Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kota China dengan Museum dan Situs Sejarah yang Layak Dikunjungi

4 min read
5 Kota China dengan Museum dan Situs Sejarah yang Layak Dikunjungi
ilustrasi Palace Museum (pexels.com/zhang kaiyv)
  • Beijing menonjol lewat Palace Museum, bekas istana Ming dan Qing yang selesai dibangun pada 1420, menyimpan tata ruang kekaisaran serta koleksi seni, buku kuno, dan artefak.

  • Shanghai History Museum menyimpan sekitar 110.000 benda yang merekam perkembangan kota, sementara Guangzhou memiliki Chen Clan Ancestral Hall, museum seni rakyat dengan lebih dari 20.000 koleksi.

  • Nanjing merekam transisi kekaisaran hingga modern melalui Presidential Palace, sedangkan Xi'an menampilkan sejarah 13 dinasti dan Mausoleum Qin Shi Huang dengan lebih dari 7.000 figur terakota.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

China memiliki banyak kota dengan jejak sejarah yang masih terlihat melalui museum dan situs peninggalannya. Beberapa di antaranya menyimpan bangunan kekaisaran, koleksi artefak, hingga kawasan yang berkaitan dengan perubahan politik dan budaya. Keragaman tersebut membuat sejarah berbagai periode China dapat ditelusuri melalui destinasi yang berada di dalam maupun sekitar kota.

Beberapa kota memiliki karakter sejarah yang berbeda. Masing-masing menawarkan museum atau situs yang memperlihatkan peninggalan dari masa kekaisaran hingga sejarah modern. Berikut lima kota China yang memiliki destinasi sejarah dengan koleksi, bangunan, dan konteks masa lalu yang menarik untuk ditelusuri.

  1. 1. Beijing

    Ilustrasi Palace Museum di China
    Ilustrasi Palace Museum di China (commons.wikimedia.org/Dave Proffer)

    Beijing punya banyak jejak sejarah yang tersimpan dalam bangunan kekaisaran dan museum. Salah satu yang menonjol adalah Palace Museum di bekas kompleks istana Dinasti Ming dan Qing. kompleks ini selesai dibangun pada 1420 dan pernah menjadi tempat tinggal 24 kaisar dari kedua dinasti tersebut.

    Di dalamnya terdapat bangunan istana, ruang dengan tata letak asli, serta koleksi seni kekaisaran dalam beragam kategori. Koleksinya mencakup lukisan, kaligrafi, keramik, perhiasan, jam, patung, dan buku kuno. Pembagian Outer Court dan Inner Court juga memperlihatkan fungsi ruang dalam kehidupan pemerintahan serta keluarga kekaisaran.

  2. 2. Shanghai

    Shanghai History Museum
    Shanghai History Museum (commons.wikimedia.org/Art Museum Photographer)

    Shanghai tidak hanya dikenal melalui lanskap kota modern, tetapi juga memiliki museum yang merekam perjalanan kotanya. Shanghai History Museum berada di kawasan People's Square dan menyajikan kisah metropolis ini dari masa kuno hingga masa kini. Bangunannya memiliki luas 23.000 meter persegi dan menjadi tempat koleksi, penelitian, pameran, serta edukasi.

    Museum ini menyimpan sekitar 110.000 benda dari berbagai periode sejarah Shanghai. Koleksinya antara lain meriam perunggu Zhen Yuan, benda dari Yuyuan Garden, mesin pengolahan kapas, serta dokumen bergambar dari masa Qing. Koleksi tersebut memperlihatkan perubahan Shanghai melalui peninggalan material.

  3. 3. Guangzhou

    Chen Clan Ancestral Hall
    Chen Clan Ancestral Hall (commons.wikimedia.org/钉钉)

    Guangzhou memiliki peninggalan sejarah dan seni tradisional Guangdong. Chen Clan Ancestral Hall dibangun pada 1888 hingga 1893 sebagai aula leluhur bersama keluarga Chen dari 72 wilayah Guangdong. Bangunan ini digunakan sebagai tempat tinggal sementara anggota klan yang mengikuti ujian kekaisaran serta mengurus pemerintahan.

    Kini kompleks tersebut menjadi museum seni yang menampilkan karya seni rakyat dari Guangdong dan China. Luasnya mencapai 15.000 meter persegi dengan bangunan utama 6.400 meter persegi, terdiri dari aula pusat, sembilan aula, enam halaman. Koleksinya lebih dari 20.000 benda, hampir 3.000 termasuk benda peninggalan budaya nasional.

  4. 4. Nanjing

    Presidential Palace
    Presidential Palace (unsplash.com/Tao Liu)

    Nanjing memiliki situs yang merekam perubahan sebuah kompleks pemerintahan dari masa kekaisaran hingga sejarah modern. Presidential Palace berusia lebih dari 600 tahun dan pernah menjadi kediaman pada masa awal Ming, kantor pemerintahan pada masa Qing, serta istana Kerajaan Taiping. Sun Yat sen dilantik sebagai presiden sementara di tempat ini pada 1 Januari 1912.

    Kompleks tersebut kemudian menjadi kantor pemerintahan nasional dan pada 1998 ditetapkan sebagai museum sejarah modern. Area ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu jalur tengah, Xuyuan Garden di sisi barat, dan East Garden. Bangunan yang masih ada mencakup ruang utama, kantor pemerintahan dan taman.

  5. 5. Xi'an

    Terracotta Warriors
    Terracotta Warriors (pexels.com/Jan Dvorak)

    Xi'an dikenal sebagai kota dengan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan berbagai dinasti di China. Pemerintah Kota Xi'an mencatat kota ini telah berdiri lebih dari 3.100 tahun dan pernah menjadi ibu kota 13 dinasti selama 1.129 tahun. Jejak tersebut terlihat dari Xi'an City Wall, Dayan Pagoda, dan Xi'an Beilin Museum.

    Untuk melihat peninggalan yang lebih tua, Museum Situs Mausoleum Kaisar Qin Shi Huang berada di Lintong, Xi'an. Menurut Pemerintah Kota Xi'an, museum ini mencakup Museum Prajurit Terakota dan taman situs makam, dengan lebih dari 7.000 prajurit, kuda, kereta, dan senjata. Pit 1, Pit 2, dan Pit 3 memperlihatkan susunan figur terakota yang berkaitan dengan kompleks pemakaman Kaisar Qin Shi Huang.

    Kelima kota tersebut menunjukkan bagaimana jejak sejarah tetap menjadi bagian dari perkembangan perkotaan di China. Peninggalan yang masih bertahan memberikan gambaran mengenai perubahan masyarakat, pemerintahan, dan kebudayaan dari berbagai periode. Keberadaan situs bersejarah di tengah kehidupan kota juga membuat perjalanan dapat menjadi sarana untuk mengenali perkembangan China dari masa ke masa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More