ilustrasi festival air (pexels.com/Shaga Tripura)
Sangken punya akar budaya yang sama dengan festival air di kawasan Indochina karena dirayakan oleh umat Buddha Theravada untuk merayakan Tahun Baru. Diawali dengan patung Buddha yang dimandikan saat upacara, diiringi tabuhan gendang dan tarian. Setelah itu, masyarakat akan saling menyiram air bersih yang menandai penyucian, kedamaian, serta pembaruan.
Festival itu berlangsung selama 3 hari berturut-turut pada pertengahan April. Pusatnya berada di Arunachal Pradesh dan Assam yang dihuni oleh suku Khamti, Singpho, Khamyang, serta Tangsa. Tidak hanya itu, mereka juga membuat aneka kue untuk dibagikan kepada orang lain.
Wilayah India Timur Laut lain seperti Manipur, merayakan Yaoshang selama 5 hari pada perhitungan lunar Lamta (Februari–Maret). Aktivitasnya meliputi perang air, pertunjukan budaya, dan kompetisi olahraga. Puncak festivalnya disebut Thabal Chongba (tarian cahaya bulan), yang menampilkan orang saling bergandengan, bernyanyi, dan menari dalam lingkaran di bawah cahaya obor.
Waktu, tempat, dan rangkaian acara perayaan festival air di atas memang berbeda, tetapi sama-sama menjadi simbol untuk menyucikan jiwa. Mana yang ingin kamu ikuti selain Songkran?