Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Hal Ini Bikin Anak Lebih Tenang Melepas Orang Tua ke Tanah Suci

5 Hal Ini Bikin Anak Lebih Tenang Melepas Orang Tua ke Tanah Suci
Ilustrasi jamaah haji/umrah. (123rf.com/ximagination)
Intinya Sih
5W1H
  • Ada lima langkah penting agar anak lebih tenang melepas orang tua beribadah ke Tanah Suci, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga kesiapan komunikasi dan keamanan.

  • Ditekankan pentingnya medical check-up, vaksinasi lengkap, barang bawaan ringkas, serta penggunaan identitas pengenal untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan selama ibadah.

  • Bank Syariah Indonesia menawarkan ekosistem Haji & Umrah melalui aplikasi BYOND by BSI yang memudahkan transaksi, tabungan, pembiayaan, hingga pembelian paket umrah secara praktis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Melepas orang tua tercinta berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji atau umrah tentu menimbulkan perasaan yang campur aduk. Di satu sisi, ada rasa haru dan bahagia yang luar biasa. Di sisi lain, terselip rasa cemas dan khawatir dalam hati seorang anak mengenai kelancaran ibadah serta keselamatan mereka selama jauh di sana.

Sebagai anak, melakukan langkah antisipasi sejak sebelum keberangkatan adalah kunci utama untuk menekan rasa cemas dan waswas tersebut. Yuk, simak lima langkah penting di bawah ini yang dijamin bakal bikin kamu lebih tenang!

1. Lakukan medical check-up menyeluruh dan vaksinasi wajib

150535929_m.jpg
Ilustrasi medical check-up. (123rf.com/ferli)

Langkah paling awal yang wajib kamu lakukan adalah menemani orang tua menjalani pemeriksaan kesehatan secara total serta melengkapi seluruh vaksinasi yang disyaratkan. Semua syarat medis internasional wajib dipenuhi supaya tak ada kendala administratif saat melewati proses imigrasi, maupun selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Selain untuk mengantongi izin resmi, hasil pemeriksaan kesehatan ini juga berguna sebagai rekam medis yang valid. Dengan membawa dokumen kesehatan, kamu bisa memastikan tim medis rombongan atau kloter tahu persis kondisi kesehatan orang tua kita sejak awal. Jika terjadi situasi darurat, penanganan medis yang diberikan bisa dilakukan secara cepat, tepat, dan bikin kamu yang memantau dari rumah jadi jauh lebih tenang.

2. Bawa barang bawaan ringkas dan identitas pengenal

150535890_m.jpg
Ilustrasi barang bawaan sebelum ibadah. (123rf.com/ferli)

Kemudian, kunci kenyamanan fisik orang tua selama beribadah berawal dari apa yang mereka bawa. Bantu orang tuamu menyortir pakaian dan perlengkapan logistik secukupnya untuk memastikan tas tidak overload. Tas yang terlalu berat akan menguras energi dan menyulitkan pergerakan fisik di antara kerumunan jemaah.

Selain barang yang ringkas, ingatkan orang tua untuk selalu memakai gelang identitas dan tanda pengenal yang diberikan oleh pihak penyelenggara. Memastikan gelang identitas selalu dipakai adalah langkah krusial agar ibadah orang tua secara fisik terasa nyaman dan aman. Jika mereka terpisah dari rombongan, atribut pengenal ini akan sangat membantu petugas di lapangan untuk mengarahkan mereka kembali ke maktab dengan cepat.

3. Memberi kabar itu penting

188661080_m.jpg
Ilustrasi menghubungi orang tua di Tanah Suci. (123rf.com/nateemee)

Jangan lupa, memberi kabar itu penting. Perbedaan waktu dan padatnya jadwal ibadah memang sering kali membuat komunikasi jadi terhambat. Untuk menyiasatinya, kamu bisa membuat jadwal bersama orang tua soal kapan harus memberi kabar, misalnya setelah selesai rangkaian ibadah harian. Komunikasi berkala ini penting untuk memastikan anak bisa memantau kabar orang tua, sehingga tidak menjadi beban pikiran.

Selain jadwal rutin, siapkan juga langkah antisipasi darurat agar anak punya jalur komunikasi cadangan jika orang tua sulit dihubungi. Kamu bisa menyimpan nomor kontak mutawif, ketua regu, atau teman satu kamar orang tua sebelum mereka berangkat. Dengan begitu, kamu tetap bisa memantau kondisi mereka kapan saja meskipun smartphone orangtua sedang lowbat atau tertinggal di hotel.

4. Kemudahan transaksi saat dan usai dari Tanah Suci

208624532_m.jpg
Ilustrasi menyiapkan dana untuk umrah/haji. (123rf.com/jittawit)

Supaya kamu semakin tenang di rumah, siapkan juga dana haji atau umrah dan akses keuangan yang mudah untuk orang tua. Ekosistem Haji & Umrah dari Bank Syariah Indonesia (BSI) bisa menjadi jawaban menyeluruh, mulai dari persiapan awal ibadah, keberangkatan, hingga kepulangan ke tanah air.

Segala kebutuhan finansial orang tua selama di Tanah Suci dapat diakses dengan praktis melalui aplikasi BYOND by BSI. Misalnya, kemudahan bertransaksi harian atau tarik tunai bisa dilakukan dengan BSI Debit Mabrur yang menawarkan kurs kompetitif. Ada pula fleksibilitas pembiayaan dari BSI Hasanah Card dengan cicilan 0 persen hingga 12 bulan untuk berbagai kebutuhan selama perjalanan. 

Selain itu, layanan BSI Valas di embarkasi juga memudahkan nasabah untuk menukar mata uang Saudi Riyal sebelum berangkat. Persiapan dana ibadah bisa dimulai secara konsisten lewat BSI Tabungan Haji dan Umrah mulai dari Rp100 ribu saja.

image6.jpg
Ekosistem Haji & Umrah Bank Syariah Indonesia (BSI). (dok. BSI)

Kamu juga bisa memilih investasi jangka panjang lewat layanan BSI Cicil Emas dan fitur E-mas di BYOND by BSI demi menjaga nilai aset di masa depan. Investasi ini dirancang sangat terjangkau karena kamu bisa mulai menabung emas mulai dari Rp50 ribu saja. 

Prosesnya pun dijamin cepat dan mudah, di mana kamu dapat melakukan pembelian kapan pun dan di mana pun melalui aplikasi tanpa dikenakan biaya tambahan. Tabungan emas ini sedikit demi sedikit bisa dikonversi menjadi setoran haji. Intinya, mulai dulu deh dari langkah yang kecil tapi terus berkelanjutan.

Jika dana sudah siap dan ingin segera berangkat tanpa ribet, aplikasi BYOND by BSI juga menyediakan fitur pembelian paket umrah dari travel rekanan tepercaya dengan harga kompetitif mulai dari Rp26 juta. Segala prosesnya pun terasa ringan berkat solusi pembiayaan fleksibel dari BSI Mitraguna dan BSI Hasanah Card. Jangan khawatir, opsi pembiayaan ini inklusif untuk segala usia, prapensiun dan pensiun.

5. Mengaktifkan fitur sharing location secara real-time sebelum berangkat

141399866_m.jpg
Ilustrasi mengecek location sharing. (123rf.com/prathanchorruangsak)

Langkah terakhir yang tidak kalah krusial demi meminimalkan rasa cemas adalah dengan mengaktifkan fitur sharing location secara real-time pada gawai orang tua sebelum mereka naik ke pesawat. Dengan ini, kamu sebagai anak bisa memantau posisi mereka kapan saja dan dari mana saja secara akurat selama berada di Tanah Suci. 

Fitur ini sangat berguna untuk mendeteksi keberadaan mereka secara instan, terutama di tengah kepadatan jutaan jamaah saat puncak ibadah berlangsung, sehingga kamu tidak perlu lagi diselimuti rasa overthinking.

Melepas orang tua beribadah dengan hati yang tenang dan bebas dari rasa was-was kini bukan lagi sekadar impian. Karena pada akhirnya, ibadah yang tenang dan tanpa waswas selalu dimulai dari langkah nyata, persiapan yang matang, serta perencanaan yang terarah sejak dini. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera mulai siapkan perjalanan ibadah terbaik untuk orang tua tercinta bersama ekosistem Haji & Umrah dari BSI! (WEB)

Share Article
Topics
Editorial Team
Evan Yulian
EditorEvan Yulian

Related Articles

See More