Bromo Buka Lagi, Kamu Bisa Kunjungi 5 Spot Ini!

- Kawasan wisata Bromo resmi dibuka kembali mulai 20 Agustus 2026 pukul 00.01 WIB setelah pemadaman, pendinginan, penyisiran, dan pemantauan pascakebakaran dinyatakan selesai.
- Wisatawan dapat mengunjungi Penanjakan, Kawah Bromo, Lautan Pasir Tengger, Lembah Watangan, dan Pusung Gedhe dengan tetap mengikuti arahan petugas.
- Pengunjung dilarang melakukan aktivitas pemicu kebakaran, wajib menjaga kebersihan, serta segera melapor kepada petugas bila menemukan asap, bara, atau indikasi kebakaran.
Setelah sempat ditutup akibat kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), kawasan wisata Bromo resmi dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan mulai hari ini, 20 Agustus 2026 pukul 00.01 WIB. Informasi tersebut disampaikan Balai Besar TNBTS melalui akun Instagram resminya, @bbtnbromotenggersemeru pada Rabu (19/8/2026).
Pembukaan kembali dilakukan setelah petugas bersama tim gabungan menyelesaikan proses pemadaman, pendinginan, penyisiran, serta pemantauan kawasan untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Meski sudah kembali dibuka, wisatawan tetap diminta mematuhi seluruh aturan dan arahan petugas di lapangan. Pengunjung juga dilarang melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuat api unggun atau membuang puntung rokok sembarangan.
Nah, bagi kamu yang berencana liburan ke Bromo setelah kawasan kembali dibuka, kamu bisa mengunjungi beberapa spot di bawah ini!
1. Penanjakan
Kalau ke Bromo, berburu matahari terbit tentu menjadi salah satu aktivitas yang sayang dilewatkan. Salah satu lokasi populer untuk menikmatinya adalah kawasan Penanjakan.
Dari ketinggian, wisatawan bisa melihat panorama kawasan kaldera Tengger dengan Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru sebagai latar. Ketika cuaca cerah, perubahan warna langit menjelang matahari terbit membuat pemandangannya semakin menarik.
Namun, karena kawasan ini berada di dataran tinggi, suhu udara bisa sangat dingin, terutama pada dini hari. Jadi, pastikan membawa jaket tebal, sarung tangan, dan perlengkapan lain untuk menjaga tubuh tetap hangat.
2. Kawah Gunung Bromo

Potret Gunung Bromo (IDN Times/Dewi Suci Rahayu) Setelah menikmati matahari terbit, kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Kawah Gunung Bromo. Untuk mencapai area kawah, wisatawan biasanya perlu melintasi hamparan lautan pasir sebelum melanjutkan perjalanan menuju tangga kawah.
Sesampainya di atas, kamu dapat melihat langsung bagian dalam kawah Gunung Bromo. Suasana di sekitar kawasan ini juga menawarkan lanskap vulkanik yang khas dan berbeda dari destinasi pegunungan lainnya.
Tetap perhatikan arahan petugas saat berada di sekitar kawah. Kondisi gunung dan kawasan sekitarnya perlu diperhatikan demi menjaga keamanan selama berwisata.
3. Lautan Pasir Tengger
Hamparan pasir luas yang mengelilingi Gunung Bromo menjadi salah satu lanskap paling ikonik di kawasan TNBTS. Area ini dikenal sebagai Lautan Pasir Tengger dan memberikan nuansa yang cukup unik karena menyerupai gurun di tengah kawasan pegunungan.
Wisatawan dapat melintasinya menggunakan kendaraan yang diperbolehkan di kawasan wisata sebelum menuju spot lainnya. Pemandangan Gunung Bromo dan Gunung Batok yang berdiri di tengah hamparan pasir juga menjadi salah satu daya tarik utama.
Jika ingin berfoto, pilih lokasi yang aman dan jangan keluar dari area yang diperbolehkan. Terlebih setelah kawasan sempat terdampak kebakaran, wisatawan perlu lebih memperhatikan kondisi lingkungan dan arahan petugas.
4. Lembah Watangan

Potret sarapan di Savana Bromo (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa) Kalau ingin menikmati lanskap Bromo yang lebih hijau, Lembah Watangan bisa menjadi salah satu tujuan. Spot yang sebelumnya populer dengan nama Bukit Teletubbies ini menawarkan hamparan savana dan perbukitan yang menjadi salah satu karakter khas kawasan Bromo.
Nama Lembah Watangan dikembalikan sebagai bagian dari upaya melestarikan penamaan lokal dan sejarah masyarakat Tengger. Nama tersebut berkaitan dengan sejarah vegetasi di kawasan tersebut.
Pemandangan di Lembah Watangan sangat berbeda dari kawasan lautan pasir. Saat vegetasinya menghijau, perbukitan dan padang rumput memberikan suasana yang lebih sejuk dan asri. Namun, kondisi lanskap dapat berubah mengikuti musim sehingga pengalaman setiap kunjungan bisa berbeda.
5. Pusung Gedhe
Selanjutnya, ada Pusung Gedhe yang sebelumnya lebih dikenal wisatawan dengan nama Pasir Berbisik. Kawasan ini merupakan bagian dari hamparan lautan pasir Bromo yang memiliki lanskap vulkanik khas.
Hamparan pasir yang luas menjadi daya tarik utama Pusung Gedhe. Ketika angin berembus, butiran pasir yang bergerak juga dapat menghasilkan suara khas. Oleh karena itu, spot ini tetap menarik disinggahi, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati lanskap vulkanik Bromo dari sudut yang berbeda.
Itu dia beberapa spot yang bisa kamu kunjungi di Bromo. Balai Besar TNBTS mengimbau wisatawan segera melapor kepada petugas jika menemukan asap, bara, atau indikasi kebakaran. Pengunjung juga diminta tidak meninggalkan sampah dan menghindari segala aktivitas yang dapat menjadi sumber api.
Jika kamu berencana kembali menikmati Bromo, pastikan datang sebagai wisatawan yang bertanggung jawab, agar keindahan kawasan ini tetap terjaga dan bisa dinikmati banyak orang, ya!





















