Comscore Tracker

5 Destinasi Wisata Sejarah di Pulau Buton yang Harus Didatangi

Hadirkan berbagai peninggalan Kesultanan Buton

Pulau Buton merupakan salah satu pulau yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara yang berada di sebelah selatan daratan provinsi ini. Pulau seluas 4.408 km persegi ini terdiri dari empat daerah kabupaten/kota yang memiliki populasi penduduk hampir mencapai 500.000 jiwa. Hal yang menarik dari pulau ini adanya peninggalan bersejarah dari Kesultanan Buton yang telah berkuasa hingga tahun 1960. 

Nah, buat kalian yang berencana untuk berwisata ke Pulau Buton, jangan cuma berkunjung ke wisata alamnya saja. Kamu harus pula mengunjungi spot wisata sejarahnya berikut ini. 

1. Istana Sultan Buton

5 Destinasi Wisata Sejarah di Pulau Buton yang Harus Didatangiinstagram.com/amansyah_muhammad/

Pertama terdapat Istana Sultan Buton yang terletak di kawasan Benteng Kesultanan Buton yang dibangun sekitar tahun 1634. Bangunan ini memiliki bentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu dan sangat khas gaya arsitektur Rumah Adat Buton.

Selain itu dalam satu area terdapat beberapa bangunan yang mirip dan dulunya digunakan untuk keluarga kerajaan sekaligus kantor pemerintahan Kesultanan Buton. 

2. Masjid Keraton Buton

5 Destinasi Wisata Sejarah di Pulau Buton yang Harus Didatangiinstagram.com/liming_1/

Masjid Keraton Buton juga jadi salah satu bangunan tempat ibadah di kompleks Benteng Keraton Buton yang berbentuk sangat khas. Masjid ini sudah didirikan pada tahun 1712 oleh Sultan Sakiudin Darul Alam. Menariknya masjid ini tidak memiliki menara dan justru memiliki tiang bendera yang sangat tinggi.

Mulanya bangunan masjid ini jauh lebih sederhana dibandingkan bangunannya sekarang, yang hanya beratapkan rumbia. Kemudian direnovasi dengan tetap mempertahankan bentuk bangunannya yang khas Buton. 

Baca Juga: Mengikuti Jejak Si Mata Biru Safir dari Buton

3. Batu Popaua

5 Destinasi Wisata Sejarah di Pulau Buton yang Harus Didatangisitusbudaya.id

Masih di lokasi yang sama, tepatnya di depan Masjid Keraron Buton terdapat situs Batu Popaua yang cukup sakral. Situs ini merupakan tempat di mana Raja Buton dinobatkan dan diambil sumpahnya saat menjadi raja.

Ketika diambil sumpah, maka calon raja diharuskan untuk memasukkan satu kakinya ke dalam batu tersebut. Kemudian sumpah tersebut diambil dengan Alquran tua yang usianya diperkirakan mencapai ratusan tahun. 

5. Benteng Baadia

5 Destinasi Wisata Sejarah di Pulau Buton yang Harus Didatangiinstagram.com/iwan_rahady/

Selain Benteng Keraton Buton, ada pula Benteng Baadia yang lokasinya berada di Kelurahan Baadia, Kecamatan Murhum, Kota Bau-Bau. Benteng besar ini didirikan oleh Sultan Buton XXIX, yang bernama Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin I.

Benteng seluas 4.389 meter persegi ini menjadi salah satu pertahanan penting dari Kesultanan Buton yang berada di bagian selatan kompleks Istana Buton. Serta menariknya, pengunjung juga dapat melihat pemandangan laut dari atas sini dan pemandangan kota yang cantik. 

5. Istana Malige

5 Destinasi Wisata Sejarah di Pulau Buton yang Harus Didatangiinstagram.com/p/B6aaJZMH9eM/

Terakhir yang juga harus dikunjungi adalah Istana Malige yang berlokasi di Jl. Jenderal Sudirman, Tomba, Kecamatan Wolio, Kota Bau-Bau. Letaknya yang sangat dekat dengan pusat kota membuat istana ini mudah ditemui bagi para wisatawan yang datang ke Kota Bau-Bau. 

Bangunan istana berlantai tiga ini memiliki desain khas bergaya rumah adat Buton yang juga berbentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu. Rumah ini menjadi tempat tinggal sultan Buton ke 37, yakni Sultan Muhammad Hamidi Kaimuddin yang dibangun pada tahun 1929. 

Itu tadi beberapa tempat bersejarah peninggalan Kesultanan Buton yang ada di Pulau Buton yang pastinya sayang apabila dilewatkan begitu saja. Tunggu apa lagi, yuk berwisata ke Buton!

Baca Juga: 5 Bangunan Bersejarah di Ternate, Maluku Utara, yang Menarik Banget!

Brahm . Photo Verified Writer Brahm .

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Berita Terkini Lainnya