Tokyo identik dengan gedung pencakar langit, kereta modern, dan kawasan komersial yang seolah gak pernah berhenti bergerak. Namun, di balik wajah futuristik tersebut, masih ada sejumlah kawasan yang mempertahankan gang sempit, rumah kayu, pertokoan lawas, hingga suasana shitamachi yang membawa ingatan menuju Jepang pada era Showa. Era yang berlangsung pada 1926–1989 itu meninggalkan jejak panjang pada perkembangan budaya urban Tokyo dan sebagian atmosfernya masih dapat dirasakan sampai sekarang.
Menjelajahi sisi lawas Tokyo juga menawarkan pengalaman berbeda karena daya tariknya bukan sekadar bangunan bersejarah. Kehidupan masyarakat lokal, toko independen, kedai sederhana, dan jalan perbelanjaan tradisional membuat nuansa masa lalu terasa menyatu dengan aktivitas masa kini. Kalau tertarik melihat Tokyo dari perspektif yang lebih nostalgis, yuk jelajahi lima kawasan berikut!
