Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

YouTube Tambah Fitur Blokir Shorts, Orang Tua Tenang Pantau Anak

ilustrasi membuka YouTube Shorts lewat smartphone
ilustrasi membuka YouTube Shorts lewat smartphone (pixabay.com/Tumisu)
Intinya sih...
  • Orang tua bisa atur waktu menonton Shorts
  • Pengingat waktu istirahat dan tidur di YouTube makin diperkuat
  • Pendaftaran akun anak dibuat lebih sederhana
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

YouTube resmi menambah fitur baru yang memungkinkan orang tua membatasi, bahkan memblokir sepenuhnya, akses remaja terhadap YouTube Shorts. Fitur ini diumumkan melalui postingan blog resmi YouTube pada Rabu (14/1/2026), sebagai bagian dari pembaruan kontrol orang tua untuk meningkatkan perlindungan pengguna di bawah usia 18 tahun. Kehadiran fitur tersebut menjawab kekhawatiran banyak orang tua terhadap format video pendek yang dinilai mendorong kebiasaan scrolling tanpa henti.

Melalui pembaruan ini, platform video milik Google tersebut menghadirkan sejumlah kontrol baru yang dapat digunakan orang tua untuk memantau dan mengatur aktivitas anak di YouTube. Berikut sejumlah fitur yang disediakan YouTube untuk mendukung pengawasan orang tua.

1. Orang tua bisa atur waktu menonton Shorts

ilustrasi fitur pembatasan waktu menonton Shorts di YouTube
ilustrasi fitur pembatasan waktu menonton Shorts di YouTube (youtube.com)

Orang tua yang mengawasi akun anak kini dapat menetapkan batas waktu penggunaan YouTube Shorts. Durasi menonton dapat diatur mulai dari maksimal dua jam hingga nol menit, yang berarti akses Shorts bisa diblokir sepenuhnya. Lewat pengaturan ini, konsumsi video pendek tetap dapat diakses, tetapi dikendalikan sesuai kebutuhan dan aktivitas anak. YouTube menyebut fitur tersebut dirancang untuk membantu orang tua membatasi paparan video pendek yang berpotensi mengganggu waktu belajar, istirahat, dan kesehatan mental anak.

YouTube juga menjelaskan bahwa pengaturan ini dapat disesuaikan berdasarkan situasi tertentu. Misalnya, Shorts bisa dinonaktifkan saat anak perlu fokus belajar, lalu diaktifkan kembali selama 60 menit ketika waktu senggang atau saat perjalanan jauh. Pembatasan ini menjadi respons atas kekhawatiran orang tua terhadap sifat adiktif video pendek yang didukung sistem rekomendasi dan pemutaran tanpa henti.

2. Pengingat waktu istirahat dan tidur di YouTube makin diperkuat

ilustrasi menonton video YouTube di laptop
ilustrasi menonton video YouTube di laptop (freepik.com/freepik)

Selain pembatasan Shorts, YouTube juga memperkuat fitur pengingat waktu istirahat dan waktu tidur. Fitur ini sebenarnya telah diterapkan secara default untuk pengguna di bawah usia 18 tahun, tetapi kini orang tua memiliki kontrol yang lebih luas untuk menyesuaikan pengaturannya. Pengingat tersebut ditujukan untuk membatasi waktu layar berlebihan, khususnya pada malam hari. Melalui fitur ini, YouTube berupaya membantu anak menjaga pola istirahat yang lebih seimbang meski aktif mengakses platform digital.

3. Pendaftaran akun anak dibuat lebih sederhana

ilustrasi pendaftaran akun YouTube
ilustrasi pendaftaran akun YouTube (pexels.com/freestocks.org)

YouTube juga memperbarui proses pendaftaran akun yang diawasi (supervised account). Pembaruan ini dirancang untuk memudahkan orang tua dalam membuat dan mengelola akun anak, termasuk pada perangkat yang digunakan secara bersama. Selain itu, YouTube menyederhanakan mekanisme peralihan antara akun anak dan akun dewasa. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi kendala penggunaan akun, mengingat banyak keluarga mengakses YouTube melalui satu perangkat untuk beberapa anggota keluarga dengan usia berbeda.

4. Algoritma rekomendasi untuk remaja ikut disesuaikan

ilustrasi rekomendasi video YouTube
ilustrasi rekomendasi video YouTube (unsplash.com/NordWood Themes)

Dari sisi konten, YouTube memperbarui pedoman rekomendasi bagi pengguna remaja. Platform ini menyatakan akan memprioritaskan video yang mendorong rasa ingin tahu, inspirasi, serta pengembangan keterampilan dan pengalaman hidup. YouTube juga membatasi akses remaja terhadap konten yang berpotensi berbahaya jika dikonsumsi secara berulang, seperti video yang mengidealkan standar tubuh tertentu atau memicu tekanan sosial. Penyesuaian ini dilakukan untuk mendukung pengalaman menonton yang lebih aman bagi pengguna remaja.

5. Didukung teknologi estimasi usia berbasis AI

ilustrasi menonton video YouTube di smartphone
ilustrasi menonton video YouTube di smartphone (unsplash.com/Zulfugar Karimov)

Pembaruan ini merupakan kelanjutan dari kebijakan YouTube yang mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memperkirakan usia pengguna. Sistem estimasi usia tersebut memungkinkan YouTube menerapkan pengaturan khusus bagi akun yang terdeteksi sebagai remaja, meskipun tanggal lahir yang dimasukkan menunjukkan usia dewasa. Melalui pendekatan ini, YouTube berupaya memperketat perlindungan bagi pengguna di bawah 18 tahun sekaligus menutup celah penyalahgunaan usia saat pendaftaran akun.

Langkah YouTube ini sejalan dengan tren industri teknologi global. Sejumlah platform besar seperti TikTok, Instagram, Snapchat, hingga Facebook juga telah menghadirkan fitur kontrol orang tua dengan fungsi serupa. Sementara itu, platform berbasis AI seperti ChatGPT dan Character.AI mulai menerapkan pembatasan serta pengawasan tambahan untuk pengguna muda demi menciptakan pengalaman digital yang lebih aman bagi anak dan remaja.

Penambahan fitur blokir Shorts menjadi langkah lanjutan YouTube dalam melindungi pengguna di bawah usia 18 tahun. Ke depan, efektivitas fitur ini dalam membantu orang tua mengawasi kebiasaan menonton anak di tengah maraknya konten video pendek masih menarik untuk dipantau.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

Link Nonton Can This Love Be Translated Sub Indo Legal

15 Jan 2026, 19:32 WIBTech