Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
​5 Tempat Terbaik Menikmati Keindahan Sungai Seine di Paris
ilustrasi Sungai Seine (commons.wikimedia.org/ Getfunky Paris)
  • Pont des Arts menawarkan panorama Seine tanpa lalu lintas kendaraan; pagi lebih tenang untuk melihat kapal, sedangkan sore ramai oleh warga dan turis yang menikmati matahari terbenam.
  • Île de la Cité, rumah Katedral Notre-Dame, menghadirkan tepian berarsitektur klasik; Square du Vert-Galant menyediakan taman kecil untuk bersantai melihat pantulan cahaya kota.
  • Pont Neuf, Bouquinistes, dan Parc Rives de Seine menyajikan pengalaman berbeda: panorama malam, tradisi buku bekas, serta ruang hijau pejalan kaki dengan kafe terapung dan jalur olahraga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sungai Seine merupakan jantung dari keindahan Kota Paris. Sungai yang membelah kota ini bukan cuma jalur lalu lintas kapal wisata, melainkan juga ruang publik untuk jalan santai atau sekadar duduk menikmati suasana sore.

​Untuk menikmati lanskap ikonik ini, kamu tidak selalu harus naik kapal tur. Lima tempat di sepanjang tepian Seine berikut menawarkan sudut pandang yang unik dan berkesan.

​1. Pont des Arts

ilustrasi Pont des Arts (commons.wikimedia.org/ Moonik)

Jembatan khusus pejalan kaki ini menghubungkan Museum Louvre dengan Institut de France. Berdiri di tengah jembatan ini memberikan kamu pemandangan terbuka ke arah sungai tanpa terganggu lalu lintas kendaraan bermotor.

​Suasana di Pont des Arts cukup hidup. Kalau pagi suasananya tenang, cocok untuk melihat kapal-kapal lewat. Sore hari baru rame, banyak warga lokal dan turis yang datang untuk melihat matahari terbenam.

2. Île de la Cité

ilustrasi Île de la Cité (commons.wikimedia.org/ DiscoA340)

Sebagai pulau alami di tengah Sungai Seine, Île de la Cité merupakan titik awal sejarah Kota Paris sekaligus rumah bagi Katedral Notre-Dame. Menyusuri tepian pulau ini memberikan sensasi dikelilingi aliran air dan arsitektur klasik.

​Kamu bisa berjalan ke area Square du Vert-Galant yang terletak di puncaknya. Di sana, terdapat taman kecil yang menjorok ke air, tempat yang pas untuk duduk santai sambil melihat pantulan cahaya kota di permukaan sungai.

3. Pont Neuf

ilustrasi Pont Neuf (pexels.com/ Leonardo Delsabio)

Meski artinya Jembatan Baru, Pont Neuf sebenarnya adalah jembatan tertua di Paris yang berdiri sejak abad ke-17. Ciri khasnya terletak pada lengkungan batu yang kokoh dan lekukan yang menonjol ke luar sungai.

​Dari atas lengkungan batu ini, kamu bisa melihat aliran Seine dari posisi yang lumayan tinggi. Pemandangannya semakin hidup saat malam tiba, ketika tata lampu jembatan dan bangunan sekitar mulai menyala secara bersamaan.

4. Lapak buku bekas Bouquinistes

ilustrasi toko buku bekas Bouquinistes (commons.wikimedia.org/ Jeanne Menjoulet)

Salah satu daya tarik khas di sepanjang dinding pembatas Seine adalah keberadaan para penjual buku bekas yang dikenal sebagai Bouquinistes. Kotak-kotak hijau legendaris milik mereka terpasang di atas tembok pembatas sungai.

​Sambil menyusuri jalur ini, kamu bisa melihat-lihat poster art vintage, buku tua, dan suvenir unik. Sensasi menikmati Seine di sini terasa lebih autentik karena menyatu dengan tradisi literatur lokal Paris.

5. Parc Rives de Seine

ilustrasi Parc Rives de Seine (commons.wikimedia.org/ Guilhem Vellut)

Kawasan ini dulunya merupakan jalan raya utama kendaraan, tetapi kini sudah diubah sepenuhnya menjadi area pejalan kaki dan ruang hijau terbuka. Taman ini membentang di kedua sisi tepi sungai Seine.

​Di sini kamu akan menemukan fasilitas tempat duduk kayu, cafe terapung, hingga jalur olahraga. Tempat ini sangat cocok buat kamu yang ingin menikmati suasana tepi sungai sambil berinteraksi dengan warga lokal yang sedang bersantai.

Menikmati Sungai Seine paling pas dilakukan tanpa perlu terburu-buru. Cukup dengan melangkah santai di tepi sungai atau berhenti sejenak di atas jembatan, kamu bisa merasakan ritme Kota Paris yang sebenarnya.

​Waktu kunjungan juga sangat memengaruhi suasana. Pagi hari memberikan ketenangan, sedangkan sore menjelang malam menghadirkan nuansa romantis dengan pendar lampu kota di atas air.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article