Comscore Tracker

Ramai Dibahas, 6 Tren ini Mendominasi Twitter Indonesia

Kamu mengikuti tren yang mana?

Twitter adalah platform  yang melayani percakapan publik. Pengguna datang ke Twitter untuk melihat topik apa yang sedang happening.

Platform dengan logo burung berwarna biru ini menganalisis percakapan di Indonesia selama tiga tahun terakhir. Melalui proses tersebut, ditemukan enam tren yang mendominasi percakapan. Berikut faktanya, sebagaimana dijelaskan oleh Dwi Adriansah selaku Country Industry Head, Twitter Indonesia pada 16 September 2021.

1. Kesehatan diri dan kesejahteraan

Ramai Dibahas, 6 Tren ini Mendominasi Twitter Indonesiagambar salah satu tren yang mendominasi Twitter (dok. pribadi)

Kesehatan diri dan kesejahteraan menjadi salah satu topik yang banyak dibicarakan. Apalagi, keberadaan pandemik membuat topik wellbeing makin relevan.

COVID-19 sudah dibicarakan sejak 2020. Namun, secara spesifik pembicaraan penyakit tersebut sudah menurun. Di sisi lain, percakapan mengenai strategi untuk tetap sehat meningkat. Khawatir, stres, dan kesehatan mental makin dibicarakan.

Topik wellbeing ini mengalami kenaikan 17 persen kalau dilihat dari year on year, dari tahun sebelum sampai tahun berikutnya. Awalnya membicarakan kesehatan dan dukungan mental saat COVID-19 mewabah, perayaan tahun baru diisi pembicaraan self-care, dan pada akhirnya membicarakan tentang kebahagiaan, rasa syukur, dan cara mengatasi masalah kehidupan.

Pembicaraan terkait self-care mengalami peningkatan sebesar 23 persen. Sebagai contoh, percakapan tentang perawatan diri sendiri, detoks digital, tips self-care, dan hiburan sebagai terapi. Seperti topik wellbeing, topik kesehatan mental meningkat sebesar 17 persen. Melalui topik ini, warganet saling mendukung, berbagi tips untuk merasa nyaman, dan menghilangkan stigma terkait kesehatan mental.

Ramai Dibahas, 6 Tren ini Mendominasi Twitter Indonesiailustrasi meditasi (unsplash.com/Benjamin Child)

Data ini dapat membuat brand berkembang. Ada dua pendekatan yang krusial, yakni launch dan connect.

Pendekatan launch memiliki arti bahwa brand harus meluncurkan dan mengeluarkan sesuatu yang baru. Brand juga perlu memberikan value, seperti keseimbangan dan kesan positif pada konsumennya. Tunjukkan bahwa wellbeing itu memang berarti untuk brand tersebut.

Connect adalah pendekatan berikutnya yang mendorong brand untuk tetap relevan. Contohnya, terlibat secara aktif pada Hari Kesehatan Mental Dunia dan Hari Kanker Sedunia.

2. Budaya kreator

Ramai Dibahas, 6 Tren ini Mendominasi Twitter Indonesiagambar salah satu tren yang mendominasi Twitter (dok. Twitter)

Disebut oleh Dwi Adriansah sebagai 'konten kreator dadakan', budaya ini muncul karena kebiasaan di rumah dalam waktu yang lama mendorong dan membentuk kreativitas baru. Sebagai contoh, ada warganet yang tiba-tiba membuat konten memasak dan ada juga yang membuat konten barista.

Secara volume, percakapan mengenai budaya kreator meningkat sebesar 33 persen. Tiga pilar utama dalam percakapan ini meliputi warganet yang mengasah kreativitas menjadi kreator, kreator dengan topik yang sudah dikuasainya, dan kreativitas di rumah.

Gelombang percakapan ini mulai naik di awal pandemik ketika warganet memberikan tips terkait pembuatan konten di rumah. Ada juga gerakan seperti #TwitterPleaseDoYourMagic dan pembuatan karya digital yang dijadikan Non-Fungible Token (NFT).

Banyaknya warganet Indonesia yang mulai membuat konten menyebabkan peningkatan percakapan seputar 'Aspiring Makers' sebesar 34 persen. Hal ini disebabkan banyaknya warganet yang mengubah hobi menjadi konten. Berikutnya, melihat dari kreator yang sudah dikenal, terjadi peningkatan percakapan sebesar 29 persen. Mereka dapat berperan untuk mengklarifikasi misinformasi dan disinformasi yang tersebar di media sosial. Terakhir, ada kreativitas di rumah, dengan peningkatan sebesar 50 persen.

Ramai Dibahas, 6 Tren ini Mendominasi Twitter Indonesiailustrasi hobi yang dapat dijadikan konten (unsplash.com/Conscious Design)

Sama seperti topik wellbeingbrand juga dapat memanfaatkan budaya kreator. Yup, launch dan connect.

Pada tahapan launch, warganet mengakses Twitter ketika mereka ingin mengekspresikan diri. Nah, brand harus mampu menjadi wadah kebutuhan konsumen warganet. Selain itu, brand memberi value, contohnya menjadi alat dan kanvas untuk kreasi para konsumen. Yang terakhir, brand bisa merekrut konten kreator yang mencerminkan audiens yang ingin diraih.

Di sisi lain, brand juga bisa mengikuti tren untuk tetap relevan. Dalam konteks budaya kreator, contoh tren ini adalah Hari Film Indonesia dan Hari Musik Nasional.

3. Keajaiban sehari-hari

Ramai Dibahas, 6 Tren ini Mendominasi Twitter Indonesiagambar salah satu tren yang mendominasi Twitter (marketing.twitter.com)

Kebosanan di rumah mendorong warganet untuk mencari berbagai jenis hiburan yang dapat mengatasi perasaan tersebut. Orang Indonesia menghargai konten-konten yang bisa membuat mereka melupakan kehidupan di tengah pandemik.

Everyday wonder ini dapat meliputi banyak topik, seperti luar angkasa, budaya superhero, dan pembicaraan seputar game fantasi.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik Twitter yang Jarang Orang Ketahui

4. Planet kita

Ramai Dibahas, 6 Tren ini Mendominasi Twitter Indonesiagambar salah satu tren yang mendominasi Twitter (marketing.twitter.com)

Yang dimaksud dengan One planet bukanlah pembicaraan sci-fi yang membuat otak kewalahan. Tidak usah jauh-jauh, tren ini membahas lingkungan hidup yang ada di sekitar kita.

Aspek yang mendorong semakin dibicarakannya topik ini adalah perubahan iklim dan bencana alam. Warganet membicarakan banjir, badai, dan kebakaran hutan melalui platform Twitter.

5. Teknologi

Ramai Dibahas, 6 Tren ini Mendominasi Twitter Indonesiagambar salah satu tren yang mendominasi Twitter (dok. Twitter)

Kedekatan dan ketergantungan diri kita dengan teknologi sudah tidak terbantahkan lagi. Bahkan, kita punya sebutan sendiri, 'warganet'. Teknologi semakin relevan lagi di tengah pandemik, ketika banyak orang bekerja dari rumah dan memanfaatkan aplikasi video conference.

Dibandingkan dengan tren lainnya seperti wellbeing, rupanya teknologi mengalami peningkatan paling tinggi, yang mencapai 89%. Topik ini beragam, dimulai dari tips melawan misinformasi dan disinformasi, sampai momen belanja nasional di mana banyak e-commerce menawarkan diskon lewat Twitter.

Percakapan e-commerce ini meningkat sebesar 254%. Sebab, warganet dapat berbelanja secara daring tanpa harus mengunjungi toko fisik. Strategi e-commerce untuk meningkatkan engagement meliputi giveaway, cashback, promosi, kompetisi, dan ongkir gratis.

Selanjutnya, teknologi juga membuka kesempatan untuk pengetahuan. Percakapan untuk bertukar pengetahuan, tips, dan trik meningkat sebesar 38%. Diskusi saham, reksa dana, dan cryptocurrency juga sering terjadi di Twitter. Kemudian, warganet Indonesia juga cenderung suka menjadi orang yang pertama membeli teknologi baru kemudian mengulasnya lewat Twitter. First to buy, first to review.

Ramai Dibahas, 6 Tren ini Mendominasi Twitter Indonesiailustrasi cryptocurrency (unsplash.com/Pierre Borthiry)

Lantas, bagaimana cara brand  memanfaatkan informasi ini? Tentunya dengan launch dan connect.

Dalam pendekatan launch, brand perlu berinovasi dan menonjolkan apa yang terbaik dari brand tersebut. Inovasi ini akan lebih baik apabila memicu ketertarikan warganet. Kemudian, dalam pendekatan connect, brand perlu memilih momen yang tepat dan penting, seperti Hari Belanja Nasional, Hari Pelanggan Nasional, dan Hari Game Nasional.

6. Identitas kita

Ramai Dibahas, 6 Tren ini Mendominasi Twitter Indonesiagambar salah satu tren yang mendominasi Twitter (marketing.twitter.com)

Seperti namanya, tren identitas kita meliputi apa pun yang berkaitan dengan diri kita. Kamu penggemar berat KPop? Itu termasuk identitas kamu.

Apabila kita melihat dengan lensa yang lebih luas, percakapan ini muncul karena gerakan sosial. Sebagai contoh, gerakan #BlackLivesMatter juga terjadi di platform Twitter.

7. Strategi untuk brand

Ramai Dibahas, 6 Tren ini Mendominasi Twitter Indonesiailustrasi berpikir (pexels.com/Michael Burrows)

Dalam artikel ini, tren wellbeing, budaya kreator, dan teknologi dilengkapi dengan strategi yang dapat dipraktikkan oleh brand. Namun, tren yang lainnya tidak demikian. Keenam tren di atas memang mendominasi Twitter. Akan tetapi, pembicaraan Dwi Adriansah lebih fokus pada ketiga tren yang disebut.

Kalau begitu, ada tidak sih strategi lainnya untuk brand? Tentu ada.

Faktanya, korelasi antara relevansi budaya dan pendapatan penjualan mencapai 73 persen. Dengan demikian, partisipasi dengan tren dapat membuat brand itu selangkah lebih maju dibandingkan kompetitor.

Data juga menunjukkan bahwa peningkatan percakapan sebesar 10 persen akan meningkatkan penjualan sampai 3 persen. Artinya, brand harus cerdas dalam membangun engagement terutama dalam bentuk percakapan. Hal ini berhubungan dengan data yang menemukan bahwa Twitter merupakan platform yang paling efisien untuk mendorong diskusi terkait suatu brand.

Itulah enam tren yang mendominasi Twitter diikuti dengan langkah-langkah yang dapat membantu perkembangan brand. Saat ini, kamu mengikuti tren yang mana?

Baca Juga: Twitter Uji Coba Fitur Baru Komunitas, Sambungkan Hobi yang Sama

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya