Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kota di Jepang yang Punya Festival Musim Panas Paling Meriah
Gion Matsuri (pexels.com/Guohua Song)

Musim panas di Jepang sering terasa hidup lewat festival kota yang penuh warna, musik, tarian, dan prosesi tradisional. Banyak festival besar digelar pada Juli sampai Agustus, saat jalanan berubah menjadi ruang budaya terbuka. Suasana inilah yang membuat kota kota Jepang punya daya tarik kuat saat musim panas.

Dari Kyoto sampai Tokushima, tiap kota punya karakter festival yang berbeda. Ada kota yang terkenal dengan arak arakan kendaraan hias, ada pula yang hidup lewat tarian massal atau dekorasi Tanabata berwarna cerah. Berikut lima kota di Jepang yang punya festival musim panas meriah dan menarik untuk masuk daftar inspirasi liburan.

1. Kyoto

Festival Gion Matsuri (commons.wikimedia.org/Corpse Reviver)

Menurut dari Kyoto Travel, Gion Matsuri di Kyoto termasuk salah satu dari tiga festival terbesar di Jepang dan digelar setiap tahun dari 1 sampai 31 Juli sebagai perayaan pertengahan musim panas Yasaka Jinja. Puncak festival berlangsung pada 17 dan 24 Juli, ketika prosesi Yama Hoko bergerak di jalan utama kota. Selama periode ini, Kyoto disebut berada dalam suasana festival yang terasa menyebar ke seluruh kota.

Daya tarik Gion Matsuri bukan hanya ada pada arak arakan, tetapi juga detail budaya yang muncul di sepanjang rute. Kyoto Travel menjelaskan bahwa rumah rumah di sekitar jalur prosesi biasanya menampilkan layar lipat dan benda budaya yang diwariskan turun-temurun. Oleh karena itu, festival ini juga dikenal sebagai Byobu Matsuri atau Festival Layar Lipat.

2. Osaka

Tenjin Matsuri (commons.wikimedia.org/663highland)

Dilansir dari Japan National Tourism Organization, Tenjin Matsuri di Osaka merupakan festival musim panas yang dipenuhi berbagai ritual, tari, musik, dan prosesi mikoshi. Festival ini berusia lebih dari 1.000 tahun dan menghormati Sugawara Michizane, sosok yang dikenal sebagai dewa pengetahuan Jepang. Perayaan berpusat di Osaka Tenmangu Shrine dan kawasan Okawa River.

Suasana paling ramai muncul pada malam 25 Juli. Japan National Tourism Organization menjelaskan bahwa ada sekitar seratus perahu berparade di Okawa River, lalu festival ditutup dengan pertunjukan kembang api yang berlangsung sekitar satu setengah jam. Area sungai juga dipenuhi banyak kios makanan sehingga atmosfer festival terasa padat, terang, dan hidup.

3. Aomori

ilustrasi Aomori Nebuta Festival (pexels.com/Willian Justen de Vasconcellos)

Berdasarkan informasi dari Amazing Aomori, Aomori Nebuta Festival digelar setiap tahun pada 2 sampai 7 Agustus di Kota Aomori. Festival ini menghadirkan lebih dari dua puluh nebuta, yaitu kendaraan hias lentera besar yang terinspirasi dari cerita kabuki atau mitologi. Setiap tahun, lebih dari tiga juta pengunjung datang dari Jepang dan luar negeri untuk menyaksikan perayaan ini.

Kemeriahan Aomori Nebuta terasa dari gerak, warna, dan suara yang muncul bersamaan di jalanan. Amazing Aomori menjelaskan bahwa penari Haneto dengan kostum warna warni, pemain seruling, dan penabuh drum ikut mengiringi nebuta selama parade. Pada malam terakhir, nebuta dibawa ke perahu di Aomori Bay, lalu kembang api menutup festival dengan suasana dramatis.

4. Sendai

Sendai Tanabata Festival (commons.wikimedia.org/掬茶)

Melansir situs resmi Sendai Tanabata Festival, festival ini sudah diwariskan sejak era Date Masamune, penguasa pertama Sendai Domain. Berbeda dari banyak perayaan Tanabata lain di Jepang, Sendai Tanabata Festival digelar pada 6 sampai 8 Agustus. Selama festival, pusat Sendai dan kawasan pertokoan di sekitarnya dipenuhi dekorasi Tanabata berwarna cerah.

Kota ini menarik karena suasananya lebih lembut dan elegan. Situs resmi Sendai Tanabata Festival menjelaskan bahwa dekorasi bambu dibuat dengan tangan, bahkan para pemilik toko menyiapkannya selama berbulan bulan. Isi dekorasi biasanya dirahasiakan sampai pagi 6 Agustus, lalu kota berubah menjadi lorong panjang penuh hiasan kertas yang bergerak tertiup angin.

5. Tokushima

Awa Odori (commons.wikimedia.org/Ann Lee)

Menurut Japan National Tourism Organization, Awa Odori adalah festival paling terkenal di Tokushima dan menjadi perhatian nasional setiap Agustus. Festival ini digelar setiap tahun pada 12 sampai 15 Agustus dengan lebih dari satu juta orang berkumpul di jalanan Tokushima City. Tarian Awa Odori sendiri disebut berasal dari kota ini lebih dari empat ratus tahun lalu.

Tokushima punya karakter festival yang sangat hidup karena pusat perayaannya adalah tarian jalanan. Japan National Tourism Organization menjelaskan bahwa kelompok penari ren tampil pada malam hari di pusat kota dengan pakaian tradisional seperti happi dan yukata. Jalan utama ditutup, panggung penonton disiapkan, kios makanan bermunculan di sekitar sungai, dan pusat kota berubah menjadi ruang festival terbuka.

Festival musim panas di Jepang menghadirkan pengalaman wisata kota yang penuh warna, mulai dari suasana jalanan yang ramai, pertunjukan budaya, dekorasi khas, hingga tradisi yang masih dijaga turun temurun. Setiap perayaan menawarkan cara berbeda untuk menikmati musim panas, sehingga cocok dipertimbangkan sebagai agenda perjalanan bagi wisatawan yang ingin melihat sisi budaya Jepang secara lebih hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article