Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Supermarket Tourism yang Kini Jadi Tren?
ilustrasi supermarket (pexels.com/@karen-longwell-1620497134)
  • Supermarket Tourism adalah kegiatan sengaja mengunjungi supermarket, minimarket, toko kelontong, atau pasar lokal untuk memahami budaya makan dan gaya hidup masyarakat setempat.
  • Berbeda dari wisata belanja biasa, tren ini menekankan eksplorasi produk sehari-hari, interaksi dengan pedagang, serta penemuan camilan atau bahan khas, dengan biaya kunjungan yang terjangkau.
  • Destinasi yang disorot mencakup pasar basah Hong Kong, konbini Jepang, pasar pangan Australia, serta Pasar Beringharjo, Pasar Gedhe Solo, dan Pasar Terapung Lok Baintan di Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belakangan ini, pertanyaan tentang apa itu Supermarket Tourism cukup menarik perhatian. Bukan sekadar berkunjung ke pusat perbelanjaan, melainkan sebagai salah satu cara unik bagi wisatawan untuk mengenal budaya lokal dari sudut pandang yang berbeda.

Alih-alih hanya mengunjungi destinasi ikonik, museum, atau restoran populer, wisatawan justru meluangkan waktu untuk menjelajahi lorong-lorong supermarket, pasar makanan, hingga toko kelontong di tempat yang mereka kunjungi. Terdengar menyenangkan, kan?

Dari camilan dengan rasa yang gak ditemukan di negara asal hingga bahan makanan yang menjadi bagian dari masakan sehari-hari penduduk setempat, semuanya bisa ditemukan sekaligus menawarkan pengalaman yang sederhana tapi penuh cerita. Namun, apa itu Supermarket Tourism dan mengapa tren ini semakin menarik bagi wisatawan?

1. Apa Itu Supermarket Tourism?

ilustrasi tempat belanja oleh-oleh di Madinah (pexels.com/id-id/@quintingellar)

Supermarket Tourism adalah aktivitas mengunjungi supermarket, toko kelontong, pasar makanan, atau minimarket lokal secara sengaja sebagai bagian dari pengalaman wisata. Dalam praktiknya, wisatawan gak cuma datang buat membeli barang yang dibutuhkan, tapi juga mengeksplorasi budaya, kebiasaan makan, dan gaya hidup masyarakat setempat. Hal ini cukup berkaitan dengan wisata belanja bahan makanan atau grocery tourism.

Meski sering dianggap sebagai kegiatan sederhana, Supermarket Tourism menawarkan pengalaman yang lebih mendalam daripada sekadar berbelanja oleh-oleh biasa, lho. Kegiatan menengok rak-rak makanan, label produk, pilihan camilan, hingga cara barang ditata dapat memberikan gambaran tentang kebiasaan masyarakat yang gak ditemukan dalam pengalaman wisata biasa.

Makin menarik karena kamu dapat menemukan produk musiman, camilan khas daerah tertentu yang mungkin namanya belum pernah kamu dengar, serta bahan makanan yang jarang ada di negara asal. Produk-produk tersebut menjadi semacam petunjuk kecil untuk memahami selera dan kebiasaan masyarakat setempat. Hal ini membuat wisatawan merasakan budaya makanan lokal secara langsung, yang benar-benar dibeli dan dikonsumsi oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

2. Apa perbedaan Supermarket Tourism dan wisata belanja biasa?

Pasar Beringharjo (commons.wikimedia.org/PL09Puryono)

Wisata belanja umumnya berfokus pada kegiatan membeli barang, mulai dari pakaian dan aksesori hingga produk bermerek dan suvenir. Sementara itu, Supermarket Tourism lebih menekankan pengalaman eksplorasi dan pemahaman budaya melalui produk sehari-hari. Dalam Supermarket Tourism, wisatawan justru tidak harus pulang dengan banyak barang belanjaan.

Menemukan camilan yang belum pernah dicoba, bahkan sekadar berbincang dengan pedagang setempat, sudah menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Dengan kata lain, Supermarket Tourism bukan semata-mata tentang apa yang dibeli, tetapi tentang apa yang bisa dipelajari dari hal-hal sederhana yang dijumpai selama berbelanja. Yang menjadi highlight bukan tentang seberapa mahal benda yang dibeli, tapi justru pengalaman unik apa yang dirasakan dan dicicipi selama perjalanan.

3. Mengapa Supermarket Tourism semakin menarik bagi wisatawan?

ilustrasi pasar di Bangkok, Thailand (pexels.com/@markus-winkler-1430818)

Ada beberapa alasan mengapa mengunjungi supermarket kini dapat menjadi bagian dari rencana perjalanan. Berikut di antaranya.

  • Menawarkan pengalaman wisata dengan biaya terjangkau

Berwisata ke destinasi populer membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Harga tiket masuk museum, atraksi terkenal, dan berbagai pengalaman wisata berbayar bisa menambah pengeluaran selama perjalanan. Kondisi tersebut mendorong sebagian wisatawan untuk mencari alternatif aktivitas yang lebih terjangkau, termasuk mengunjungi pasar makanan dan supermarket lokal.

Berbeda dengan museum atau atraksi wisata yang memerlukan tiket masuk, supermarket dan pasar umum justru dapat dikunjungi secara gratis. Wisatawan cukup membayar jika ingin membeli makanan, minuman, atau produk tertentu. Daya tarik utamanya terletak pada fleksibilitas. Wisatawan dapat menghabiskan waktu untuk menjelajahi berbagai produk tanpa harus membeli banyak barang atau mengikuti aktivitas wisata yang mahal.

  • Memberikan gambaran kehidupan lokal yang lebih autentik

Destinasi wisata populer sering kali menampilkan sisi kota yang sudah disiapkan untuk menyambut pengunjung. Sebaliknya, supermarket dan pasar lokal memperlihatkan aktivitas yang lebih dekat dengan rutinitas penduduk setempat. Di sana, wisatawan dapat mengamati produk apa yang paling banyak tersedia, bahan makanan apa yang menjadi kebutuhan pokok, dan makanan siap saji apa yang populer.

Di pasar tradisional, pengalaman ini bahkan dapat melibatkan interaksi langsung dengan pedagang. Wisatawan bisa melihat bagaimana bahan makanan dipilih, bagaimana transaksi berlangsung, serta bagaimana masyarakat membeli kebutuhan untuk memasak di rumah. Pengalaman seperti ini memberikan perspektif yang berbeda tentang sebuah destinasi. Budaya lokal tak hanya hadir melalui bangunan bersejarah atau pertunjukan tradisional, tetapi juga melalui pilihan makanan dan kebiasaan sehari-hari.

  • Menemukan camilan dan produk yang tidak ada di negara asal

Salah satu keseruan Supermarket Tourism adalah menemukan produk yang sulit dijumpai di rumah. Setiap kota, bahkan negara yang dikunjungi, memiliki karakteristik produk makanan yang berbeda. Ada camilan dengan rasa khas, minuman edisi terbatas, makanan siap santap yang populer, hingga bahan masakan yang hanya umum ditemukan di wilayah tertentu.

Ini sangat menyenangkan terutama bagi pencinta kuliner karena menjelajahi produk-produk tersebut terasa seperti berburu harta karun. Setiap lorong menyimpan kemungkinan untuk menemukan sesuatu yang baru. Tidak sedikit pula wisatawan yang menjadikan camilan supermarket sebagai oleh-oleh alternatif karena produknya unik, praktis dibawa, dan sering kali lebih mudah ditemukan daripada suvenir konvensional.

4. Rekomendasi destinasi Supermarket Tourism di dunia

ilustrasi konbini populer di Jepang (unsplash.com/@shams_of_tabiriz)

Jika ingin mencoba Supermarket Tourism saat bepergian ke luar negeri, ada beberapa destinasi yang menawarkan pengalaman menarik. Mulai dari Hong Kong sampai Australia, berikut pilihan yang patut dipertimbangkan.

  • Hong Kong

Hong Kong menawarkan pengalaman Supermarket Tourism yang khas melalui pasar basah atau wet market. Berbeda dari supermarket modern yang mengandalkan pendingin dan rak tertata rapi, pasar basah menghadirkan suasana yang lebih dinamis dengan deretan kios bahan pangan segar.

Salah satu ciri yang mudah dikenali di sejumlah pasar tradisional Hong Kong adalah kanopi atau kap lampu berwarna merah yang menaungi area kios. Begitu memasuki pasar, wisatawan akan menemukan pengalaman multisensori. Mulai dari suara pisau daging yang menghantam talenan, aroma bahan pangan yang berubah dari satu kios ke kios berikutnya, serta percakapan antara pedagang dan pembeli menciptakan suasana yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan biasa.

Pasar ini turut memperlihatkan betapa pentingnya hubungan antara penjual dan pelanggan. Pengunjung secara langsung bisa melihat bagaimana setiap orang ternyata memiliki pedagang langganan untuk membeli kebutuhan tertentu, mulai dari sayuran segar hingga potongan daging untuk hidangan yang dimasak perlahan.

  • Jepang

Jika Hong Kong menawarkan suasana pasar tradisional yang ramai, Jepang menghadirkan pengalaman yang berbeda melalui konbini atau sebutan untuk minimarket yang menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sebut saja seperti 7-Eleven, FamilyMart, dan Lawson yang dikenal luas karena menawarkan beragam kebutuhan dalam satu tempat. Di banyak kawasan perkotaan, wisatawan dapat menemukan konbini dengan mudah untuk membeli makanan, minuman, perlengkapan pribadi, dan berbagai kebutuhan praktis lainnya.

Namun, daya tarik konbini bagi wisatawan gak hanya terletak pada kemudahan berbelanjanya, kok. Pilihan makanan siap santap yang beragam juga menjadikan minimarket Jepang sebagai destinasi menarik bagi pencinta kuliner. Misalnya onigiri yang merupakan nasi yang dibentuk menjadi segitiga dengan isian seperti salmon, tuna, atau bahan lainnya, sandwich telur Jepang atau tamago sando yang terkenal karena isiannya yang lembut dan teksturnya yang creamy, hingga oden merupakan hidangan berkuah yang berisi berbagai bahan, seperti lobak daikon, olahan ikan, dan bahan lainnya.

  • Australia

Australia menawarkan pengalaman Supermarket Tourism yang menarik karena menggabungkan bahan pangan khas setempat dengan pengaruh kuliner dari berbagai komunitas. Unik karena wisatawan dapat menjelajahi pasar makanan, toko bahan pangan, dan kios yang menjual produk segar. Selain menemukan buah, sayuran, dan makanan laut, pengunjung juga berkesempatan mencoba makanan siap santap yang mencerminkan keberagaman kuliner setempat.

Di sejumlah pasar, salah satu daya tarik terbesar Australia adalah bahan pangan asli atau native Australian ingredients yang memiliki karakteristik unik. Beberapa di antaranya adalah finger lime yang merupakan buah sitrus asli Australia yang memiliki bagian dalam berupa butiran kecil menyerupai mutiara. Ada juga lemon myrtle yang tak lain adalah tanaman asli Australia yang daunnya memiliki aroma sitrus dan daunnya dapat digunakan sebagai bahan penyedap dalam berbagai hidangan dan minuman, dan lain-lain.

5. Rekomendasi destinasi Supermarket Tourism di Indonesia

ilustrasi suasana di Pasar Gede, Solo (unsplash.com/Raihan Firdaus)

Indonesia juga punya rekomendasi tempat menarik bagi wisatawan yang ingin menjelajahi budaya melalui belanja, lho. Meski supermarket modern mudah ditemukan di kota-kota besar, pasar tradisional menghadirkan pengalaman berbeda melalui deretan kios bahan pangan, jajanan lokal, rempah-rempah, dan interaksi langsung dengan pedagang. Nah, berikut rekomendasinya!

Pasar ini menawarkan beragam produk, mulai dari jajanan tradisional dan minuman herbal hingga rempah-rempah dan bahan pangan lokal. Wisatawan dapat menghabiskan waktu untuk mencoba makanan khas, mencari camilan untuk dibawa pulang, berbelanja bahan-bahan untuk membuat jamu, atau mengamati beragam produk yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat Yogyakarta.

  • Pasar Gedhe, Solo

Jika suka kulineran, pasar ini bisa jadi rekomendasi terbaik. Pengunjung dapat menemukan jajanan tradisional yang jarang ada di kota-kota besar, seperti lenjongan dan cabuk rambak, mencicipi dawet telasih, atau menjelajahi kios yang menjual buah-buahan serta kebutuhan memasak. Di sisi tertentu pasar memang terdapat kios yang menjajakan makanan kekinian, tapi tetap gak mengubah suasana klasik yang kental di sini.

  • Pasar Terapung Lok Baintan

Ada yang unik dari Pasar Terapung Lok Baintan. Sesuai namanya, transaksi di sini menawarkan pengalaman aktivitas jual beli yang berlangsung di atas perahu di sungai. Wisatawan dapat melihat pedagang membawa hasil bumi, buah-buahan, dan makanan tradisional menggunakan perahu. Aktivitas tersebut memperlihatkan hubungan erat antara kehidupan masyarakat Banjar dan lingkungan sungai.

Sekarang sudah tahu apa itu Supermarket Tourism dan kenapa kini menjadi tren di berbagai negara, kan? Gak sekadar berpotensi menjadi aktivitas wisata yang terjangkau, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk memahami kehidupan di tempat baru. Jadi, saat merencanakan perjalanan berikutnya, jangan ragu untuk memasukkan supermarket atau pasar makanan lokal ke dalam daftar kunjunganmu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article