Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tempat Tergelap di Dunia yang Benar-Benar Dihuni Manusia
ilustrasi Longyearbyen (unsplash.com/Tomas Malik)

Banyak orang membayangkan tempat tinggal ideal sebagai wilayah yang cerah dan penuh sinar matahari. Namun di berbagai penjuru dunia, ada kota-kota yang justru dikenal karena cuacanya yang muram, langit kelabu, dan minim cahaya matahari sepanjang tahun. Meski terdengar suram, tempat-tempat ini tetap dihuni ribuan hingga jutaan orang yang berhasil beradaptasi dengan kondisi ekstrem tersebut.

Menariknya lagi, suasana gelap dan berkabut di kota-kota ini malah menciptakan karakter unik yang sulit ditemukan di tempat lain. Dari kota kecil di Kutub Utara hingga ibu kota besar di Amerika Selatan, semuanya punya cerita sendiri tentang bagaimana manusia bisa bertahan di tengah minimnya cahaya matahari. Berikut lima tempat tergelap di dunia yang benar-benar dihuni manusia.

1. Tórshavn, Faroe Islands

ilustrasi Tórshavn (unsplash.com/Alex Ghiurau)

Tórshavn adalah ibu kota Kepulauan Faroe yang berada di tengah Samudra Atlantik Utara. Kota kecil ini terkenal karena pemandangannya yang dramatis, pegunungan hijau, dan cuaca yang hampir selalu mendung. Dalam setahun, Tórshavn hanya mendapatkan sekitar 840 jam sinar matahari, jumlah yang sangat kecil dibanding kebanyakan kota lain di dunia.

Saat musim dingin tiba, matahari bahkan nyaris tidak muncul selama berminggu-minggu. Meski begitu, kehidupan di kota ini tetap terasa hangat dengan budaya lokal yang kuat. Rumah-rumah berwarna cerah sengaja dibuat untuk melawan suasana kelabu yang mendominasi hampir sepanjang tahun.

Warga Tórshavn juga dikenal sangat dekat dengan konsep hygge, gaya hidup nyaman ala Skandinavia yang menekankan kehangatan dan kebersamaan. Di balik langit suramnya, kota ini justru punya suasana tenang yang membuat banyak wisatawan jatuh cinta.

2. Longyearbyen, Norwegia

ilustrasi Longyearbyen (unsplash.com/Himmel S)

Longyearbyen di Kepulauan Svalbard sering disebut sebagai salah satu kota paling ekstrem di dunia. Letaknya sangat dekat dengan Kutub Utara, sehingga kota ini mengalami polar night selama sekitar 113 hari setiap tahun. Dalam periode tersebut, matahari sama sekali tidak terbit dan warga harus hidup dalam kegelapan hampir 24 jam sehari. Rasanya seperti hidup di malam yang tidak pernah selesai.

Walaupun terdengar menyeramkan, sekitar 2.400 orang tetap tinggal di sana dan menjalani hidup normal. Kota ini menjadi pusat penelitian Arktik sekaligus tujuan wisata unik bagi para pencari aurora. Lampu jalan, rumah kayu berwarna terang, dan komunitas internasional yang aktif membantu membuat suasana terasa lebih hidup.

Bahkan ada aturan unik di sana yakni warga yang keluar dari area kota wajib membawa perlindungan dari beruang kutub karena hewan itu bisa muncul kapan saja di tengah gelapnya musim dingin.

3. Totoró, Kolombia

ilustrasi Totoró (pexels.com/Daniel Sarmiento)

Berbeda dengan wilayah kutub, Totoró di Kolombia punya kegelapan yang berasal dari awan dan hujan hampir sepanjang tahun. Kota kecil yang berada di pegunungan Andes ini terletak lebih dari 2.500 meter di atas permukaan laut.

Udara lembap yang naik ke dataran tinggi terus berubah menjadi awan tebal dan hujan, membuat langit cerah menjadi pemandangan langka di sana. Totoró hanya menerima sekitar 637 jam sinar matahari per tahun, menjadikannya salah satu tempat paling mendung di dunia. Bahkan di siang hari, suasana kota sering terlihat seperti sore yang redup.

Namun masyarakat lokal tetap menjalani kehidupan seperti biasa dengan pertanian kopi dan budaya tradisional yang masih sangat kuat. Kabut dan cuaca dingin justru menjadi bagian dari identitas kota yang membuatnya terasa misterius sekaligus unik.

4. Utqiaġvik, Alaska

ilustrasi Utqiaġvik (pexels.com/Erik Mclean)

Utqiaġvik yang dulu dikenal sebagai Barrow adalah kota paling utara di Amerika Serikat. Kota ini berada jauh di atas Lingkar Arktik dan mengalami malam kutub selama sekitar 65 hari tanpa matahari sama sekali. Saat musim dingin datang, warga harus beraktivitas di tengah cahaya senja yang samar dan suhu yang bisa turun sangat ekstrem.

Kondisi alam di sana juga cukup brutal karena wilayahnya berupa tundra datar tanpa pepohonan. Angin dingin dari Laut Beaufort sering menciptakan badai salju yang membuat jarak pandang sangat buruk.

Meski begitu, komunitas suku asli Iñupiat telah tinggal di wilayah ini selama ratusan tahun dan berhasil beradaptasi dengan lingkungan keras tersebut. Kehidupan mereka masih banyak bergantung pada tradisi berburu dan penangkapan paus yang diwariskan turun-temurun.

5. Lima, Peru

ilustrasi Lima (unsplash.com/David Ress)

Kalau mendengar kota besar di dekat garis khatulistiwa, kebanyakan orang pasti membayangkan cuaca panas dan matahari terik. Tapi Lima di Peru justru terkenal karena langitnya yang abu-abu hampir sepanjang tahun. Kota ini mengalami fenomena cuaca unik bernama garúa, yaitu kabut laut tebal yang menyelimuti kota selama berbulan-bulan dan menghalangi cahaya matahari masuk.

Kabut tersebut terbentuk karena arus laut dingin Humboldt yang bertemu udara hangat dari daratan. Hasilnya adalah suasana lembap dan mendung yang membuat Lima dijuluki “Lima la Gris” atau Lima si Kelabu. Meski begitu, kota ini tetap menjadi salah satu pusat budaya dan kuliner terbesar di Amerika Selatan.

Tempat-tempat tergelap di dunia ini membuktikan bahwa manusia bisa beradaptasi hampir di mana saja, bahkan di wilayah yang minim cahaya matahari dan penuh cuaca ekstrem. Kalau diberi kesempatan, apakah kamu sanggup tinggal di salah satu tempat paling suram di dunia ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article