Kenapa Kobe Dipilih Jadi Lokasi Syuting Film The Shrine?

- Kobe dipilih sebagai lokasi syuting The Shrine karena sejarahnya sebagai kota pelabuhan multikultural yang mencerminkan perpaduan kepercayaan Jepang–Korea, sesuai dengan tema spiritual film tersebut.
- Kondisi geografis Kobe yang diapit pegunungan dan laut menciptakan suasana alami dan mencekam, mendukung latar cerita horor tanpa perlu set buatan.
- Film ini memanfaatkan lokasi-lokasi underrated di Kobe seperti kuil terbengkalai, terowongan tua, dan rumah warga asli untuk menghadirkan kesan realistis serta memperkenalkan sisi tersembunyi kota tersebut.
The Shrine (2026) merupakan film horor Korea–Jepang yang tayang di Indonesia mulai Jumat (10/7/2026) dan menandai kembalinya Kim Jaejoong ke layar lebar. Meski melibatkan pemeran dan kepercayaan dari kedua negara, tetapi lokasi syutingnya hanya di Kobe, Jepang. Bahkan, kediaman dan ruang meditasi Myungjin (Jaejoong) yang diilustrasikan berlokasi di Seoul, sebenarnya adalah rumah warga di area Hirano.
Uniknya lagi, seluruh lokasi yang meliputi kuil terbengkalai hingga terowongan memang benar adanya. Sejumlah dialog juga menyebutkan sejarah hingga kaitannya dengan kepercayaan yang beragam, membuat film tersebut terasa membumi serta lebih nyata. Kira-kira, kenapa Kobe dipilih jadi lokasi syuting The Shrine? Berikut ini beberapa alasannya.
1. Sejarah Kobe menjadi latar yang kuat untuk kepercayaan Jepang–Korea

Tim film melalui laman resmi The Shrine, Klockworx Asia menyebutkan bahwa film ini seluruhnya difilmkan di sejumlah lokasi asli Kobe, tanpa membangun set buatan. Tujuannya agar horor supranatural yang digambarkan terasa lebih berakar pada kenyataan. Kobe sendiri telah berkembang sebagai kota pelabuhan dan pusat perdagangan sejak zaman kuno, menjadi pintu masuk budaya asing dan beragam agama.
Hal tersebut juga muncul secara tersurat dalam dialog Myungjin yang menceritakan sedikit tentang Kobe pada era Meiji. Faktanya, pada awal era Meiji (1868), Kobe menjadi salah satu dari lima pelabuhan internasional di Jepang. Bedanya dengan kota pelabuhan lain, karena di sini menerapkan sistem zakkyochi, kawasan pemukiman campuran tempat warga Jepang dan mancanegara tinggal berdampingan.
Interaksi itulah yang membuat budaya, agama, dan etnis yang berbeda membaur secara alami dalam jangka panjang. Maka dari itu, secara historis terbilang masuk akal untuk menjadikannya latar cerita yang mencampur Shinto, perdukunan Korea, Kristen, dan mitologi Hindu dalam film The Shrine. Bukan sekadar cerita fiksi, tetapi juga mencerminkan karakter kota itu sendiri.
2. Kondisi geografis yang mendukung suasana mencekam

Kobe merupakan Ibu Kota Prefektur Hyogo yang terletak di antara Pegunungan Rokko di utara dan Laut Pedalaman Seto di selatan. Iklimnya relatif sejuk dengan suhu rata-rata 17 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat kota ini punya panorama menawan, terlebih saat berpadu dengan city light.
Awal cerita terdapat adegan para mahasiswa menyusuri jalur pegunungan menuju kuil terbengkalai untuk mencari saudara Yumi (Kong Seong Ha) yang hilang, bernama Hee Jung (Na Hyun Jin). Mereka menyusuri jalur yang tampak seperti di dalam pegunungan dan jauh dari pemukiman. Sebenarnya, merupakan jalur pegunungan di Distrik Higashinada.
Salah satu ciri khas Kobe adalah kawasan perkotaan dan pegunungannya yang berdekatan. Kamu bisa dengan mudah mengakses pegunungan dari daerah pemukiman. Meski dalam film seperti hutan yang cukup rapat dan jauh, sebenarnya hanya sekitar 5 menit berjalan kaki dari daerah pemukiman.
Selain itu, adanya kolam alami yang menjadi tempat Myungjin menggunakan kemampuannya untuk mencari Hee Jung pun dikelilingi pegunungan yang rimbun. Dulunya merupakan tempat terbengkalai karena pembuangan sampah ilegal. Kemudian dibersihkan dan kini menjadi salah satu spot bersantai warga setempat.
3. Banyak lokasi underrated yang membuat film lebih nyata

Kobe termasuk underrated di kalangan wisatawan internasional. Tidak banyak yang menyadari bahwa kota ini mudah dijangkau dari Osaka, Kyoto, Nara, dan bahkan sekitar 2 jam dari Tokyo. Wisatanya tidak kalah menarik, beberapa yang terkenal antara lain Kobe Sannomiya Center Gai Shopping Street, Kobe Harborland, Kobe Nunobiki Herb Gardens and Ropeway, dan Pantai Suma.
Sebaliknya, The Shrine memilih tempat underrated sebagai lokasi syuting, meski menampakkan footage pantai dan city light, adegan di Kobe Port Terminal, dan Kuil Takatori. Mereka memilih kuil terbengkalai yang menjadi pusat cerita pun nyata adanya, ditemukan oleh tim film di blog seorang pendaki gunung. Demikian pula dengan terowongan Nishi-ku yang disebut secara tersurat, memang bekas terowongan sabuk konveyor yang mengangkut tanah dari pegunungan Kobe ke laut di Distrik Nishi (Mitsugaoka), digunakan dari tahun 1964–2005.
Rumah dan ruang meditasi Myungjin yang dikisahkan berada di Seoul, sebenarnya merupakan rumah pribadi di daerah Hirano, Distrik Hyogo. Kemudian diset seperti rumah tradisional Korea, Hanok. Interior maupun elemen warna antara minka dan hanok secara garis besar mirip, sehingga tidak memerlukan perubahan yang signifikan.
Tempat lainnya, adegan Myung Jin dan Yumi ke studio untuk mencari jejak mahasiswa yang hilang. Studio tersebut merupakan Maruyama Barackrin tanpa membangun set artistik apa pun, sehingga memanfaatkan kondisi bangunan dan interiornya apa adanya. Lokasi sebenarnya adalah bangunan terbengkalai di dekat Stasiun Maruyama milik Kobe Dentetsu.
Walaupun banyak tempat underrated yang digunakan sebagai latar film, tetapi Pemerintah Kobe dengan rapi mengarsipkannya. Kobe Tourism Bureau punya laman resmi Feel Kobe dan Film Kobe yang menyajikan informasi lokasi syuting drama maupun film apa saja yang menjadikan kota tersebut sebagai latarnya. Kadang mereka juga menggelar tur bagi penggemar yang ingin napak tilas dan memberikan peringatan bahwa ada sejumlah tempat tidak bisa dikunjungi sembarangan.
Nah, sekarang kamu sudah tahu alasannya kenapa Kobe di pilih sebagai lokasi syuting film The Shrine. Kota pelabuhan ini memang underrated, tetapi punya alam, kekayaan budaya, dan daerah urban yang relatif tenang, sehingga cocok untuk membangun suasana horor lebih natural. Bagaimana menurutmu?












![[QUIZ] Kami Tahu Destinasi Wisata Norwegia yang Paling Asyik untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20240805/354445451-821394582669872-4924675939714476251-n-51f82ba8f3e16b2d25c562a628ce1277-51eb2be9be3a2132cb564ec9fd2a2857.jpg)
![[QUIZ] Karakter Favoritmu di Film Disney Menentukan Destinasi Liburan Impianmu](https://image.idntimes.com/post/20250311/img-7527-e4723b21006ec0f3152dbca678d4666c-9be6100a586cea5d69eca6b5bd8a5937.jpeg)

![[QUIZ] Timnas Spanyol Piala Dunia 2026 yang Bakal Jadi Partner Travelingmu](https://image.idntimes.com/post/20260627/ilustrasi-pendukung-timnas-spanyol_e4c1d0fb-02b3-4293-a53d-5724f522fdea.png)



