Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Setop Operasi di Korea Selatan, Ini Alasan Twitch

Platform streaming Twitch (dok. Twitch)
Platform streaming Twitch (dok. Twitch)

Platform streaming Twitch telah mengumumkan akan menghentikan operasinya di Korea Selatan pada akhir Februari 2024.

Melansir dari situs Eurogamer, perusahaan menyalahkan tingginya biaya operasional di negara tersebut yang membuat mereka terpaksa hengkang dari sana.

Biaya operasional tinggi

Twitch membuat pengumuman melalui sebuah artikel di blognya, yang dikaitkan dengan CEO Dan Clancy.

“Twitch telah beroperasi di Korea dengan kerugian yang signifikan, dan sayangnya tidak ada jalan ke depan agar bisnis kami dapat berjalan lebih berkelanjutan di negara tersebut,” kata Clancy.

Twitch mengatakan pihaknya sekarang akan berupaya membantu para streamer yang berbasis di Korea Selatan untuk memindahkan komunitas ke layanan siaran langsung alternatif.

Anak usaha Amazon ini menyebut keputusan untuk menangguhkan bisnis di sana "sangat sulit" dan "sangat mengecewakan" bagi mereka yang terkena dampak.

Belum lagi biaya jaringan di negara tersebut yang 10 kali lebih mahal dibandingkan kebanyakan negara lain.

Meskipun menerapkan metode untuk mencoba dan mengurangi biaya dalam jumlah besar, termasuk membatasi kualitas maksimum hingga 720p, hal ini belum cukup untuk mengimbangi tingginya biaya pengoperasian.

Pada 27 Februari, streamer Twitch yang menetapkan negara tempat tinggal mereka sebagai Korea Selatan akan kehilangan monetisasi apa pun yang mereka miliki melalui Twitch.

Kemudian, langganan aktif apa pun ke saluran Korea Selatan juga akan dibatalkan. Streamer akan menerima gaji terakhir mereka dari Twitch pada 16 Maret.

Clancy juga memposting pernyataan di X, mengatakan bahwa keputusan tersebut adalah keputusan yang telah ditunda selama beberapa waktu oleh Twitch dan dia meminta maaf kepada streamer dari Negeri Ginseng itu.

Pemerintah lakukan peninjauan

ilustrasi esports (dok. IDN Media)
ilustrasi esports (dok. IDN Media)

Mengutip dari situs Reuters, Kementerian Sains dan ICT (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Korea Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa biaya penggunaan jaringan sedang ditinjau sebagai masalah komprehensif yang memerlukan pertimbangan pembangunan berkelanjutan jaringan internet, industri konten dan kenyamanan pengguna.

Kementerian tidak berkomentar langsung mengenai keputusan Twitch untuk menghentikan operasinya.

Perdebatan mengenai siapa yang harus menanggung biaya peningkatan penggunaan trafik telah menyebabkan raksasa teknologi global berselisih dengan penyedia internet lokal di Korea Selatan.

Pada tahun 2022, Twitch telah membatasi resolusi video di Korea Selatan, negara dengan kancah eSports yang sedang booming serta video game online, karena meningkatnya biaya operasional.

Perusahaan juga telah memberhentikan lebih dari 400 karyawannya pada bulan Maret 2023 setelah pertumbuhan pengguna dan pendapatannya tidak memenuhi harapan.

Twitch juga mengakhiri layanan di Nintendo Switch melalui aplikasinya pada Januari 2024. Mereka tidak menjelaskan alasan mengambil keputusan tersebut, meskipun kemungkinan besar karena aplikasi tidak banyak digunakan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
Misrohatun H
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us