Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Secondary Destination dalam Wisata? Ini Pengertian dan Contoh
potret Kawagoe di Prefektur Saitama untuk secondary destination (commons.wikimedia.org/Kanchi1979)

Kalau kamu sering mendengar istilah secondary destination dalam dunia pariwisata, mungkin masih ada yang membuatmu bertanya-tanya tentang maksudnya. Istilah ini ternyata berkaitan dengan pilihan destinasi yang bisa dikunjungi wisatawan di luar tempat wisata utama yang lebih populer.

Konsep secondary destination semakin menarik dibahas karena wisatawan kini tidak selalu ingin berkunjung ke tempat yang sudah sangat ramai. Destinasi sekunder dapat menawarkan pengalaman yang berbeda sekaligus membantu wisatawan mengenal wilayah di sekitar destinasi utama. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan secondary destination dan bagaimana contohnya dalam perjalanan wisata?

1. Pengertian secondary destination dalam pariwisata

potret Ine no Funaya untuk secondary destination (commons.wikimedia.org/Asturio Cantabrio)

Secondary destination adalah destinasi wisata sekunder yang biasanya berada di luar destinasi utama dalam suatu perjalanan. Destinasi ini dapat menjadi tempat yang dikunjungi wisatawan sebelum, sesudah, atau di sela-sela kunjungan ke destinasi utama. Karena bukan tujuan utama perjalanan, secondary destination umumnya memiliki tingkat popularitas yang lebih rendah dibandingkan destinasi utama.

Meski demikian, destinasi sekunder bukan berarti kurang menarik untuk dikunjungi. Tempat-tempat tersebut justru dapat menawarkan pengalaman wisata yang berbeda, seperti suasana yang lebih tenang, atraksi lokal, kuliner khas, atau aktivitas yang tidak banyak ditemukan di destinasi utama. Kehadiran secondary destination juga dapat membuat rencana perjalanan menjadi lebih beragam.

2. Perbedaan secondary destination dan primary destination

potret Takayama & Shirakawa-go di Prefektur Gifu untuk secondary destination (commons.wikimedia.org/Jordy Meow)

Perbedaan utama secondary destination dan primary destination terletak pada posisi keduanya dalam rencana perjalanan wisata. Primary destination merupakan tempat yang menjadi tujuan utama dan biasanya menjadi alasan seseorang memilih suatu perjalanan, sedangkan secondary destination menjadi tujuan tambahan yang dikunjungi dalam perjalanan tersebut. Dengan kata lain, wisatawan bisa saja datang ke sebuah daerah karena destinasi utamanya, lalu menyempatkan diri mengunjungi destinasi lain di sekitarnya.

Sebagai contoh, wisatawan yang datang ke Tokyo untuk menikmati berbagai atraksi di ibu kota Jepang dapat melanjutkan perjalanan ke Yokohama atau Kamakura. Dalam konteks perjalanan tersebut, Tokyo dapat menjadi destinasi utama, sementara kota lain yang dikunjungi setelahnya dapat berperan sebagai secondary destination. Namun, posisi sebuah tempat bisa berbeda bagi setiap wisatawan karena bergantung pada tujuan dan rencana perjalanan masing-masing.

3. Ciri-ciri secondary destination

potret Nagano untuk secondary destination (commons.wikimedia.org/Nihonsuku)

Salah satu ciri secondary destination adalah lokasinya yang relatif mudah dijangkau dari destinasi utama. Destinasi tersebut sering kali berada di kota atau wilayah yang berdekatan sehingga dapat dikunjungi dalam perjalanan yang sama. Akses transportasi yang baik menjadi salah satu faktor yang membuat wisatawan tertarik menambahkan destinasi sekunder ke dalam itinerary.

Ciri lainnya adalah daya tarik yang berbeda dari destinasi utama, baik dari sisi suasana, budaya, alam, maupun aktivitas wisata. Destinasi sekunder juga tidak selalu memiliki popularitas sebesar destinasi utama sehingga suasananya bisa terasa lebih santai. Kondisi tersebut membuat secondary destination menarik bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi lebih banyak tempat tanpa harus terpaku pada objek wisata yang sudah sangat terkenal.

4. Contoh secondary destination di dunia

potret Kamakura di Prefektur Kanagawa untuk secondary destination (commons.wikimedia.org/663highland)

Salah satu contoh yang dapat digunakan untuk memahami konsep ini adalah Kamakura yang dapat dikunjungi dari Tokyo dalam perjalanan wisata Jepang. Tokyo memiliki banyak atraksi wisata populer, sedangkan Kamakura menawarkan pengalaman berbeda melalui kuil, kawasan bersejarah, dan suasana kota yang lebih tenang. Wisatawan yang menjadikan Tokyo sebagai tujuan utama dapat memasukkan Kamakura sebagai salah satu destinasi tambahan dalam itinerary.

Contoh lainnya dapat ditemukan di sekitar Bangkok, Thailand, dengan kota atau kawasan lain yang bisa dikunjungi sebagai perjalanan tambahan. Wisatawan yang awalnya berfokus pada Bangkok dapat memperluas perjalanan menuju destinasi lain untuk menikmati suasana, budaya, atau atraksi yang berbeda. Pilihan tersebut membuat perjalanan tidak hanya berpusat pada satu kota dan memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi wilayah yang lebih luas.

5. Manfaat secondary destination bagi pariwisata

potret Nara untuk secondary destination (commons.wikimedia.org/Nryate)

Secondary destination dapat membantu menyebarkan aktivitas wisata ke wilayah yang berada di sekitar destinasi utama. Ketika wisatawan tertarik mengunjungi lebih banyak tempat, pengeluaran mereka juga berpotensi tersebar ke akomodasi, restoran, transportasi, toko, dan pelaku usaha lokal di berbagai daerah. Hal ini dapat membuka peluang ekonomi bagi wilayah yang belum menjadi tujuan wisata utama.

Dari sisi wisatawan, keberadaan destinasi sekunder memberikan lebih banyak pilihan untuk menyusun perjalanan sesuai minat dan waktu yang tersedia. Wisatawan juga dapat menemukan pengalaman yang berbeda dari destinasi utama, terutama ketika ingin menjelajahi budaya lokal atau suasana yang lebih santai. Tidak heran jika konsep secondary destination semakin relevan untuk perjalanan yang ingin menggabungkan destinasi populer dengan tempat-tempat lain di sekitarnya.

Kalau selama ini kamu hanya memasukkan destinasi yang paling populer ke dalam itinerary, mungkin sudah waktunya melihat peta sedikit lebih luas. Bisa jadi, tempat yang awalnya hanya menjadi persinggahan justru memberikan pengalaman menarik yang membuat perjalanan terasa lebih beragam. Jadi, saat menyusun rencana liburan berikutnya, jangan lupa cek juga destinasi-destinasi di sekitar tujuan utamamu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article