Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Penyebab Pendaki Terpisah dari Rombongan, Waspadai!

4 Penyebab Pendaki Terpisah dari Rombongan, Waspadai!
ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Noah Master)
Intinya Sih
  • Banyak pendaki terpisah dari rombongan karena kurangnya koordinasi, komunikasi, dan disiplin selama perjalanan, yang meningkatkan risiko tersesat atau mengalami kecelakaan di jalur pendakian.
  • Perbedaan kondisi fisik dan kecepatan antaranggota membuat jarak semakin melebar jika tempo tidak disesuaikan, sehingga beberapa pendaki bisa tertinggal atau kehilangan arah.
  • Kebiasaan terlalu fokus pada dokumentasi atau mengabaikan instruksi leader dan sweeper menjadi faktor tambahan yang menyebabkan formasi kelompok tidak terkontrol dengan baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mendaki gunung secara berkelompok ternyata bisa memberikan rasa aman dan juga dukungan moral sepanjang perjalanan. Dalam praktiknya justru tidak sedikit kasus pendaki yang terpisah dari rombongan karena mengalami berbagai faktor yang kerap kali dianggap sepele.

Kondisi ini bisa meningkatkan risiko tersesat, kelelahan berlebih, hingga kecelakaan yang berada di jalur pendakian. Oleh karena itu, penting untuk memahami beberapa penyebab pendaki bisa terpisah dari rombongan ketika mendaki gunung, sehingga dapat membuat setiap anggota bisa lebih waspada dan dan disiplin.

1. Kurangnya koordinasi dan komunikasi

ilustrasi mendaki gunung
ilustrasi mendaki gunung (unsplash.com/Toomas Tartes)

Salah satu faktor penyebab utama pendaki bisa terpisah dari rombongan adalah minimnya koordinasi sebelum dan juga selama pendakian berlangsung. Tanpa pembagian peran yang jelas dan kesepakatan terkait. Istirahat, maka jarak antar anggota bisa semakin melebar tanpa disadari satu sama lain.

Komunikasi yang tidak efektif bisa membuat informasi penting, seperti perubahan jalur atau kondisi cuaca tidak bisa disampaikan dengan baik. Akibat dari hal ini akan membuat anggota ada yang mungkin berjalan terlalu cepat atau terlalu lambat hingga pada akhirnya tertinggal dari kelompok.

2. Perbedaan kondisi fisik dan kecepatan

ilustrasi pendaki
ilustrasi pendaki (unsplash.com/Annie Spratt)

Setiap pendaki memiliki tingkat kebugaran dan daya tahan tubuh yang berbeda-beda, sehingga hal ini bisa menjadi salah satu faktornya. Jika rombongan tidak menyesuaikan tempo dengan anggota yang paling lambat, maka jarak antar personel bisa saja semakin jauh dan sulit untuk dikendalikan.

Pendaki yang merasa tertinggal kadang kala memilih untuk mempercepat langkah tanpa mempertimbangkan soal kondisi jalur yang menantang. Keputusan yang ada justru bisa membuatnya mengambil rute berbeda atau bahkan kehilangan arah karena kurang fokus terhadap situasi sekitar.

3. Terlalu fokus pada dokumentasi atau hal lain

ilustrasi pendaki
ilustrasi pendaki (pexels.com/Pixabay)

Ada beberapa pendaki yang mungkin terlalu sering berhenti untuk mengambil foto atau video tanpa memberitahu anggota lainnya. Kebiasaan ini mungkin terlihat sepele, namun bisa menyebabkan jarak jadi semakin jauh, terutama di kondisi jalur yang semakin bercabang.

Bukan hanya dokumentasi, namun ada pula yang terlalu asik berbincang atau menggunakan gawai hingga pada akhirnya kurang memperhatikan posisi rombongan. Kurangnya kesadaran situasional dapat membuat pendaki tidak menyadari bahwa ia ternyata sudah tertinggal cukup jauh dari anggota lainnya.

4. Tidak mematuhi aturan leader dan sweeper

ilustrasi pendaki
ilustrasi pendaki (pexels.com/Eric Sanman)

Dalam tim pendakian memang biasanya terdapat pemimpin di bagian depan dan petugas penyapu di belakang untuk memastikan bahwa semua anggota memang masih tetap dalam formasi. Pada saat ada anggota yang tidak mematuhi arahan atau bahkan berjalan melewati posisi yang telah ditentukan, maka hal ini akan membuat formasinya tidak terkontrol dengan baik.

Mengabaikan instruksi terkait jarak aman dan titik kumpul dapat meningkatkan risiko terpisah dari rombongan lainnya. Disiplin terhadap aturan tim menjadi kunci penting agar seluruh anggota tetapi bisa bergerak bersama hingga nantinya mencapai tujuan.

Pendaki yang terpisah dari rombongan pada umumnya diakibatkan oleh kurangnya koordinasi, perbedaan kemampuan fisik, gangguan fokus, hingga ketidakdisiplinan. Setidaknya dengan menghindari hal-hal di atas, maka risiko terpisah dari rombongan pun dapat diminimalisir. Pendakian pun bisa berlangsung dengan lebih aman dan terencana sampai puncak dan kembali lagi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Travel

See More