Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Songkran Thailand Menarik bagi Traveler Dunia?

Kenapa Songkran Thailand Menarik bagi Traveler Dunia?
ilustrasi perempuan Thailand merayakan Songkran (freepik.com/Jcomp)

Thailand menjadi salah satu negara favorit turis dari seluruh dunia. Makanan, budaya, hingga sejumlah tempat wisata menjadi daya tarik utama Negeri Gajah Putih. Selain itu, Thailand juga memiliki sejumlah festival budaya yang sayang untuk dilewatkan begitu aja. Salah satu yang paling dinanti adalah Festival Songkran yang berlangsung dari tanggal 13 April hingga 15 April setiap tahunnya.

Pada dasarnya Festival Songkran adalah festival air, di mana orang-orang saling menembakkan air ke orang sekitarnya. Kabar baiknya, festival ini bukan hanya diperuntukkan bagi warga lokal, tetapi juga turis yang berkunjung. Lantas kenapa Songkran menarik bagi traveler dunia? Berikut alasannya!

1. Asal-usul Festival Songkran

ilustrasi tradisi menyiram air wewangian ke patung Buddha
ilustrasi tradisi menyiram air wewangian ke patung Buddha (unsplash.com/Arisa Chattsa)

Bagi banyak orang, Festival Songkran gak lebih dari perang air. Namun bagi warga lokal dan penganut agama Buddha di Thailand, Festival Songkran memiliki makna yang lebih dalam. Songkran sendiri merupakan tahun baru Thailand secara tradisional yang berlangsung dari tanggal 13-15 April. Di hari Songkran, warga lokal pulang ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga.

Mereka juga berkunjung ke kuil untuk berdoa dan melakukan tradisi Song Nam Phra, yakni menuangkan air ke patung-patung Buddha. Perang air pada Festival Songkran sendiri bermula dari tradisi lokal mencipratkan air bekas mencuci patung Buddha. Seiring waktu, tradisi mencipratkan air berubah menjadi perang air meriah di seluruh kota di Thailand.

2. Bangkok, Chiang Mai, dan Phuket menjadi kota dengan Festival Songkran paling meriah

ilustrasi suasana saat Songkran Festival di Thailand
ilustrasi suasana saat Songkran Festival di Thailand (unsplash.com/CJ)

Perayaan Songkran selalu jadi momen istimewa bagi warga lokal Thailand. Gak heran kalau akhirnya festival ini dirayakan secara besar-besaran di seluruh kota Thailand. Namun jika kamu menginginkan pengalaman paling meriah dengan atmosfer yang gak terlupakan, Bangkok, Chiang Mai, dan Phuket bisa jadi lokasi yang tepat untuk mengikuti festival ini.

Di Bangkok, perang air berlangsung di beberapa titik seperti Khao Sam Road, Rattanakosin Royal Square, Phra Athit Road, Santhichaiprakan dan Wisut Krasat. Sedangkan di Chiang Mai, kamu bisa mengikuti parade keliling kota dan menyaksikan bagaimana warga lokal melakukan tradisi siram air beraroma wangi ke patung Buddha serta orang yang lebih tua. Sedangkan di Phuket, orang-orang saling menyemprotkan air di hampir semua ruas jalan. Kamu bahkan akan mendapati banyak mobil penyemprot air yang siap siaga menyemprot setiap orang yang melintas.

3. Kenapa Songkran menarik bagi traveler dunia?

Wat Arun tempat berdoa umat Buddha di Thailand
Wat Arun tempat berdoa umat Buddha di Thailand (unsplash.com/Evan Krause)

Festival Songkran memang berlangsung selama tiga hari, tetapi dua hari pertama biasanya dihabiskan dengan suasana yang lebih khidmat dan diisi dengan acara kumpul keluarga, mengunjungi makam, membersihkan rumah, hingga berdoa di kuil. Di hari ketiga, barulah suasana yang khidmat berubah menjadi perang air meriah.

Lantas kenapa Festival Songkran menarik bagi traveler dunia? Bagi warga lokal, mencipratkan air wewangian bekas mencuci patung-patung Buddha dipercaya dapat memberikan keberkahan dan keberuntungan di tahun yang baru.

Ketika tradisi ini berkembang menjadi perang air, maknanya adalah untuk membasuh diri dari kemalangan yang mungkin terjadi di masa depan. Songkran sendiri merupakan festival air paling besar di dunia. Jadi gak heran kalau banyak wisatawan asing berbondong-bondong untuk mengikuti festival ini. Selain bisa main air sepuasnya, Songkran juga menjadi waktu yang tepat bagi para traveler dunia mempelajari budaya dan tradisi Thailand.

Perayaan Songkran memang seru, tetapi bukan berarti kamu bisa menyemprotkan air ke sembarang orang. Hindari menyemprotkan air ke biksu, orang tua, ibu hamil, anak-anak, dan bayi. Kamu juga dilarang menyemprotkan air ke pengendara motor karena itu bisa berbahaya bagi keselamatan mereka. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

[QUIZ] Kami Tahu Destinasi Honeymoon sesuai Love Language-mu

18 Apr 2026, 22:20 WIBTravel