5 Kota Alternatif di China yang Wajib Dikunjungi saat Low Season

- Low season China berlangsung November–Februari, menawarkan perjalanan lebih tenang, minim kerumunan, serta potensi harga wisata dan penginapan yang lebih hemat dibanding periode ramai.
- Lijiang, Yangshuo, Hangzhou, dan Pingyao menghadirkan pengalaman beragam: kota tua UNESCO, pegunungan karst Sungai Li, West Lake serta kebun teh, hingga benteng bersejarah.
- Chengdu menawarkan ritme kota yang santai, konservasi panda raksasa, kuliner Sichuan, serta kesempatan menikmati kedai teh dan pertunjukan seni tradisional tanpa antrean panjang.
China terkenal dengan destinasi wisata ikonik, seperti Tembok Besar China, Kota Terlarang yang menyimpan sejarah kekaisaran, hingga gemerlapnya kota. Popularitas kota-kota utama seperti Beijing, Shanghai, hingga Chongqing hampir selalu ramai, apalagi saat Golden Week. Di musim tersebut, liburan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi melelahkan akibat antrean ekstrem, lonjakan harga, dan jalanan yang sesak.
Kini, saatnya mulai melirik strategi berlibur ke China saat low season tanpa harus pusing menghadapi lautan manusia. Biasanya, low season di China akan berlangsung dari bulan November hingga Februari. Berikut rekomendasi kota alternatif di China yang wajib dikunjungi saat low season.
1. Lijiang

ilustrasi wisata di Lijiang, China (unsplash.com/XXWW) Lijiang berada di Provinsi Yunnan yang terkenal dengan kota tuanya (Old Town of Lijiang) yang masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Kota ini memiliki arsitektur kayu tradisional hingga latar megah Pegunungan Salju Naga Giok (Jade Dragon Snow Mountain).
Saat musim sepi pegunjung, wisatawan bisa duduk santai di kafe pinggir kanal, berjalan menyusuri gang-gang batu, dan bebas menikmati suasana tenang pegunungan. Selain itu, mereka juga dapat berinteraksi langsung dengan warga lokal suku Naxi yang terkenal dengan tradisi dan kebudayaan yang masih terjaga utuh.
2. Yangshou

ilustrasi wisata di Yangshou, China (unsplash.com/Danielle Barnes) Yangshou merupakan kota kecil di kawasan Guangxi yang dikelilingi oleh pegunungan karst yang mirip seperti lukisan tradisional Tiongkok. Kota ini terletak di sebelah tenggara kota Guilin dan berada di tepi barat Sungai Li.
Wisatawan dapat menyusuri sungai dengan naik rakit bambu yang berlayar di sekitar Sungai Li. Selain itu, kawasan ini menjadi lokasi favorit panjat tebing karena formasi batuan karst yang curam di sekeliling Yangshuo.
3. Hangzhou

ilustrasi wisata di Hangzhou, China (unsplash.com/David Veksler) Hangzhou terkenal dengan West Lake yang legendaris, dikelilingi oleh kuil-kuil kuno serta perkebunan teh hijau. Danau ini diabadikan dalam puisi, seni, dan cerita-cerita Tiongkok selama berabad-abad.
Jangan lupa mampir ke Kuil Lingyin yang merupakan salah satu kuil Buddha terbesar dan tertua di China yang terkenal dengan patung raksasa terbuat dari batu giok. Kalau ingin menikmati suasana sejuk, Desa Longjing bisa menjadi tujuan wisata yang menawarkan hamparan kebun teh luas dan wisatawan bisa belajar tentang proses pembuatan hingga minum teh Longjing.
4. Pingyao

ilustrasi wisata di Pingyao, China (unsplash.com/Jun Ren) Kalau kamu penasaran dengan wujud asli China zaman dulu, coba berkunjung ke kota Pingyao. Bak menembus mesin waktu, kota ini dikelilingi oleh benteng tembok tua utuh dari abad pertengahan yang masih terjaga.
Pingyao cocok menjadi destinasi slow travel karena suasananya tenang dan tanpa kerumunan turis. Kamu bisa leluasa melihat museum, bank pertama di China (Rishengchang), hingga mencoba kuliner di restoran lokal.
5. Chengdu

ilustrasi Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding (unsplash.com/Simone Dinoia) Chengdu merupakan ibu kota Provinsi Sichuan yang terkenal sebagai pusat konservasi panda raksasa dan kota gastronomi dunia. Meskipun termasuk kota besar modern, Chengdu terbilang memiliki ritme hidup yang jauh lebih lambat dan santai dibandingkan dengan kota besar lainnya.
Di sini, wisatawan tidak akan menjumpai antrean panjang saat masuk ke Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding. Sore harinya, kamu bisa bersantai di kedai teh tradisional sambil menikmati pertunjukan seni bersama warga lokal.
Liburan ke China saat low season menjadi waktu terbaik untuk menikmati keunikan dari Negeri Tirai Bambu dengan tenang dan leluasa. Selain itu, budget yang dikeluarkan juga lebih hemat, bahkan biaya tempat wisata kerap menawarkan harga spesial. Gimana, tertarik untuk pergi berlibur ke China saat low season?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)
![[QUIZ] Kota di China yang Wajib Kamu Jelajahi selama Liburan](https://image.idntimes.com/post/20250604/dominic-kurniawan-suryaputra-samy8ey-7k-unsplash-97fbcb46b44f3028fdd36439216650c5.jpg)






![[QUIZ] Dari Wilayahnya, Ini Situs Warisan Dunia di Indonesia yang Bisa Kamu Kunjungi](https://image.idntimes.com/post/20250827/upload_9b850d7580190d611ea33dd5e4ccddbe_56989a78-93df-40e8-a8a4-0f9e5c7241b0.jpeg)
![[QUIZ] Gunung vs Pantai, Mana yang Paling Cocok untukmu?](https://image.idntimes.com/post/20250718/upload_665e171d42dba507dbd58250b15aa0d5_a051aed7-9f73-439c-9989-47328201761b.jpg)











