Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Biaya Visa Jepang Naik, Apakah Wisatawan Indonesia Ikut Terdampak?
ilustrasi wisata Jepang (pexels.com/Bagus Pangestu)

Pemerintah Jepang  resmi menyetujui biaya penerbitan visa pada Jumat (19/06/2026). Peraturan  baru ini akan berlaku mulai 1 Juli 2026 , termasuk untuk permohonan yang diajukan mulai tanggal tersebut. Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, menyampaikan bahwa revisi ini mencerminkan penyesuaian harga dan nilai tukar sejak biaya visa terakhir diperbarui tahun 1978.

Aturan tersebut memang diberlakukan untuk wisatawan asing yang memerlukan visa sebelum masuk Jepang. Lantas, apakah seluruh wisatawan Indonesia ikut terdampak kenaikan biaya visa ini? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

1. Biaya visa Jepang naik lima kali lipat

ilustrasi visa (unsplash.com/Global Residence Index)

Revisi besar pertama dalam beberapa dekade ini menetapkan kenaikan biaya secara drastis hingga lima kali lipat. Biaya visa single-entry dari 3.000 yen (sekitar Rp330 ribu) menjadi 15.000 yen (sekitar Rp 1,65 juta). Sedangkan untuk multiple-entry, yang memungkinkan wisatawan untuk masuk Jepang beberapa kali selama masa berlaku visa, akan naik dari 6.000 yen (sekitar Rp650 ribu) menjadi 30.000 yen (sekitar Rp3,3 juta). 

VisasNews melaporkan bahwa Pemerintah Jepang menyatakan kenaikan ini tidak akan berdampak pada jumlah wisatawan yang masuk ke negara tersebut. Biaya visa dapat dibayarkan dalam mata uang lokal di kedutaan atau konsulat Jepang setempat, tapi jumlah resminya tetap mengacu pada yen. Sebagian besar konsulat menerima pembayaran tunai, wesel pos, atau cek kasir.

2. Aman buat pengguna e-paspor, tapi tidak untuk paspor biasa

ilustrasi paspor Indonesia (vecteezy.com/s faafaa)

Kamu berencana ke Jepang dalam waktu dekat? Tidak perlu buru-buru panik, terutama bagi pengguna e-paspor.  Seperti dilansir dari laman resmi Kedutaan Jepang di Indonesia bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) pemegang  e-paspor bebas visa (Visa Waiver) untuk durasi kunjungan 15 hari.

Pemegang e-paspor hanya perlu menyelesaikan pra-registrasi online gratis sebelum berangkat. Prosesnya pun terbilang singkat, mulai 2–5 hari kerja. Namun, keputusan terakhir untuk dapat masuk atau tidak akan diberikan oleh pihak Imigrasi Jepang pada saat mendarat di sana.

Lain halnya bagi pengguna paspor biasa (paspor non-elektronik) yang wajib mengajukan visa sebelum berangkat ke Jepang. Selain menyiapkan dokumen sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku, juga membayar biaya pembuatan visa. Selain itu, ada biaya pemrosesan terpisah saat mengajukan aplikasi visa di Japan Visa Application Centre (JVAC).

Bayangkan saja, kamu perlu menyiapkan budget minimal Rp1,65 juta untuk visa single-entry, naik drastis dari tarif sebelumnya yang hanya Rp330.000. Kenaikan ini jelas membuat pemegang paspor biasa termasuk pihak yang merasakan dampaknya.  Oleh karena itu, pastikan kamu sudah memperhitungkan biaya tambahan ini dalam rencana perjalanan ke Jepang.

3. Lantas, bagaimana cara menyiasatinya?

ilustrasi wawancara visa (pexels.com/RDNE Stock project)

Bagi pemegang paspor biasa yang masih ingin tetap menghemat budget, bisa menyiasatinya dengan beralih ke e-paspor. Dilansir dari laman resmi Imigrasi Republik Indonesia, biaya pengajuan e-paspor Rp650.000 untuk masa berlaku 5 tahun. Sedangkan untuk masa berlaku 10 tahun sebesar Rp950.000. Cara tersebut lebih efektif untuk jangka panjang, tetapi dengan catatan kamu masih punya waktu yang cukup sebelum berangkat ke Jepang.

Keuntungan ini juga berlaku bagi pemegang paspor yang ingin memperpanjang masa berlakunya. Sekali mengeluarkan biaya lebih, kamu bisa menikmati bebas visa ke Jepang dan negara lain yang menerapkan kebijakan serupa.

Jika masa berlaku paspormu masih panjang dan tidak memungkinkan menggantinya dalam waktu cepat, bisa menggunakan cara lain yakni segera mengajukan visa sebelum 1 Juli 2026 supaya tetap membayar biaya sesuai tarif lama yang masih berlaku

Kenaikan tarif visa Jepang bisa dibilang memberikan dampak budgeting bagi wisatawan Indonesia yang akan ke Negeri Matahari Terbit ini, terutama jika kamu tidak memiliki e-paspor. Untuk itu siapkan segalanya dengan matang jika berencana traveling ke Jepang ya.


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article