Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Spot Foto Terbaik untuk Mengabadikan Gunung Fuji Berselimut Salju

ilustrasi Iyashi no Sato
ilustrasi Iyashi no Sato (pixabay.com/jacqueline macou)

Gunung Fuji atau yang akrab disapa Fuji-san, bukan sekadar gunung berapi aktif bagi masyarakat Jepang. Gunung ini adalah simbol keagungan, spiritualitas, dan keindahan abadi yang menjadi magnet bagi siapa pun yang datang ke Negeri Sakura. Pesonanya mencapai puncak saat musim dingin tiba, ketika selimut salju putih bersih menghiasi puncaknya yang nyaris sempurna, kontras dengan langit biru yang cerah. Momen inilah yang ditunggu-tunggu para pelancong dan fotografer. Namun perlu diingat bahwa sang gunung seringkali tertutup awan, sehingga mendapatkan pemandangan sempurna membutuhkan kesabaran dan sedikit keberuntungan.

Banyak orang rela menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan satu foto impian. Tetapi, menemukan lokasi dan waktu yang tepat seringkali menjadi tantangan. Agar perjalananmu tidak sia-sia, memilih spot yang pas dan merencanakan logistik adalah kunci utamanya. Dari tepi danau yang tenang hingga pagoda ikonik, berikut adalah beberapa tempat yang menawarkan pemandangan Gunung Fuji berselimut salju.

1. Pagoda Chureito menyajikan komposisi klasik Jepang yang memesona

ilustrasi Pagoda Chureito
ilustrasi Pagoda Chureito (pexels.com/Lorenzo Castellino)

Ini adalah salah satu pemandangan Gunung Fuji yang paling ikonik dan sering muncul di berbagai kartu pos dari Jepang. Perpaduan antara pagoda lima tingkat berwarna merah, Gunung Fuji yang gagah di latar belakang, dan keindahan musiman menciptakan komposisi yang sangat "Jepang". Lokasinya yang terletak di dalam kompleks Taman Arakurayama Sengen sangat populer, terutama saat musim semi dengan bunga sakura atau saat musim dingin bersalju.

Untuk mencapai dek observasi di belakang pagoda, kamu harus mendaki sekitar 400 anak tangga, sebuah usaha yang akan terbayar lunas oleh pemandangan di puncak. Karena popularitasnya yang luar biasa, tempat ini bisa sangat ramai hingga diberlakukan batas waktu kunjungan di dek observasi, jadi datang sangat pagi adalah strategi terbaik. Cahaya matahari pagi yang menyinari puncak Fuji bersalju akan menciptakan siluet yang menakjubkan.

2. Danau Kawaguchiko menawarkan pantulan Fuji-san yang magis di atas air

ilustrasi Danau Kawaguchiko
ilustrasi Danau Kawaguchiko (pexels.com/Paulino Acosta Santana)

Danau Kawaguchiko adalah yang paling mudah diakses di antara lima danau Fuji (Fuji Five Lakes), dapat dijangkau dengan kereta "Fuji Excursion" atau bus dari Tokyo. Keistimewaan utama danau ini adalah kemampuannya memantulkan bayangan Gunung Fuji di permukaannya yang tenang, menciptakan efek Sakasa Fuji (Fuji terbalik) yang magis. Pemandangan ini paling mungkin terlihat pada pagi hari yang cerah dan tanpa angin, saat permukaan air danau masih setenang kaca.

Pesisir utara danau menjadi lokasi favorit karena menawarkan pemandangan langsung tanpa halangan. Sepanjang tepi danau, terdapat banyak titik menarik seperti Taman Oishi yang terkenal dengan bunga lavendernya di musim panas. Di musim dingin, suasana menjadi lebih syahdu dengan Fuji-san yang tertutup salju tebal, memberikan nuansa monokromatik yang elegan pada hasil fotomu.

3. Iyashi no Sato menghadirkan nuansa pedesaan Jepang zaman dahulu

ilustrasi Iyashi no Sato
ilustrasi Iyashi no Sato (pixabay.com/jacqueline macou)

Jika kamu mencari foto Gunung Fuji dengan sentuhan budaya dan sejarah, desa tradisional Iyashi no Sato adalah jawabannya. Tempat ini adalah museum terbuka yang merekonstruksi desa pertanian dengan rumah-rumah beratap jerami khas, setelah desa aslinya hancur akibat topan pada tahun 1966. Di sini, kamu bisa merasakan atmosfer Jepang tempo dulu sambil menikmati pemandangan Fuji-san yang menjulang di atas atap-atap rumah tradisional.

Setiap sudut desa ini sangat fotogenik dan memerlukan tiket masuk untuk dapat masuk ke dalamnya. Kamu bisa berjalan-jalan di antara rumah-rumah jerami, melihat berbagai kerajinan tangan, dan terus mencari komposisi terbaik dengan latar belakang Gunung Fuji. Pemandangan dari sini memberikan kesan damai dan otentik, seolah kamu sedang melakukan perjalanan waktu ke masa lalu.

4. Danau Shoji menyuguhkan ketenangan dengan pemandangan dramatis

ilustrasi Danau Shoji
ilustrasi Danau Shoji (hoge asdf, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Jika kamu mencari suasana yang lebih tenang dan jauh dari keramaian, Danau Shoji adalah pilihan yang tepat. Sebagai danau terkecil di antara kelima danau Fuji, suasananya tidak seramai Danau Kawaguchiko, memungkinkan kamu untuk menikmati keagungan Fuji-san tanpa banyak gangguan. Pemandangan dari sini sering disebut "Kodaki Fuji" atau Fuji yang memeluk anak, karena gunung kecil di depannya terlihat seperti anak yang dipeluk oleh Fuji-san.

Salah satu spot foto favorit di sini adalah deretan perahu kecil di tepi danau, yang bisa menjadi elemen latar depan yang kuat untuk fotomu. Saat matahari terbenam, langit sering kali berubah warna menjadi oranye keunguan, menciptakan pemandangan senja yang spektakuler jika terpantul di permukaan danau. Karena lokasinya yang lebih terpencil, tempat ini paling baik diakses dengan mobil.

5. Perkebunan teh Obuchi Sasaba menampilkan harmoni alam dan agrikultur

ilustrasi perkebunan teh Obuchi Sasaba
ilustrasi perkebunan teh Obuchi Sasaba (SHori, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Untuk perspektif yang sama sekali berbeda, kunjungi perkebunan teh Obuchi Sasaba di Prefektur Shizuoka. Lokasi ini menawarkan pemandangan Gunung Fuji yang ikonik dengan hamparan perkebunan teh hijau yang subur di depannya. Barisan rapi tanaman teh menciptakan garis penuntun alami yang mengarahkan mata langsung ke puncak Fuji yang megah.

Perlu diingat bahwa ini adalah lahan pribadi, jadi pengunjung diharapkan untuk selalu bersikap sopan, menghormati para pekerja, dan tidak merusak tanaman teh. Mengingat lokasinya, menyewa mobil adalah cara paling nyaman untuk mencapai tempat ini dari stasiun terdekat seperti Shin-Fuji. Pemandangan Fuji bersalju dengan latar depan perkebunan teh di musim dingin menawarkan kontras warna yang unik dan menarik.

Tips sebelum kamu berangkat:

Mengabadikan Gunung Fuji bukan hanya soal kamera, tapi juga persiapan yang cermat. Pertama, selalu periksa ramalan cuaca dan webcam langsung sebelum berangkat, karena Fuji-san terkenal "pemalu" dan sering tertutup awan. Untuk meningkatkan peluangmu, sangat disarankan untuk menginap setidaknya 2-3 hari di area tersebut daripada melakukan perjalanan satu hari.

Jika berkunjung di musim dingin, bersiaplah untuk suhu yang sangat dingin, yang bisa mencapai di bawah -5°C. Kenakan pakaian berlapis, termasuk pakaian dalam termal, jaket tebal, sarung tangan, syal, dan sepatu bot tahan air agar tetap hangat dan nyaman. Terakhir, pertimbangkan untuk menyewa mobil, karena transportasi umum mungkin tidak menjangkau semua spot foto dan jadwalnya bisa terbatas, terutama untuk mengejar matahari terbit atau terbenam.

Mengabadikan keindahan Gunung Fuji adalah sebuah pengalaman yang akan selalu membekas. Dengan persiapan yang matang dan sedikit kesabaran, kamu akan membawa pulang bukan hanya foto yang sempurna, tetapi juga kenangan yang tak terlupakan.


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

[QUIZ] Kota di China yang Wajib Kamu Jelajahi selama Liburan

08 Jan 2026, 20:30 WIBTravel