Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat proses pembuatan konten digital semakin mudah dilakukan. Kini, siapa pun dapat menghasilkan gambar maupun video yang terlihat realistis hanya dalam hitungan detik, sesuatu yang sebelumnya membutuhkan proses produksi cukup panjang. Namun, kemampuan tersebut juga menghadirkan tantangan baru karena konten buatan AI semakin sulit dibedakan dari materi asli.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi pengguna media sosial, termasuk kreator TikTok yang mulai memanfaatkan AI dalam berbagai tahapan produksi konten. Teknologi tersebut dapat membantu mencari ide, mengembangkan konsep, hingga mempercepat proses penyuntingan video. Meski menawarkan banyak kemudahan, penggunaan AI tetap membutuhkan tanggung jawab agar konten yang dihasilkan tidak menyesatkan atau menghilangkan unsur kreativitas manusia.
Untuk membantu pengguna menghadapi perkembangan tersebut, TikTok membagikan lima tips menggunakan AI secara lebih bijak dan bertanggung jawab. Panduan ini mencakup pemanfaatan AI sebagai asisten kreatif, transparansi penggunaan teknologi, pemilihan fitur yang sesuai, hingga cara mengenali konten yang mencurigakan. TikTok juga mengungkap sejumlah teknologi pelabelan dan program literasi digital yang dikembangkan untuk membantu pengguna memahami konten buatan AI.
