5 Kota Host Piala Dunia 2026 yang Cocok untuk Backpacker

Ada sensasi yang sulit dijelaskan ketika menyaksikan sebuah kota berubah menjadi lautan jersey dari berbagai negara. Jalanan dipenuhi nyanyian suporter, kafe ramai membahas pertandingan, dan setiap sudut terasa lebih hidup oleh semangat sepak bola.
Menikmati atmosfer Piala Dunia 2026 tidak selalu harus menguras tabungan. Dengan memilih kota yang tepat, para backpacker tetap bisa merasakan kemeriahan turnamen besar di dunia sambil menikmati destinasi wisata yang ramah di kantong.
Piala Dunia 2026 berlangsung di 16 kota tuan rumah dan di antara seluruh kota itu, ada beberapa destinasi yang menawarkan kombinasi menarik antara biaya perjalanan yang relatif terjangkau, transportasi publik memadai, serta banyak atraksi wisata gratis. Bagi kamu yang tertarik menjelajahinya, berikut lima kota host Piala Dunia 2026 yang layak dipertimbangkan untuk masuk dalam itinerary backpacker.
1. Guadalajara, Meksiko

Guadalajara menjadi salah satu pilhan terbaik bagi backpacker yang ingin menikmati atmosfer Piala Dunia 2026 tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Sebagai kota terbesar kedua di Meksiko, kota ini menawarkan harga akomodasi, makanan, dan transportasi umum yang lebih murah dibanding banyak kota host lainnya.
Kamu dapat wisata jalan kaki gratis dan banyak menemukan kuliner kaki lima yang murah di pusat kota. Sambil nonton pertandingan, jangan lupa mengunjungi Hospicio Cabañas yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO hingga menikmati pertunjukan musik mariachi yang menjadi identitas kota ini.
2. Mexico City, Meksiko

Mexico City menjadi destinasi yang wajib dikunjungi karena menjadi salah satu pusat perhatian Piala Dunia 2026. Kota ini punya Stadion Azteca yang mencatat sejarah dan menjadi stadion pertama yang tiga kali menjadi tuan rumah Piala Dunia.
Meski berstatus sebagai ibu kota, Mexico City masih tergolong ramah bagi backpacker berkat jaringan metro yang luas dengan tarif terjangkau. Selain itu, banyak wisata gratis seperti Zócalo, Chapultepec Park, hingga kawasan Centro Histórico yang dapat dijelajahi hanya dengan jalan kaki. Hostel dan penginapan budget pun mudah ditemukan di kawasan Roma, Condesa, maupun Centro.
3. Philadelphia, Amerika Serikat

Jika ingin menikmati atmosfer Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat tanpa harus menghadapi tingginya biaya seperti di New York, Philadelphia bisa menjadi alternatif menarik. Kota ini punya banyak bangunan bersejarah yang berlokasi berdekatan sehingga nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki. Liberty Bell, Independence Hall, hingga kawasan Old City menjadi destinasi yang dapat dikunjungi dalam satu hari.
Selain itu, jaringan transportasi publik SEPTA memudahkanmu untuk berpindah tempat tanpa perlu menyewa kendaraan. Pilihan hostel serta hotel budget di Philadelphia pun relatif lebih bersahabat dibanding beberapa kota besar lainnya di Amerika Serikat.
4. Los Angeles, Amerika Serikat

Los Angeles menjadi pilihan menarik bagi backpacker yang ingin menggabungkan pengalaman nonton Piala Dunia 2026 dengan wisata khas California. Meski dikenal sebagai kota dengan biaya hidup tinggi, pengeluaran tetap bisa ditekan dengan memilih hostel di kawasan Hollywood atau Koreatown, serta memanfaatkan layanan Metro Los Angeles.
Di sela jadwal pertandingan, kamu dapat mengunjungi Santa Monica Pier, Hollywood Walk of Fame, Griffith Observatory, atau menikmati suasana pantai Venice. Banyak destinasi ini yang bisa dinikmati secara gratis sehingga membantu menghemat anggaran perjalanan. Di samping itu, Los Angeles punya pilihan makanan kaki lima dan cuaca yang selalu mendukung untuk eksplorasi murah.
5. Toronto, Kanada

Toronto memang dikenal sebagai salah satu kota dengan biaya hidup yang cukup tinggi, namun kota ini tetap layak dipertimbangkan karena menawarkan pengalaman backpacking yang praktis. Sistem transportasi Toronto Transit Commission (TTC) menghubungkan hampir seluruh kawasan wisata utama, sehingga wisatawan gak perlu bergantung pada kendaraan pribadi.
Kamu dapat berjalan santai di Harbourfront, menjelajahi Kensington Market, atau menikmati suasana Distillery District, menjadi aktivitas menarik tanpa mengeluarkan banyak biaya. Jika memesan akomodasi sejak jauh hari, kamu masih bisa menemukan hostel dengan harga cukup kompetitif.
Piala Dunia 2026 memang berlangsung beberapa minggu, tetapi cerita yang dibawa pulang bisa dikenang seumur hidup. Di sela riuh sorak suporter dari berbagai penjuru dunia, selalu ada ruang bagi backpacker untuk menemukan sisi lain sebuah kota. Jadi, kalau impian menyaksikan turnamen terbesar tersebut sudah masuk daftar rencana, kelima kota di atas bisa dipertimbangkan untuk dipilih sesuai dengan gaya traveling serta bujetmu.



















