Comscore Tracker

5 Nama Tokoh Indonesia yang Abadi di Luar Negeri

Tidak sedikit nama besar tokoh Indonesia yang digunakan untuk nama jalan di luar negeri

Kita tahu, nama-nama pahlawan banyak digunakan untuk nama jalan di Indonesia. Dengan berbagai alasan, salah satunya karena jasa dan pengorbanan mereka yang selalu diingat dan dikenang. Selain itu, memberi nama jalan dengan nama tokoh Indonesia merupakan salah satu bentuk penghormatan atas perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan. Namun kamu harus tahu, tidak sedikit nama tokoh-tokoh Indonesia yang juga digunakan untuk nama jalan di luar negeri.

Jalan Soekarno di Maroko, Mesir, dan Pakistan

5 Nama Tokoh Indonesia yang Abadi di Luar Negerigoogle maps

Nama presiden Soekarno begitu disegani serta dihormati di dunia. Beliau dikenal sebagai tokoh perjuangan dan juga berperan dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955. Soekarno semakin dihormati oleh Maroko karena mengizinkan kitab karya ulama Maroko dijadikan rujukan  di berbagai pesantren di Indonesia. Atas kerja sama Soekarno tersebut Raja Maroko yaitu Muhammad V memberikan sebuah apresiasi dan penghargaan dengan memberikan satu jalan di ibukota Maroko, Rabat dengan nama Rue Soekarno. Bahkan yang lebih spesial, Soekarno sendiri turut hadir meresmikan jalan yang berada di depan kantor pos pusat Maroko ini pada 2 Mei 1960.

Bukan hanya Maroko, Mesir juga ambil bagian dalam mengabadikan nama sang proklamator kemerdekaan Indonesia ini sebagai nama jalan. Ahmed Sokarno St., yang menuju pusat kota dan pusat kebudayaan di Tahrir Square.

Selain itu, ada dua tempat di Pakistan yang dinamai dengan nama beliau, yakni Soekarno Square Khyber Bazar di Peshawar dan Soekarno Bazar di Lahore. Penamaan Soekarno ini tidak lepas dari hubungan kedua negara. Pakistan sangat segan kepada sosok Bung Karno. Bahkan hingga kini kalangan militer Pakistan masih ingat jasa Bung Karno yang mengirim TNI AL berpatroli di laut selatan Pakistan saat konflik memanas antara Pakistan dan India di tahun 1965.

Jalan Kartini di Belanda

5 Nama Tokoh Indonesia yang Abadi di Luar Negerigoogle maps

Pahlawan yang memperjuangkan harkat dan martabat wanita Indonesia, Raden Ajeng Kartini. Pemerintah Belanda memberikan sebuah apresiasi kepada Kartini dengan memberikan namanya di jalan Belanda tepatnya di daerah Amsterdam. Di sana ada markah jalan bertuliskan R.A. Kartinistraat. Jalan ini terletak di kawasan Amsterdam Zuidoost atau yang dikenal dengan sebutan Bijlmer.

Selain di kawasan Amsterdam Zuidoost, Belanda juga masih memuji kegigihan pejuang wanita Indonesia ini. Yakni, di kawasan Harleem juga terdapat jalan RA Kartini. Kemudian, terdapat satu lagi nama jalan Kartini di negara ini, yakni di daerah Utrech.

Jalan Moh. Hatta di Belanda

5 Nama Tokoh Indonesia yang Abadi di Luar Negerigoogle maps

Tokoh Indonesia yang juga populer di Belanda adalah wakil presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta. Hatta yang juga di kenal sebagai bapak koperasi Indonesia ini juga memainkan peran penting dalam kemerdekaan Indonesia bersama Soekarno. Berkat popularitasnya tersebut pemerintah Belanda memeberikan sebuah penghargaan kepada Mohammad Hatta, yakni mengabadikan namanya sebagai nama jalan di kota Harlem. Di sana terdapat sebuah papan nama jalan yang bertuliskan Muhammed HattaStraat.

Soetan Sjahrir dengan nama jalan "Sjahrirstraat"

5 Nama Tokoh Indonesia yang Abadi di Luar Negerikompasiana.com

Sutan Syahrir atau dalam ejaan lama Soetan Sjahrir adalah salah satu tokoh perintis, intelektual, dan revolusioner kemerdekaan Indonesia. Soetan Sjahrir yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia, sempat kuliah hukum di Universitas Amsterdam dan kemudian pindah ke Leiden School Of Indology.

Nama Soetan Sjahrir diabadikan sebagai nama jalan yang dapat ditemukan di tiga tempat berbeda di Belanda yaitu Sjahrirstraat di kota Leiden, Sjahrirsingel di Kota Gouda, dan Sutan Sjahrirstraat di kota Haarlem (tak jauh dari Kartinistraat dan Hattastraat.

Munirpad di Den Haag - Belanda

5 Nama Tokoh Indonesia yang Abadi di Luar Negeribbc.com/indonesia

Kehormatan berikutnya diberikan kepada pejuang Hak Asasi Manusia yaitu Munir Said Thalid. Munir adalah tokoh utama yang mengusut tuntas kasus orang-orang hilang yang marak terjadi. Namun sayangnya, Munir harus kehilangan nyawanya saat menuju Amsterdam pada tanggal 7 september 2004.

Munir yang saat itu menjabat sebagai direktur eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia terbukti meninggal karena keracunan makanan. Untuk mengenang pejuang hak asasi manusia tersebut Belanda memberikan penghargaan kepadanya dengan mengambil nama munir untuk dijadikan jalan di Den Haag dengan nama Munirpad.
 

Andi Rustianto Photo Writer Andi Rustianto

01101000 01101001

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yogie Fadila

Berita Terkini Lainnya