Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Desa Wisata Jepang dengan Pemandangan Estetik, Wajib Masuk Bucket List
ilustrasi desa wisata (pexels.com/ KENJI IWASAKI)
  • Shirakawa-go di Gifu, Situs Warisan Dunia UNESCO, memikat lewat rumah gassho-zukuri, panorama pegunungan, serta suasana bersalju dengan lampu rumah hangat saat musim dingin.
  • Ine no Funaya di Kyoto menghadirkan deretan rumah nelayan funaya di tepi laut, sementara Ouchi-juku di Fukushima mempertahankan jalan dan rumah beratap jerami bergaya era Edo.
  • Biei di Hokkaido menawarkan perbukitan serta ladang bunga berwarna-warni, sedangkan Tsumago-juku di Nagano menjaga nuansa jalur Nakasendo melalui bangunan tradisional dan jalan utama bebas kendaraan siang hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jepang memang identik dengan kota modern seperti Tokyo dan Osaka. Namun, kalau kamu ingin melihat sisi Jepang yang lebih tenang dan penuh nuansa tradisional, desa-desa wisatanya layak masuk daftar perjalanan. Suasananya masih asri, bangunannya terawat, dan pemandangannya terasa seperti keluar dari sebuah film.

Setiap desa memiliki daya tarik yang berbeda. Ada yang terkenal karena rumah tradisional beratap jerami, ada pula yang menawarkan desa nelayan di tepi laut hingga hamparan ladang bunga yang memanjakan mata. Buat kamu yang suka berburu foto estetik sekaligus menikmati suasana yang damai, lima desa wisata di Jepang ini wajib dikunjungi.

1. Shirakawa-go, Prefektur Gifu

ilustrasi Shirakawa-go (pexels.com/ Pitipat Usanakornkul)

Shirakawa-go merupakan salah satu desa paling terkenal di Jepang dan telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Desa ini dipenuhi rumah tradisional bergaya gassho-zukuri, yaitu rumah beratap jerami dengan bentuk yang menyerupai kedua tangan yang sedang berdoa.

Saat musim dingin tiba, seluruh desa berubah menjadi pemandangan yang sangat memukau. Atap-atap rumah tertutup salju tebal, sementara lampu-lampu hangat dari dalam rumah membuat suasana terasa seperti negeri dongeng. Pada musim lain pun, Shirakawa-go tetap memikat dengan panorama pegunungan hijau yang mengelilinginya.

2. Ine no Funaya, Prefektur Kyoto

ilustrasi Ine no Funaya (pexels.com/ Do Van)

Berbeda dari desa pada umumnya, Ine no Funaya dikenal sebagai desa nelayan yang memiliki rumah-rumah tradisional tepat di bibir laut. Bangunan yang disebut funaya ini memiliki garasi perahu di lantai bawah dan ruang tinggal di bagian atas.

Pemandangan deretan rumah yang berdiri menghadap laut membuat desa ini terlihat sangat unik. Kamu juga bisa menyewa perahu untuk menikmati pemandangan dari tengah teluk atau bersepeda santai sambil menikmati udara segar khas pesisir Kyoto.

3. Ouchi-juku, Prefektur Fukushima

ilustrasi Ouchi-juku (commons.wikimedia.org/ Σ64)

Ouchi-juku adalah desa bersejarah yang dulunya menjadi tempat persinggahan para pelancong pada zaman Edo. Hingga sekarang, jalan utama desa masih dipenuhi rumah-rumah kayu beratap jerami yang dipertahankan seperti bentuk aslinya.

Salah satu hal yang membuat suasananya begitu autentik adalah tidak adanya kabel listrik yang terlihat di sepanjang jalan utama. Saat berjalan kaki di desa ini, kamu akan merasa seperti kembali ke Jepang pada ratusan tahun yang lalu.

4. Biei, Hokkaido

ilustrasi Shirogane Blue Pond Biei, Hokkaido (pexels.com/ Jeffry Surianto)

Biei menjadi salah satu destinasi favorit pencinta alam karena menawarkan pemandangan perbukitan yang luas dengan ladang berwarna-warni. Saat musim panas, hamparan bunga bermekaran dan membentuk gradasi warna yang sangat indah.

Selain ladang bunga, Biei juga terkenal dengan pohon-pohon ikonik seperti Ken & Mary Tree dan Mild Seven Tree. Banyak wisatawan datang hanya untuk menikmati panorama pedesaan yang tenang sekaligus mengabadikan keindahan alamnya melalui kamera.

5. Tsumago-juku, Prefektur Nagano

ilustrasi Tsumago-juku (commons.wikimedia.org/ 663highland)

Tsumago-juku merupakan salah satu kota persinggahan terbaik di jalur bersejarah Nakasendo yang menghubungkan Kyoto dan Edo pada masa lampau. Desa ini mempertahankan suasana tradisional dengan sangat baik sehingga nuansa Jepang klasik masih terasa kuat.

Pada siang hari, kendaraan bermotor dilarang melintas di jalan utama agar suasana tetap nyaman bagi pejalan kaki. Kabel listrik juga disembunyikan sehingga pemandangan bangunan kayu tradisional terlihat semakin rapi dan estetik.

Desa-desa wisata di Jepang menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan kawasan perkotaan. Suasananya lebih tenang, pemandangannya indah, dan setiap sudutnya menyimpan cerita sejarah serta budaya yang masih terjaga hingga sekarang.

Kalau kamu ingin menikmati Jepang dari sisi yang lebih autentik, lima desa di atas layak masuk daftar kunjungan. Mulai dari Shirakawa-go yang bersalju, Ine no Funaya yang berada di tepi laut, hingga Biei dengan ladang bunganya yang memanjakan mata, semuanya menawarkan pengalaman liburan di Jepang yang sulit dilupakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article