Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Usai Tiru Adobe, Kreator ArtCraft Buat Aplikasi Mirip Microsoft Office
ilustrasi beberapa aplikasi Microsoft Office di smartphone (unsplash.com/Ed Hardie)
  • ArtCraft merilis Word Craft, Grid Craft, dan Deck Craft sebagai alternatif gratis Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint yang tersedia untuk Windows, macOS, serta Linux.
  • Ketiga aplikasi bersifat open source dan dapat diunduh melalui GitHub, tetapi kompatibilitas file, kelengkapan fitur, serta stabilitasnya masih perlu diuji.
  • Setelah membuat alternatif aplikasi Adobe dengan bantuan AI, ArtCraft juga mengembangkan CAD Craft di tengah kritik terhadap biaya perangkat lunak berbasis langganan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengembang ArtCraft kembali menghadirkan alternatif perangkat lunak komersial, kali ini untuk Microsoft Office. Setelah sebelumnya merilis aplikasi alternatif untuk sejumlah produk Adobe, proyek yang dikembangkan Brandon Thomas ini kini menawarkan tiga aplikasi office gratis, yakni Word Craft, Grid Craft, dan Deck Craft.

Ketiga aplikasi tersebut dirancang sebagai alternatif Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint. Pengguna dapat mengakses kode sumber serta mengunduh aplikasinya melalui repositori GitHub ArtCraft. Ketiganya juga dirancang untuk berjalan di Windows, macOS, dan Linux.

1. ArtCraft hadirkan alternatif Word, Excel, dan PowerPoint

ilustrasi logo sejumlah aplikasi Microsoft Office (unsplash.com/Ed Hardie)

Dikutip dari Futurism, Jumat (16/10/2026), Word Craft ditujukan untuk mengolah dokumen seperti Microsoft Word. Sementara itu, Grid Craft menawarkan fungsi pengolahan spreadsheet seperti Excel, sedangkan Deck Craft digunakan untuk membuat presentasi seperti PowerPoint. Ketiga aplikasi tersebut dikembangkan sebagai perangkat lunak sumber terbuka atau open source. Artinya, kode programnya dapat diakses oleh publik sehingga pengembang lain berpeluang mempelajari atau mengembangkannya sesuai ketentuan lisensi yang berlaku.

Pengguna juga bisa mengunduh aplikasi ini tanpa harus membayar biaya langganan. Meski menawarkan fungsi serupa dengan aplikasi Microsoft Office, kemampuan ketiganya masih perlu diuji lebih lanjut. Kompatibilitas format file, kelengkapan fitur, dan stabilitas menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan, terutama bagi pengguna yang ingin mengandalkannya untuk pekerjaan sehari-hari.

2. Sebelumnya bikin alternatif aplikasi Adobe

ilustrasi aplikasi Adobe Photoshop di MacBook (unsplash.com/Szabo Viktor)

Sebelum merilis aplikasi office, ArtCraft lebih dulu menarik perhatian melalui proyek alternatif untuk sejumlah perangkat lunak Adobe, termasuk Photoshop, Lightroom, dan Premiere. Proyek tersebut dilaporkan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu merekayasa balik fungsi aplikasi yang menjadi sasaran. Michael Caffrey, salah satu pendiri ArtCraft, mengatakan timnya memutuskan membuka kode sumber proyek setelah melihat hasil pengembangan yang dinilai menjanjikan. Langkah tersebut memungkinkan publik mengakses proyek sekaligus memberi kesempatan bagi pengembang lain untuk ikut berkontribusi.

Penggunaan AI dalam pengembangan perangkat lunak alternatif juga memunculkan diskusi mengenai batasan rekayasa balik dan hak kekayaan intelektual. Meski teknologi AI berpotensi membantu mempercepat proses pengembangan, penerapannya tetap perlu memperhatikan aspek hukum, termasuk ketentuan hak cipta dan penggunaan kode program. Selain mengembangkan aplikasi alternatif untuk produk Adobe dan Microsoft Office, pengembang ArtCraft juga menggarap CAD Craft, perangkat lunak untuk membuat rancangan teknik menggunakan komputer (computer-aided design/CAD). Perangkat lunak ini dapat digunakan dalam proses perancangan objek dan pengembangan produk.

3. Tawarkan alternatif di tengah kritik model langganan

ilustrasi pengguna sedang membuka spreedsheet di PC (magnific.com/rawpixel.com)

Kehadiran aplikasi ArtCraft menambah pilihan bagi pengguna yang ingin mengakses perangkat lunak tanpa terikat biaya langganan. Model bisnis berbasis langganan yang diterapkan sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Microsoft dan Adobe, selama ini menuai kritik dari sebagian pengguna karena biaya yang harus dibayarkan secara berkala. Bagi pengguna yang hanya membutuhkan fungsi dasar, aplikasi alternatif gratis bisa menjadi pilihan untuk menekan pengeluaran.

Namun, keputusan beralih dari perangkat lunak komersial tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan masing-masing, terutama jika pekerjaan bergantung pada fitur khusus atau pertukaran file dengan pengguna aplikasi lain. Selain biaya, dukungan lintas sistem operasi juga menjadi salah satu hal yang ditawarkan ArtCraft. Dengan menghadirkan aplikasi untuk Windows, macOS, dan Linux, proyek ini menyasar pengguna dengan beragam perangkat serta kebutuhan kerja.

Meski demikian, kemampuan Word Craft, Grid Craft, dan Deck Craft untuk menggantikan Microsoft Office secara menyeluruh belum bisa dipastikan hanya dari ketersediaannya. Kelengkapan fitur, kompatibilitas dokumen, keamanan, dan konsistensi pembaruan akan turut menentukan apakah ketiganya dapat menjadi alternatif yang layak digunakan dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article