Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Bangunan Bersejarah di Nagoya dengan Arsitektur yang Memukau
potret Nagoya City Hall (commons.wikimedia.org/Tomio344456)
  • Nagoya menawarkan lima bangunan bersejarah yang merekam perjalanan arsitektur kota, dari era feodal hingga modern, dengan sejumlah lokasi masih difungsikan dan dapat dikunjungi.
  • Nagoya Castle menonjol lewat menara beratap shachihoko emas dan Hommaru Palace, sementara balai kota 1933 memadukan gaya Jepang-Barat serta berstatus Properti Budaya Penting Nasional.
  • City Archives, Ceramics Hall, dan Futaba Museum menampilkan Neo-Baroque, ekspresionisme Jerman-Art Deco, hingga perpaduan hunian Jepang-Barat yang mencerminkan sejarah budaya dan modernisasi Nagoya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau kamu sedang mencari destinasi wisata di Nagoya yang tidak hanya menawarkan pemandangan modern, coba sempatkan waktu untuk melihat bangunan-bangunan bersejarahnya. Kota ini menyimpan beragam bangunan dengan gaya arsitektur yang menggambarkan perjalanan Nagoya dari era feodal hingga masa modern. Menariknya, beberapa bangunan tersebut masih berdiri dan digunakan hingga sekarang.

Berjalan-jalan di kawasan bersejarah Nagoya juga bisa menjadi cara seru untuk menikmati sisi kota yang berbeda dari kawasan pusat perbelanjaannya. Kamu dapat menemukan kastil megah, bangunan bergaya Barat, hingga rumah bersejarah dengan perpaduan arsitektur Jepang dan Eropa.

Penasaran bangunan bersejarah apa saja yang punya arsitektur memukau di Nagoya? Simak lima di antaranya berikut ini.

1. Nagoya Castle

potret Nagoya Castle (commons.wikimedia.org/Base64)

Nagoya Castle menjadi salah satu bangunan bersejarah paling ikonik di kota ini. Kastil yang dibangun atas perintah Tokugawa Ieyasu tersebut dikenal dengan menara utama yang dahulu memiliki luas lantai terbesar di antara kastil-kastil Jepang. Bagian atapnya dihiasi shachihoko berwarna emas yang menjadi salah satu ciri khas Nagoya.

Selain menara kastil, kawasan ini juga memiliki Hommaru Palace yang terkenal dengan kemegahan arsitekturnya. Istana tersebut menampilkan berbagai detail dekoratif khas bangunan tradisional Jepang, termasuk lukisan pada permukaan interior dan elemen kayu yang dibuat dengan detail. Saat ini menara utama sedang dalam proses rekonstruksi, tapi sejumlah bangunan bersejarah dan Hommaru Palace tetap menjadi daya tarik utama kawasan kastil.

2. Nagoya City Hall

potret Nagoya City Hall (commons.wikimedia.org/Alpsdake)

Nagoya City Hall menawarkan tampilan yang cukup berbeda dari bangunan pemerintahan modern pada umumnya. Bangunan utama balai kota ini selesai dibangun pada 1933 dengan memadukan gaya arsitektur tradisional Jepang dan arsitektur Barat. Perpaduan tersebut membuatnya memiliki karakter unik yang mencerminkan perkembangan arsitektur Jepang pada masa itu.

Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah atap dan detail eksteriornya yang mengambil inspirasi dari unsur arsitektur Jepang. Di bagian dalam, masih terdapat suasana dari masa pembangunannya, termasuk tangga utama, dinding koridor dengan ubin keramik, dan kaca bergelombang pada sejumlah jendela. Bangunan ini juga ditetapkan sebagai National Important Cultural Property pada 2014 sehingga semakin menarik untuk dilihat saat menjelajahi kawasan pusat Nagoya.

3. Nagoya City Archives

potret Nagoya City Archives (commons.wikimedia.org/KAMUI)

Kalau kamu menyukai bangunan dengan nuansa klasik Eropa, Nagoya City Archives layak masuk dalam daftar kunjungan. Bangunan yang selesai dibangun pada 1922 ini awalnya digunakan sebagai gedung pengadilan dan dirancang dengan gaya Neo-Baroque. Fasad bata merahnya dipadukan dengan bagian tengah bangunan yang memiliki menara beratap berbentuk kubah.

Keindahan arsitekturnya tidak hanya terlihat dari luar, tapi juga terasa ketika memasuki bagian interior. Tangga utama menggunakan marmer, sementara jendela kaca patri berukuran besar menjadi salah satu detail yang paling menarik perhatian. Setelah tidak lagi digunakan sebagai pengadilan, bangunan ini dipugar dan kini dimanfaatkan sebagai fasilitas arsip sekaligus tempat wisata sejarah dan budaya.

4. Nagoya Ceramics Hall

potret Nagoya Ceramics Hall (commons.wikimedia.org/Asturio Cantabrio)

Bergeser ke kawasan Higashi, kamu bisa menemukan Nagoya Ceramics Hall yang dibangun pada 1932. Bangunan ini awalnya digunakan sebagai kantor Nagoya Ceramic Trading Union dan dirancang oleh arsitek Kazuhide Takasu. Fasadnya memiliki jendela besar berbentuk setengah lingkaran dan penggunaan scratch tiles yang memberikan tekstur khas pada bagian luar bangunan.

Arsitekturnya juga memperlihatkan pengaruh ekspresionisme Jerman yang cukup kuat pada bentuk dan dekorasinya. Di bagian interior, nuansa Art Deco terlihat pada dekorasi langit-langit dan lantai mosaik berbahan keramik. Bangunan ini menjadi salah satu contoh menarik arsitektur modern awal era Showa sekaligus mengingatkan pada pentingnya industri keramik dalam perkembangan ekonomi Nagoya.

5. Futaba Museum

potret Futaba Museum (commons.wikimedia.org/Tomio344456)

Futaba Museum atau bekas kediaman Sadayakko Kawakami merupakan bagian dari kawasan Cultural Path yang dikenal memiliki banyak bangunan bersejarah. Bangunan ini memiliki kaitan dengan Sadayakko Kawakami, aktris dan geisha terkenal pada masanya, serta menjadi salah satu rumah bersejarah yang memperlihatkan perkembangan gaya hidup kalangan elite Jepang. Kawasan Cultural Path sendiri berada di antara Nagoya Castle dan Tokugawa Garden dan menjadi salah satu area penting untuk melihat warisan arsitektur kota.

Daya tarik Futaba Museum terletak pada perpaduan unsur arsitektur Jepang dan Barat yang terlihat pada bangunan serta interiornya. Detail jendela, ruangan, dan elemen dekoratifnya memberikan gambaran tentang bagaimana gaya arsitektur Barat mulai dipadukan dengan tradisi hunian Jepang pada awal abad ke-20. Berkunjung ke tempat ini terasa seperti melihat langsung kehidupan masyarakat kelas atas Nagoya pada era modernisasi Jepang.

Kalau biasanya Nagoya identik dengan pusat kota yang modern, kawasan-kawasan bersejarahnya justru bisa memberikan kejutan kecil di tengah perjalanan. Cukup berjalan menyusuri satu ruas jalan, kamu bisa berpindah suasana dari bangunan bergaya Barat ke rumah tradisional Jepang dalam waktu singkat. Jadi, jangan lupa siapkan kamera saat menjelajahi sudut-sudut Nagoya yang menyimpan detail arsitektur menarik di balik suasana kotanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article