5 Daya Tarik Cube Houses, Rumah Kubus Miring yang Ikonik di Rotterdam

- Cube Houses di Rotterdam dirancang Piet Blom pada 1982–1984, dengan 38 rumah kubus kuning miring 45 derajat dan 13 unit besar untuk usaha.
- Kompleks Blaakse Bos mengibaratkan rumah sebagai pepohonan: tiang sebagai batang dan kubus sebagai tajuk, sekaligus memadukan hunian dengan ruang publik perkotaan.
- Pengunjung dapat memahami interior tiga lantai melalui Kijk-Kubus, meski akses melibatkan tangga curam dan lorong sempit; sebagian besar unit tetap menjadi hunian pribadi.
Rotterdam di Belanda dikenal sebagai salah satu kota dengan perkembangan arsitektur modern yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara. Di antara deretan bangunan modern tersebut, terdapat Cube Houses atau Kubuswoningen, kompleks rumah berbentuk kubus berwarna kuning yang berdiri miring di atas tiang penyangga. Bentuknya yang gak lazim membuat bangunan ini terlihat seperti susunan balok yang sengaja dimiringkan, sekaligus menjadi salah satu ikon arsitektur paling mudah dikenali di Rotterdam.
Keunikan Cube Houses gak hanya terletak pada tampilan luarnya, tetapi juga pada konsep arsitektur dan pengalaman ruang yang ditawarkan kepada pengunjung. Dirancang oleh arsitek Belanda bernama Piet Blom, kompleks ini memadukan hunian, ruang publik, dan gagasan tentang kehidupan perkotaan dalam satu rancangan yang berbeda dari bangunan konvensional. Kalau sedang merencanakan perjalanan ke Belanda atau sekadar menyukai destinasi dengan karakter arsitektur unik, yuk kenali lima daya tarik Cube Houses di Rotterdam berikut ini!
1. Bentuk kubus miring dengan sudut kemiringan 45 derajat

potret Cube Houses, Rotterdam, Belanda (unsplash.com/Bingqi Huang) Daya tarik paling mencolok dari Cube Houses adalah bentuk bangunannya yang menyerupai kubus dengan posisi miring sekitar 45 derajat. Setiap unit rumah ditempatkan di atas struktur penyangga berbentuk segi enam sehingga keseluruhan bangunan terlihat seperti kubus yang berdiri pada salah satu sudutnya. Perpaduan bentuk geometris dan warna kuning cerah tersebut menghadirkan tampilan visual yang kontras dengan bangunan perkotaan pada umumnya.
Rancangan tersebut merupakan hasil eksplorasi arsitektur Piet Blom yang ingin menghadirkan bentuk hunian berbeda tanpa mengabaikan fungsi ruang di dalamnya. Kompleks ini dibangun pada 1982 hingga 1984 dan terdiri dari 38 rumah kubus serta 13 unit kubus berukuran lebih besar untuk kebutuhan usaha. Keberanian menggunakan bentuk geometris yang gak biasa membuat Cube Houses menjadi salah satu contoh arsitektur eksperimental yang menarik untuk diamati secara langsung
2. Konsep hutan perkotaan yang terinspirasi dari pepohonan

ilustrasi Cube Houses, Rotterdam, Belanda (unsplash.com/Tala Haramtan) Piet Blom merancang Cube Houses dengan gagasan menciptakan sebuah desa di tengah kota yang memiliki hubungan erat dengan alam. Dalam konsep tersebut, setiap rumah diibaratkan sebagai pohon, sedangkan keseluruhan kompleks menggambarkan sebuah hutan perkotaan. Tiang penyangga menjadi representasi batang pohon, sementara kubus yang berada di atasnya menyerupai bagian tajuk yang tumbuh mengarah ke langit.
Gagasan tersebut membuat kompleks ini dikenal dengan nama Blaakse Bos yang secara harfiah merujuk pada hutan Blaak. Konsepnya gak hanya menjadi identitas visual, tetapi juga menggambarkan upaya menggabungkan kehidupan hunian dengan ruang bersama yang dapat digunakan masyarakat. Pendekatan tersebut terasa menarik karena sebuah kawasan tempat tinggal gak sekadar dirancang sebagai kumpulan bangunan, melainkan sebagai lingkungan yang memiliki karakter dan hubungan sosial tersendiri.
3. Tata ruang interior yang menantang bentuk konvensional

dekorasi Cube Houses, Rotterdam, Belanda (commons.wikimedia.org/Cmglee) Keunikan Cube Houses semakin terasa ketika pengunjung melihat bagian dalam salah satu rumahnya. Bentuk kubus yang miring membuat dinding, jendela, dan langit-langit memiliki sudut yang berbeda dari hunian biasa. Setiap rumah memiliki tiga lantai dengan luas keseluruhan sekitar 100 meter persegi, tetapi bentuk ruang yang tidak tegak lurus menghadirkan tantangan tersendiri dalam penataan furnitur dan pemanfaatan sudut bangunan.
Pada lantai bawah terdapat area untuk aktivitas sehari-hari seperti ruang keluarga dan dapur, sedangkan lantai berikutnya dapat dimanfaatkan sebagai kamar tidur dan kamar mandi. Bagian paling atas menghadirkan ruang dengan jendela bersudut unik yang memberikan pengalaman berbeda ketika melihat lingkungan sekitar. Susunan tersebut memperlihatkan bagaimana desain arsitektur yang tidak biasa tetap dapat diterapkan sebagai tempat tinggal dengan fungsi ruang yang beragam.
4. Ruang publik yang terintegrasi dengan kawasan perkotaan

keindahan Cube Houses, Rotterdam, Belanda (unsplash.com/Sheila C) Cube Houses gak hanya menarik sebagai bangunan tempat tinggal, tetapi juga memiliki konsep penataan kawasan yang menghubungkan aktivitas masyarakat. Kompleks ini berdiri di atas struktur yang memungkinkan area bawahnya digunakan sebagai jalur pejalan kaki dan ruang aktivitas publik. Pendekatan tersebut menciptakan hubungan antara hunian di bagian atas dengan berbagai kegiatan perkotaan di area bawahnya.
Keberadaan kawasan ini juga memberikan pengalaman berbeda ketika wisatawan berjalan melewati bagian bawah rumah-rumah kubus tersebut. Pengunjung dapat mengamati susunan tiang penyangga, bentuk bangunan dari sudut pandang yang beragam, serta aktivitas di sekitar kawasan Overblaak. Lokasinya yang berdekatan dengan Stasiun Rotterdam Blaak dan Markthal juga membuat Cube Houses mudah dimasukkan ke dalam rute wisata perkotaan. Dengan begitu, kunjungan ke kawasan ini gak hanya berfokus pada bangunan, tetapi juga pengalaman menjelajahi lingkungan kota Rotterdam.
5. Pengalaman mengunjungi rumah contoh Kijk-Kubus

suasana Cube Houses, Rotterdam, Belanda (unsplash.com/Alicja Ziajowska) Salah satu daya tarik yang membuat Cube Houses semakin menarik adalah kesempatan untuk melihat langsung bagian dalam rumah melalui Kijk-Kubus atau Show Cube. Rumah contoh ini secara khusus disiapkan agar pengunjung dapat memahami bagaimana sebuah hunian dengan bentuk kubus miring digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Di dalamnya terdapat furnitur yang disesuaikan dengan karakter ruang, panel informasi, serta maket yang menjelaskan konsep arsitektur dan kawasan Blaakse Bos.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran yang lebih nyata dibandingkan sekadar mengamati bangunan dari luar atau melalui foto perjalanan. Namun, perlu diketahui bahwa gak semua rumah kubus dibuka untuk umum karena sebagian besar merupakan hunian pribadi yang masih ditempati. Pengunjung juga perlu memperhatikan kondisi akses menuju bagian dalam karena terdapat tangga curam, lorong sempit, dan ruang dengan bentuk yang gak biasa.
Cube Houses merupakan salah satu bukti bahwa arsitektur perkotaan dapat menghadirkan gagasan kreatif tanpa harus meninggalkan fungsi utama sebuah bangunan. Mulai dari bentuk kubus miring, konsep hutan perkotaan, hingga pengalaman menjelajahi interiornya, setiap bagian kompleks ini memiliki karakter yang menarik untuk dipahami. Jika berkunjung ke Rotterdam, tempat ini layak masuk daftar destinasi karena menawarkan pengalaman wisata yang memadukan arsitektur, ruang publik, dan kehidupan perkotaan dalam satu kawasan.





















![[QUIZ] Dari Aroma Parfum Favoritmu, Intip Destinasi Musim Panas untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20250525/pexels-mart-production-8450101-e19c76cf1b28908665001625bb727ae6-029f48e9ff5331b9e4eb9923c281418f.jpg)
