Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Lokasi Syuting Film The Shrine di Kobe yang Underrated
cuplikan film The Shrine - Barrackrin (x.com/jinja_movie_jp)
  • Film horor Korea–Jepang berjudul The Shrine tayang di Indonesia mulai 10 Juli 2026, menampilkan kisah okultisme dengan latar kota pelabuhan Kobe yang tenang dan underrated.
  • Tujuh lokasi syuting utama di Kobe mencakup kuil terbengkalai, terminal pelabuhan, stasiun tua, kolam alami, terowongan bekas industri, universitas desain, hingga kuil di puncak gunung.
  • Pemerintah Kobe mendukung promosi pariwisata lewat perfilman dengan menyediakan informasi lokasi syuting agar wisatawan dapat menjelajahi sisi antimainstream kota tanpa mengganggu area tertutup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kamu penggemar film horor? Coba deh nonton The Shrine yang tayang di layar lebar Indonesia mulai Jumat (10/7/2026). Film Korea–Jepang ini mengangkat kisah tentang okultisme yang menjadikan Kobe sebagai latar tempatnya.

Kobe merupakan kota pelabuhan yang terbuka terhadap pendatang mancanegara sejak era Meiji. Meski dekat dengan Osaka dan Kyoto, suasananya lebih tenang serta sering direkomendasikan sebagai tujuan underrated untuk mengurangi overtourism. Pemerintah setempat juga mendukung pariwisata melalui perfilman dengan menyediakan informasi tentang lokasi syutingnya.

Nah, bagi kamu yang berencana traveling dengan itinerary antimainstream bisa mengunjungi beberapa lokasi syuting film The Shrine di Kobe berikut ini. Perlu diingat bahwa tidak seluruh tempat terbuka untuk umum. Sebagai catatan, beberapa gambar dalam artikel ini bukan dari cuplikan film untuk menghormati hak cipta dan menghindari spoiler.

1. Kuil Kinchozan Hachimandaki Fudosha

cuplikan film The Shrine - Kuil Kinchozan Hachimandaki Fudosha (dok. Mystery Pictures/The Shrine)

Kuil terbengkalai yang menjadi tempat hilangnya seorang mahasiswa dalam film The Shrine memang nyata adanya. Kuil Kinchozan Hachimandaki Fudosha terletak tepat di sebelah jalur pendakian Gunung Rokko. Kondisi aslinya terbengkalai, menyisakan pilar dari gerbang torii dan lonceng di pintu. 

Konon, kuil tersebut sangat dihormati oleh para sukarelawan hingga awal periode Showa (1926) dan dikenal sebagai situs suci peradaban Katamuna kuno. Meski kini terbengkalai, dianggap masih menyimpan jejak sinkretisme Shinto dan Buddhisme. Tim film tersebut menemukan lokasi ini dari blog seorang pendaki yang ditulis pada 2023, lalu syuting dilakukan pada 2024, dan kini dibersihkan secara berkala.

2. Kobe Port Terminal

cuplikan film The Shrine - Kobe Port Terminal (dok. Mystery Pictures/The Shrine)

Kamu sempat mengira bahwa Myungjin (Jaejoong) berjalan di bandara saat baru tiba di Jepang? Sebenarnya lokasi syuting berada di Lobi Lantai 3, Kobe Port Terminal yang lebih dekat dengan pusat kota. Keduanya memang punya interior dan view yang mirip, berupa dinding kaca besar yang menghadap langsung ke laut.

Kobe Port Terminal terletak di Shinko Pier Nomor 4 dengan kedalaman 12 meter di kedua sisinya, tempat berbagai jenis dan ukuran kapal dapat berlabuh. Dilengkapi fasilitas Port Liner, sistem transportasi baru yang terhubung langsung ke terminal dan menawarkan akses ke pusat kota Kobe hanya dalam waktu lima menit. Aksesnya juga mudah ke Bandara Kansai dan Bandara Kobe, menjadikannya titik keberangkatan untuk paket wisata Fly & Cruise.

Bukan hal yang mengherankan karena Kobe merupakan kota pelabuhan. Sebagai pelabuhan internasional memungkinkan perputaran kapal skala besar dan terkemuka di Asia untuk kapal penumpang, pelabuhan ini terdiri dari tiga lantai, dilengkapi dek observasi di lantai 3 dan dua jembatan penyeberangan.

3. Stasiun Maruyama dan Barrackrin

cuplikan film The Shrine - Barrackrin (dok. Mystery Pictures/The Shrine)

Setelah Myungjin tiba di Kobe, Yumi (Gong Seong Ha) menunggu di dekat pintu keluar sebuah stasiun. Lokasinya di Stasiun Maruyama, 3-Chome-8 Takitanicho, Nagata. Stasiun ini dilalui oleh kereta Kobe Dentetsu–Arima Line yang menghubungkan Kota Kobe dan Arima Onsen, pemandian air panas terkenal melalui pegunungan.

Hanya sekitar 300 meter dari stasiun, terdapat bangunan terbengkalai yang disebut Barrackrin. Tempat ini muncul sebagai studio di mana Myungjin dan Yumi mencari mahasiswa yang hilang. Set artistik dalam film menunjukkan kondisi sebenarnya, karena dulunya tempat ini pernah direnovasi dan menjadi tempat berkumpul Shuji Nishimura beserta rekannya yang sedang menjalankan proyek revitalisasi desa.

4. Kolam Shishigaike

cuplikan film The Shrine - Kolam Shishigaike (dok. Mystery Pictures/The Shrine)

Adegan berikutnya saat Myungjin, Yumi, dan Hanju (Ko Hoon Jung) menuju sebuah kolam untuk mencari petunjuk mahasiswa yang hilang. Lokasinya di Kolam Shishigaike, tepatnya 654–0121 1205 Ikenoshiri, Myohoji, Suma-ku, Kobe. Kolam tersebut menjadi bagian ruang terbuka hijau yang rimbun dan menenangkan di perbatasan Distrik Nagata dan Suma.

Pengunjung akan disuguhi pemandangan pegunungan di sekitar kolam dan jalan setapak yang dihiasi bunga sakura serta azalea saat musim semi. Kolam ini juga berfungsi sebagai tempat konservasi lingkungan, sehingga aktivitas seperti barbeku dilarang. Namun, pengunjung dapat menikmati keindahan alam dari padang rumput atau menyusuri jalan setapak di sekitarnya.

5. Terowongan Nishi-ku

cuplikan film The Shrine (2026) (x.com/jinja_movie_jp)

Tampaknya cukup banyak spot terbengkalai, termasuk terowongan bekas sabuk konveyor yang sering menjadi lokasi syuting. Sejumlah adegan di The Shrine yang dilakukan di tempat ini, seperti Myungjin dan Yumi menemukan Ryosuke (Hatanaka Ibuki) serta Jieun (Song Woo Ju). Ritual terakhir Hanju (Ko Hoon Jung) memberikan persembahan kepada Rakshasa pun berada di terowongan yang sama, tetapi sisi berbeda.

Perlu kamu tahu bahwa Terowongan Nishi-ku menghubungkan Kimi (Oshibedani-cho) hingga Mitsugaoka dengan panjang total sekitar 14,5 km. Hanya sekitar 3 km yang disewakan dan boleh memanfaatkan lingkungan sekitarnya seperti sekitar pintu masuk dan keluar. Namun, tidak diizinkan untuk dikunjungi sebagai tempat rekreasi atau menarik banyak orang sembarangan karena alasan keselamatan.

6. Kobe Design University

Kobe Design University (commons.wikimedia.org/Hasec)

Adegan flashback saat Myungjin dan Yumi sedang melukis di studio seni. Keduanya merupakan mahasiswa seni asal Korea Selatan yang pernah punya hubungan dekat di masa lalu. Kemudian bertemu kembali di Kobe untuk mencari mahasiswa yang hilang.

Studio seni yang mereka gunakan berlokasi di Kobe Design University, universitas swasta yang didirikan pada 1989 oleh Tanioka Gakuen Educational Foundation. Jurusan desain tidak terbatas pada seni seperti manga, fashion, dan kriya. Tersedia pula Jurusan Desain Arsitektur dan Lingkungan serta Desain Produk dan Interior.

7. Kuil Takatori

Kuil Takatori, Kobe (photo-ac.com/KobePhotographer)

Sebelum film berakhir, Myungjin dan Yumi mengunjungi sebuah kuil, kemudian mengambil kertas ramalan. Lokasinya berada di Kuil Takatori, puncak Gunung Takatori di perbatasan Distrik Nagata dan Suma. Tempat ini lebih dari sekadar tempat ibadah, tetapi juga tujuan wisata yang menarik bagi warga lokal maupun para pelancong.

Banyak warga Kobe mendaki gunung untuk memberi penghormatan, menjadikan perjalanan ke kuil sebagai bagian dari pengalaman itu sendiri. Kamu akan disuguhi jalur dengan pepohonan yang teduh, jalan setapak berbatu, dan beberapa tea house kecil di lereng gunung. Ketika sampai puncak, pemandangan kota Kobe menjadi daya tarik utama, saat cuaca cerah bahkan Osaka dan Pulau Awaji akan tampak dari kejauhan, sehingga membuatnya seperti observatorium suci di atas kota.

Wah, ternyata tidak semua lokasi syuting film The Shrine di Kobe menyeramkan. Kamu masih bisa menyusuri pelabuhan, stasiun, kolam, hingga kuil yang lebih cocok untuk wisatawan. Apakah ada dari lokasi syuting di atas yang ingin kamu kunjungi?


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article