Comscore Tracker

5 Benteng Kuno di Uni Emirat Arab, Megah dan Menyimpan Banyak Cerita

Tak kalah indah dari benteng-benteng di Eropa

Layaknya negara lain, Uni Emirat Arab memiliki bangunan-bangunan sejarah yang berusia ratusan tahun. Uniknya, bangunan bersejarah di Uni Emirat Arab ini berupa benteng yang mirip dengan benteng atau kastil di Eropa.

Rupanya, ini disebabkan pengaruh dari bangsa Portugis dan Inggris yang menjajah negeri ini. Meski begitu, tidak semua benteng dibangun oleh bangsa Eropa. Kebanyakan justru dibangun oleh penguasa di masing-masing emirat atau kota.

Yuk, cari tahu benteng apa saja sih yang ada di Uni Emirat Arab dan bagaimana sejarahnya!

1. Falaj Al Mualla Fort

5 Benteng Kuno di Uni Emirat Arab, Megah dan Menyimpan Banyak CeritaFalaj Al Mualla Fort (instagram.com/alone_walking80)

Falaj Al Mualla adalah kota oasis dan benteng ini didirikan untuk melindungi mata air yang berada di kota tersebut. Falaj Al Mualla Fort dibangun oleh Sheikh Abdullah I bin Rashid Al Mu'alla pada abad ke -19.

Kini benteng ini berfungsi sebagai pelindung sumber mata air sekaligus sebagai museum. Kamu bisa melihat senjata, perhiasan, gerabah, dan artefak lain yang memiliki nilai sejarah.

2. Ajman Fort

5 Benteng Kuno di Uni Emirat Arab, Megah dan Menyimpan Banyak CeritaAjman Fort (instagram.com/who_is_rado)

Tak lama setelah dibangun pada abad ke-18, Ajman Fort hancur akibat serangan bangsa Inggris. Sheikh Humain bin Rashid Al Nuaimi yang memerintah Emirat Ajman kala itu membangun kembali benteng ini pada abad ke-19.

Ajman Fort dulunya adalah tempat tinggal keluarga bangsawan. Letaknya di tepi pantai dan bagian depannya langsung menghadap ke Teluk Persia yang indah. Dengan mengunjungi benteng ini, kamu akan mendapatkan pemandangan yang menawan.

Baca Juga: 5 Perbedaan Antara Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, Bisa Membedakannya?

3. Al Hisn Fort

5 Benteng Kuno di Uni Emirat Arab, Megah dan Menyimpan Banyak CeritaAl Hisn Fort (instagram.com/emirates_for_you)

Al Hisn Fort yang juga dikenal dengan Sharjah Fort ini terletak di pusat kota Sharjah. Kamu bisa melihat gedung-gedung tinggi di sekitar benteng yang dibangun pada tahun 1820 oleh Sheikh Sultan bin Saqr Al Qasimi ini.

Akibat persaingan politik, Al Hisn Fort sempat dihancurkan hingga tersisa satu menara saja. Di tahun 1996, pemerintah membangun ulang benteng ini dengan menggunakan pintu dan jendela yang selamat dari perusakan. Desain benteng yang baru pun sama persis dengan benteng lama.

4. Al Fahidi Fort

5 Benteng Kuno di Uni Emirat Arab, Megah dan Menyimpan Banyak CeritaAl Fahidi Fort (instagram.com/ammukurup)

Benteng yang dibangun pada tahun 1787 ini terletak di pusat kota Dubai dan merupakan bangunan tertua di kota tersebut. Karena terletak di Dubai, Al Fahidi Fort juga dikenal dengan nama Dubai Fort.

Al Fahidi Fort dulu berfungsi untuk melindungi kota dari serangan suku lain dan sebagai kantor pemerintahan. Di tahun 1971, benteng ini berubah fungsi menjadi museum. Di sini kamu bisa melihat artefak-artefak dari peradaban kuno masyarakat Dubai.

5. Al Jahili Fort

5 Benteng Kuno di Uni Emirat Arab, Megah dan Menyimpan Banyak CeritaAl Jahili Fort (instagram.com/msprestle)

Al Jahili Fort dibangun oleh Sheikh Zayed bin Khalifa pada tahun 1891-1989 di Emirat Abu Dhabi. Benteng ini dijadikan rumah musim panas oleh keluarga bangsawan Al Nahyan, pemerintah Abu Dhabi kala itu. 

Saat Inggris menguasai daerah tersebut, mereka mengambil alih benteng dan memperluasnya dengan barak serta bangunan lain. Setelah kemerdekaan Uni Emirat Arab, benteng ini direstorasi dan dijadikan museum.

Itu tadi lima benteng di Uni Emirat Arab yang bisa kamu kunjungi saat berlibur ke sana. Arsitekturnya unik dan sejarahnya pun cukup menarik untuk disimak. Ada rencana untuk mengunjungi benteng yang mana nih?

Baca Juga: 10 Benteng Kuno di India yang Bernilai Sejarah, Patut Dikunjungi!

Aisyah Nawangsari Putri Photo Verified Writer Aisyah Nawangsari Putri

Small town girl

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Berita Terkini Lainnya