut dan putus akses yang mencurigakan.

  • Aktifkan kunci aplikasi dan pencadangan terenkripsi untuk menjaga privasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

WhatsApp saat ini menjadi pusat komunikasi digital utama yang menyimpan beragam informasi sensitif, percakapan pribadi, dan urusan finansial. Aplikasi dari Meta tersebut seolah menjadi aplikasi yang wajib dipasang oleh setiap pengguna smartphone. Posisi vital aplikasi perpesanan ini menjadikannya sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber yang terus berupaya membobol akun tanpa izin.

Salah satu cara untuk menghindari peretasan ialah mengatur konfigurasi yang sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan. Yuk, simak lima konfigurasi penting berikut demi mengunci akun WhatsApp kamu dari incaran para peretas! Apa saja?

1. Mengaktifkan verifikasi dua langkah (two-step verification)

aplikasi WhatsApp (unsplash.com/@mourimoto)

Fitur keamanan berlapis ini mewajibkan pengguna memasukkan enam digit PIN rahasia setiap kali nomor HP didaftarkan ulang pada perangkat baru. Pengaturan ini bertindak sebagai benteng pertahanan kedua seandainya kode OTP SMS berhasil dicuri oleh pihak lain. Penambahan alamat surel pemulihan yang valid juga sangat disarankan untuk memudahkan reset sandi jika kamu sewaktu-waktu lupa kode PIN tersebut. WhatsApp secara berkala akan meminta konfirmasi PIN ini secara acak pada sela-sela obrolan demi memastikan pemilik sah yang memegang kendali gawai.

2. Membatasi izin penambahan ke grup obrolan

logo WhatsApp (unsplash.com/@mariiaberezovsky)

Konfigurasi bawaan yang membiarkan sembarang nomor memasukkan kamu ke grup baru menyimpan potensi bahaya distribusi tautan phishing berbahaya. Peretas dapat menyusupkan malware atau dokumen palsu berekstensi APK ke dalam grup publik demi menjebak anggota yang lengah. Mengubah izin ini ke opsi kontak yang dikenal akan memfilter interaksi mencurigakan dari nomor anonim secara otomatis. Setelah pengaturan ini diaktifkan, nomor asing yang berniat jahat tidak akan bisa lagi membombardir ruang obrolan kamu dengan upaya penipuan. 

3. Memeriksa dan memutus sesi perangkat tertaut secara berkala

WhatsApp di HP (pexels.com/@-rahulshah)

Menu perangkat tertaut (linked devices) dapat dimanfaatkan penyusup untuk memantau pesan masuk secara diam-diam melalui komputer atau peramban web lain. Kelalaian memindai kode QR pada komputer umum atau perangkat pinjaman bisa menjadi celah utama kebocoran riwayat obrolan. Kamu sebagai pemilik akun sangat disarankan untuk memeriksa daftar peramban yang sedang aktif secara berkala demi mendeteksi aktivitas login yang tidak wajar. Segera pilih opsi keluar (log out) dari seluruh sesi mencurigakan atau sudah tidak digunakan lagi untuk memutus akses ilegal. WhatsApp sendiri telah menyematkan fitur konfirmasi biometrik sebelum pengguna dapat menautkan perangkat baru ke akun utama.

4. Mengaktifkan fitur kunci aplikasi berbasis biometrik

WhatsApp di HP (pexels.com/@zeleboba)

WhatsApp menghadirkan penguncian yang menggunakan sensor sidik atau pemindai wajah. Fitur ini dapat memberi proteksi fisik optimal saat HP terlepas dari genggaman. Orang lain yang meminjam atau mencoba mengintip HP kamu tidak akan bisa membuka aplikasi tanpa verifikasi fisik pemilik sah. Konfigurasi waktu penguncian otomatis dapat diatur secara instan agar aplikasi terkunci begitu layar ditutup. Kamu tetap dapat menerima notifikasi panggilan masuk dan membalas pesan cepat meski fitur ini telah diaktifkan.

5. Mengaktifkan end-to-end encrypted backup

WhatsApp di HP (pexels.com/@anton-8100)

Salah satu kekurangan WhatsApp ialah penyimpanan pencadangannya yang masih diunggah ke layanan pihak ketiga. Pencadangan riwayat pesan ke layanan awan seperti Google Drive atau iCloud secara default belum terlindungi enkripsi dari sisi penyedia layanan. Namun, WhatsApp memiliki fitur enkripsi end-to-end bagi semua pengguna. Fitur enkripsi cadangan berfungsi agar salinan riwayat obrolan dan media dienkripsi dengan kata sandi khusus.

Pihak ketiga maupun penyedia penyimpanan tidak akan pernah bisa membaca isi berkas cadangan tersebut tanpa kunci autentikasi. Jika peretas berhasil membobol akun penyimpanan kamu, berkas cadangan WhatsApp yang terkunci enkripsi tetap aman dan mustahil didekripsi secara sembarangan. Namun, kamu wajib mengingat kata sandi enkripsi tersebut secara cermat karena pihak pengembang tidak dapat membantu memulihkan kunci yang hilang. 

Mayoritas insiden peretasan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp terjadi akibat kelalaian pengguna dalam menerapkan konfigurasi keamanan. Sebagai tips tambahan, disarankan untuk memblokir atau membisukan nomor tidak dikenal. Ini perlu kamu lakukan jika ingin meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan digital.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article