Lulusan Apple Developer Academy Indonesia Kembangkan Aplikasi Menarik

Pada Rabu (6/12/2023), hampir 400 siswa Apple Developer Academy Indonesia merayakan kelulusan setelah 10 bulan mempelajari dasar-dasar pemrograman, desain, dan pemasaran. Mereka berasal dari 80 kota di seluruh Indonesia dengan rentang usia 18-43 tahun.
Dari seluruh siswa yang lulus, terdapat tiga tim yang di-highlight, yaitu LYFY, HerLens, dan Jalur. Dalam virtual media roundtable (yang diadakan pada hari yang sama dengan virtual graduation ceremony), perwakilan dari ketiga tim akan memaparkan aplikasi yang telah mereka ciptakan, tantangan, dan harapan ke depannya. Simak, yuk!
1. LYFY diciptakan untuk membantu para live streamer memaksimalkan oportunitas penjualan
Untuk menggaet lebih banyak pembeli, banyak e-commerce menyediakan fitur live streaming. Fitur ini diklaim bisa meningkatkan penjualan. Apalagi, jika host live streaming tersebut ramah, persuasif, helpful, dan interaktif.
Namun, semakin banyak orang yang menonton live streaming, semakin banyak komentar yang berdatangan. Host tidak mungkin meresponnya satu per satu karena komentar tersebut sangat cepat tergeser. Maka dari itu, LYFY diciptakan.
Menurut Angeline Chandra, desainer UI/UX LYFY, ini adalah web extension Safari di macOS untuk membantu live streamer dalam mengidentifikasi potensi penjualan, merapikan komentar, dan menyematkan produk secara otomatis menggunakan machine learning.
“Saat ini LYFY sudah bisa di-download di App Store. Menggunakan LYFY juga sangat mudah, tinggal membuka settings (lalu) manage extension, aktifkan, dan bisa langsung dipakai,” ungkapnya.
Saat ini, LYFY sudah terhubung dengan Shopee, sehingga bisa langsung digunakan. Rencananya, LYFY akan diperluas ke TikTok dan platform lainnya, serta membuat LYFY dalam versi iOS.
2. Jalur membantu para pengemudi menemukan masjid di perjalanan

Tetap menjalankan ibadah salat saat melakukan perjalanan jauh adalah tantangan tersendiri bagi pengemudi yang beragama Islam. Namun, ini bukanlah masalah sebab aplikasi Jalur yang diciptakan oleh Nindya Alita Rosalia (mahasiswi teknik informatika Universitas Mataram) dan rekan-rekannya akan membantu kita menemukan masjid di sepanjang rute yang akan kita lalui.
Jalur memanfaatkan teknologi Apple seperti MapKit, Core Location, dan Notification User Framework. Aplikasi ini akan menyarankan masjid yang paling sesuai berdasarkan waktu salat setempat, jarak, estimasi waktu tiba, dan sebagainya.
“Harapan kami dengan adanya aplikasi Jalur, dapat membantu orang-orang yang melakukan perjalanan jarak jauh untuk merencanakan ibadah salatnya agar tidak tertinggal,” ungkap desainer UI/UX Jalur ini.
3. HerLens membantu meningkatkan ketepatan interpretasi tes IVA
Kanker serviks (leher rahim) adalah kanker dengan penderita perempuan terbanyak kedua di Indonesia setelah kanker payudara. Namun, hanya 7 persen perempuan yang telah menjalani skrining kanker serviks di tahun 2023. Metode deteksi dini kanker serviks dengan biaya termurah adalah tes inspeksi visual asam asetat (IVA).
“Sayangnya, tes ini dilakukan dengan mata telanjang oleh para dokter dan bidan, sehingga (hasilnya) sangat subjektif dan bergantung pada pengalaman serta pengetahuan tenaga kesehatan tersebut,” jelas Nidya Anifa, machine learning engineer HerLens.
Menurutnya, tingkat akurasi tes IVA dengan mata telanjang hanya 66 persen. Akan tetapi, dengan aplikasi HerLens, tingkat akurasinya akan menjadi lebih tinggi. Dalam proses pembuatannya, HerLens didukung oleh para profesor dan dokter dari divisi onkologi dan ginekologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI).
“Dengan aplikasi HerLens, dokter dan bidan hanya perlu mengambil foto serviks sebelum dan sesudah dilakukan tes IVA, dan melakukan sekali klik untuk mendapatkan interpretasi dari model machine learning. Harapannya, di kuarter kedua 2024, aplikasi HerLens dapat segera diakses oleh seluruh tenaga kesehatan, utamanya di daerah-daerah yang minim dokter spesialis, sehingga bisa mencapai target skrining kanker serviks di seluruh Indonesia,” tutupnya.