Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Admont Abbey Library, Perpustakaan Megah di Austria
Admont Abbey Library (Jorge Royan, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)
  • Admont Abbey Library di Austria, dirancang Josef Hueber pada 1776, memadukan arsitektur Barok akhir dengan semangat Pencerahan melalui desain terang dan ruang luas yang mencerminkan harmoni ilmu serta spiritualitas.
  • Lukisan fresco karya Bartolomeo Altomonte dan patung kayu Josef Stammel memperkaya interior perpustakaan, menggambarkan perjalanan pengetahuan manusia serta nilai-nilai spiritual seperti kebijaksanaan dan penghakiman.
  • Perpustakaan ini menyimpan sekitar 200.000 koleksi termasuk manuskrip abad ke-8 dan incunabula langka, dilengkapi pintu rahasia serta lantai mosaik unik yang menambah daya tarik arsitekturalnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah pegunungan Styria, Austria, berdiri megah sebuah biara Benediktin bernama Admont. Di dalamnya, tersimpan sebuah permata arsitektur yang sering dijuluki "Keajaiban Dunia Kedelapan", yaitu Admont Abbey Library. Perpustakaan ini tidak hanya menjadi rumah bagi ratusan ribu koleksi buku, tetapi juga sebuah mahakarya Barok akhir yang memancarkan pencerahan dan keindahan.

Diresmikan pada tahun 1776, rancangan perpustakaan ini merupakan buah pemikiran arsitek Josef Hueber yang ingin mencerminkan gagasan Abad Pencerahan. Setiap sudut ruangannya, dari arsitektur hingga lukisan dinding dan patungnya, dirancang untuk menciptakan harmoni. Ini adalah tempat di mana ilmu pengetahuan, seni, dan spiritualitas menyatu dalam kemegahan yang tak terlupakan.

1. Arsitektur Barok yang megah membawa cahaya pencerahan

Admont Abbey Library (Jorge Royan, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Perpustakaan Admont Abbey adalah salah satu contoh terbaik arsitektur Barok akhir di Eropa. Josef Hueber, sang arsitek, menyelesaikan pembangunannya pada tahun 1773 setelah memulai proyek ini pada tahun 1764. Ia terinspirasi dari Imperial Court Library di Wina, namun mengembangkannya dengan logika spasial Barok yang dipadukan dengan semangat Pencerahan. Hueber percaya bahwa "cahaya harus memenuhi ruangan, sekaligus pikiran".

Oleh karena itu, perpustakaan ini sengaja dirancang dengan 48 jendela besar yang memungkinkan cahaya alami membanjiri seluruh aula. Ruangan sepanjang 70 meter ini terbagi menjadi tiga bagian utama: aula tengah dengan kubah oval besar dan dua sayap samping persegi panjang. Desain ini menciptakan kesan ruang yang luas dan terbuka, memancarkan atmosfer yang mengundang eksplorasi intelektual.

2. Lansekap langit-langit yang penuh kisah

Admont Abbey Library (Jorge Royan, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Melangkah ke dalam perpustakaan, pandangan kita akan langsung terpaku pada langit-langitnya yang luar biasa. Sebanyak tujuh lukisan dinding fresco menghiasi kubah-kubahnya, hasil karya seniman Bartolomeo Altomonte. Altomonte menyelesaikannya pada usia lebih dari 80 tahun dalam dua musim panas berturut-turut pada tahun 1775-1776.

Lukisan-lukisan ini menggambarkan perjalanan pengetahuan manusia secara alegoris. Dari pemikiran dan bahasa, melalui sains dan seni, hingga puncaknya pada wahyu ilahi di kubah tengah. Kisah visual ini secara indah melengkapi koleksi buku di bawahnya. Ini mengubah setiap kunjungan menjadi sebuah perjalanan artistik, historis, dan spiritual yang mendalam.

3. Patung-patung berkarakter yang menyimpan makna mendalam

Admont Abbey Library (Jorge Royan, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Tak hanya lukisan, perpustakaan ini juga diperkaya dengan berbagai patung dan relief pahatan. Josef Stammel, pematung biara Admont, menciptakan karya-karya ini dari kayu kapur yang dicat menyerupai perunggu. Salah satu kelompok patung yang paling mencolok adalah "Empat Hal Terakhir" (The Four Last Things) yang terletak di bawah kubah tengah.

Patung-patung ini menggambarkan Kematian, Penghakiman, Surga, dan Neraka, merefleksikan nasib akhir manusia dan ajaran spiritual. Selain itu, ada juga patung-patung tokoh penting seperti Musa, Elia, Santo Petrus, dan Santo Paulus di sayap selatan. Di sayap utara, terdapat empat penginjil, sementara di ruangan kubah tengah, patung-patung kebijaksanaan ilahi, kebenaran abadi, sains, dan kebijaksanaan berjajar rapi. Patung-patung ini menjadi pengingat visual akan tujuan spiritual dan intelektual para biarawan.

4. Koleksi buku yang berharga dan penuh sejarah

Admont Abbey Library (Jorge Royan, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Admont Abbey Library menyimpan harta karun berupa koleksi buku yang tak ternilai harganya. Meskipun hanya sekitar 70.000 volume yang terlihat di aula perpustakaan utama, koleksi keseluruhan biara mencapai sekitar 200.000 karya. Koleksi paling berharga termasuk lebih dari 1.400 manuskrip kuno, dengan beberapa di antaranya berasal dari abad ke-8.

Selain itu, ada juga 530 incunabula, yaitu cetakan awal yang dibuat sebelum tahun 1500. Buku-buku ini diatur secara tematis, dengan teologi menempati aula di samping utara dan disiplin ilmu sekuler seperti sejarah, filsafat, dan kedokteran berada di aula di selatan. Di bawah kubah tengah, terdapat edisi Alkitab dan tulisan para Bapa Gereja. Koleksi ini adalah bukti nyata warisan intelektual dan keagamaan yang telah dijaga selama berabad-abad.

5. Pintu rahasia dan keajaiban lainnya yang tersembunyi

Admont Abbey Library (Jorge Royan, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Seperti yang sering terlihat di film-film fantasi, Admont Abbey Library juga punya rahasia kecilnya sendiri. Ada pintu-pintu rahasia di empat lemari sudut dekat kubah utama yang tersembunyi di balik susunan tulang punggung buku palsu. Pintu-pintu ini ternyata adalah akses menuju tangga spiral yang mengarah ke galeri lantai dua.

Selain itu, lantai perpustakaan ini juga menarik perhatian dengan mosaik diam-diam dari 7.500 ubin kecil berwarna cokelat, krem, dan ungu tua. Susunan ubin ini menciptakan ilusi optik yang menambah keunikan ruangan. Semua detail ini, dari pintu rahasia hingga lantai yang memukau, semakin menegaskan mengapa perpustakaan ini dijuluki "Keajaiban Dunia Kedelapan".

Admont Abbey Library adalah lebih dari sekadar tempat penyimpanan buku; ia adalah sebuah manifestasi keindahan, pengetahuan, dan spiritualitas yang abadi. Dari arsitektur yang megah hingga kisah-kisah yang terukir di setiap sudutnya, perpustakaan ini menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi siapa saja yang mengunjunginya. Jika kamu ingin merasakan sendiri keajaiban ini, Admont Abbey Library terbuka untuk umum, bahkan bisa dijelajahi melalui tur virtual 3D yang sangat memukau.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team